Jumat, 09 April 2010

CARA KERJA ESCALATOR


Cara kerja escalator



Escalator atau tangga berjalan mungkin tidak asing lagi bagi kita, di pusat-pusat perbelanjaan kalau tidak ada escalator rasanya belum lengkap.

Bagai mana cara escalator bekerja, mungkin menarik juga untuk kita ketahui ya?

Escalator adalah pengerak yang berupa tangga yang saling sambung menyambung yang digunkan sebagai alat transportasi dari satu tempat yang rendah ketempat yang tinggi atau sebaliknya.

Bagian-bagaian escalator dan cara escalator bekerja
Tangga (step) terbuat dari alumanium pra cetak dan biasanya di lapisi dengan karet agar tidak licin saat di injak orang. Tangga di lengkapi dengan dua buah roda (wheel) yang melekat sepanjang rel. Satu roda bagian atas tangga melekat pada rel luar (outer rail) yang berfungsi untuk memandu tangga pada posisinya. Roda yang kedua (return wheel) melekat diatas rel dalam (inner rail) yang berfungsi sebagai tempat berjalannya tangga.

Pegangan (handrail) merupakan pegangan sekaligus pengaman. Pegangan ini bergerak sesuai dengan gerakan tangga. Untuk menggerakannya di gunakan handrail drive.

Rantai pemandu (Chain guide) melekat pada roda pengerak (drive gear) di gerakan oleh motor elektrik yang berfungsi untuk menggerakan tangga escalator.

Saat motor elektrik berputar, puli akan memutar roda penggerak. Tangga akan digerakan sepanjang rel nya dengan bantuan rantai pemandu. Karena roda penggerak juga di hubungkan dengan handrail drive. Maka pergerakan tangga akan sama dengan pergerakan pegangan tangan.

Sumber: howstuff

MENGENAL BOTOL MINUMAN DARI PLASTIK




Belakangan ini kita di kejutkan oleh berita televisi nasional tentang tidak amannya menggunakan bahan-bahan dari plastik. Mulai dari pembungkus gorengan sampai botol-botol minuman air mineral, yang kesimpulannya kebanyakan botol minuman dari plastik tidak aman untuk kesehatan.

Benarkah botol minuman dari plastik tidak aman untuk kesehatan?

Botol plastik yang aman untuk kesehatan
Menurut the green guide, website yang dimiliki oleh National Geographic Society, plastik yang aman untuk digunakan berulang-ulang untuk membungkus makanan atau menyimpan minuman adalah plastik yang terbuat dari high-density polyethylene (HDPE, or plastik #2), low-density polyethylene (LDPE, or plastik #4) dan polypropylene (PP, or plastik #5).

Simbol-simbol botol plastik

Simbol dan nomor pada botol adalah Resin Identification Code yang sudah menjadi standard dalam industri plastik sejak 1988. Pada umumnya nomor-nomor tersebut menunjukkan bahan dasar plastik tersebut yang saya ambil dari blog aku ingin hijau dengan beberapa tambahan.
Kalau jenis polyethylene terephthalate (PET-plastik #1) menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA) aman diguankan baik untuk botol yang sekali pakai maupun botol yang digunakan berulang-ulang. Kemungkinan di negara kita, resin yang digunakan untuk membuat botol sekali pakai itu tidak dibedakan alias disamakan saja dengan botol yang bisa dipakai ber ulang-ulang.
Nah jadi kalau sampeyan habis meminum air mineral botolan disana ada tertulis PET 1 dan ada tulisan "rusak botol ini setelah digunakan" Jangan lagi digunakan sehabis dipakai ye!

HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, aman untuk digunakan



PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan aman untuk tempat makanan


PP (polypropylene) kebanyakan botol-botol minuman terbuat dari bahan ini karena aman untuk kesehatan. Ciri-ciri adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan.

PS (polystyrene) lebih dikenal sebagai SStyrofoam. Sangat tidak disarankan, tapi biasa dipakai sebagai bahan tempat makan di restoran -restoran. Styrine sebagai bahan dasarnya jika bersentuhan dapat mengakibatkan iritasi kulit, mata, kelelahan, dll.

Other (biasanya polycarbonate) bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Untuk lebih mendalami informasi tentang polemik botol plastik ini silahkan kunjungi sumber yang ada dibawah ini.


Sumber : popsci, Thegreenguide, plasticsmythbuster, fda

KAMERA MATA BIONIK UNTUK TUNANETRA

Kamera Mata Bionik untuk Tunanetra

Mata bionik yang dipakai Arnold Schwarzenegger dalam film sains - fiksi Terminator telah menjadi kenyataan walaupun tidak sesempurna mata bionik yang di pakai sang jagoan. Dalam filim ini Arnold menggunakan mata bionik yang merubah penglihatan ke informasi digital.

Selama bertahun-tahun, beberapa ilmuwan berupaya menciptakan transplantasi mata bionik untuk menjawab harapan penyandang tunanetra. Beberapa periset AS memprediksi dapat mencapai langkah revolusioner terhadap teknologi video dan fotografi digital yang suatu saat nanti dapat menyembuhkan kebutaan.

Dalam perkembangan teknologi terbaru, para ilmuwan telah menciptakan kamera dengan permukaan lensa deteksi cembung.

Tim periset AS menerangkan aplikasi teknologi ini merupakan kemajuan besar pada sensor kamera digital yang ada saat ini. Seperti halnya dengan fungsi retina manusia, kamera mata bionik ini memungkinkan pantulan cahaya dari sebuah subjek diubah menjadi gambar lewat proses pengiriman pesan syaraf optik ke otak.


Sensor tersebut memungkinkan mata bionik menangkap gambar yang lebih tajam tanpa terjadi distorsi dengan ruang pandang lebih baik layaknya pada mata manusia. Namun sampai saat ini, para ilmuwan belum dapat menciptakan sensor digital cembung yang dipasang di mata bionik karena sensor yang terdiri dari pixel silikon ini sangat rapuh atau mudah rusak.


Tim periset diantaranya dari Northwestern University, Illinois, AS, memecahkan masalah tersebut dengan menciptakan membran elastis setengah simetris. Membran tersebut dapat disusutkan sehingga memungkinkan untuk dipasang ke dalam mata bionik sebelum membran itu kembali mengembang ke bentuk asal.

Menurut profesor Yonggang Huang dari Northwestern University. Kamera tradisional berfokus pada pandangan yang jelas di pusat bidikan, namun cahaya pandangan pada sisi target bidikan sekitarnya nampak semakin memudar. Namun, karena kamera mata bionik mempunyai lensa cembung maka memungkinkannya untuk mendapatkan ruang pandang yang luas layaknya cakupan pandang pada mata manusia.

Mata bionik ini hanya mempunyai 256 pixel atau masih jauh dari standar kamera digital dengan ribuan pixel. Namun, para periset menerangkan masih terbuka kemungkinan dalam waktu dekat untuk mendesain mata bionik dengan jumlah pixel yang lebih besar


Sumber: Kompas, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/kamera-mata-bionik-untuk-tunanetra.html

PONSEL PENGARUHI SPERMA KAUM PRIA

Ponsel Pengaruhi Sperma Kaum Pria

Saya sempat kaget juga baca-baca berita iptek yang di tampilkan di situs iptek.net.id. Bagai mana tidak? Hanphone yang sering kita kantongi kemana-mana jika diletakan cukup lama dengan kantong sperma bisa mempengaruhi kualitasnya. Berikut ini hasil eksperimen yang sedang di lakukan.

Dalam eksperimen ilmiah terkini peneliti dari institusi Celeveland Clinic di AS mengindikasikan hasil penemuan bahwa perangkat ponsel yang terpasang menyala dapat berpengaruh langsung menurunkan kualitas sperma manusia apabila keduanya berletakkan saling berdekatan dalam kurun waktu cukup lama.
Ashok Agarwal, Direktur institusi riset the Center for Reproductive Medicine di Celeveland memperkirakan, bahwa dampak paparan sinyal elektronik : “radio-frequency electromagnetic” dari perangkat ponsel apabila selagi dipergunakan berposisi cukup dekat dengan kelamin pria dicurigai dapat mempengaruhi kelenjar gonads hingga menyebabkan penurunan kualitas sperma pria.

Penurunan kualitas sperma yang ditemukan yakni dalam hal “mortility” dan “viability”, dampak yang juga sering terjadi dalam kondisi terjadinya infeksi pada saluran urine ataupun kondisi pria yang dalam aktivitas sehari-hari sering terpapar terhadap kondisi lingkungan hidup berpolusi tinggi.

Jadi orang-orang yang sehari-hari dalam beraktivitas terbiasa mengantongi ponsel dalam saku celananya dalam kondisi menyala: “on talk mode” pantas memperhatikan peringatan ini. Dalam eksperimen yang dilakukan ponsel didekatkan selama kisaran waktu 1 jam dengan sampel cairan sperma manusia yang diambil atas 32 responden.

Penelitian membagi 32 responden dalam 2 kelompok: kelompok “Uji” dan “Kontrol” eksperimen. Setiap responden masing-masing diminta menyerahkan sampel sperma dalam gelas tabung lab kecil untuk dibawa ke lab peneliti untuk sama-sama dikondisikan dalam kondisi lab, hanya saja untuk sampel sperma kelompok uji diletakkan berjarak 2.5cm dari sebuah perangkat ponsel berspesifikasi sinyal 850 MHz dalam kondisi menyala untuk diadakan pengamatan atas pengujian setelah selama 1 jam.

Selain tejadinya dampak negatif pada mortilitas dan viabilitas sperma manusia, penelitian juga mengamati bahwa pada sperma percobaan kelompok uji terdapat 85% peningkatan terjadinya radikal bebas dibanding sperma dari kelompok kontrol, yang lazim terjadi dalam kondisi “evidence of oxidative stress”.

Walau mengakui bahwa lingkup penelitian eksperimen yang dilaksanakan masih berlangsung amat terbatas dalam hal jumlah sampel responden atau pun kondisi eksperimen sperma yang disimpan dalam kondisi lab yang tentunya terbilang amat berbeda dari kondisi tubuh manusia yang sesungguhnya, namun riset awal ini bagi Agarwal amat penting sebagai bahan untuk riset lanjut yang lebih luas dan mendalam.

Agarwal dkk sebelumnya pun pernah melakukan riset dengan metode pengumpulan data dengan “self-reported data” atas sejumlah 361 sukarelawan para pria dewasa yang dalam aktivitas sehari-hari memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan komunikasi seluler, kemudian mengungkapkan hasil temuan bahwa kalangan pengguna ponsel yang terbiasa beraktivitas ponsel 4 jam lebih ternyata diamati mengalami penurunan yang terlihat signifikan pada kualitas sperma dibanding kalangan yang menggunakan ponsel sehari-hari dalam periode waktu yang hanya kurang daripada 4 jam.

Sumber: http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=1&ch=berita&id=716, http://berita-iptek.blogspot.com/2009/03/ponsel-pengaruhi-sperma-kaum-pria.html

ISI ULANG BATERAI DALAM HITUNGAN DETIK

ISI ULANG BATERAI DALAM HITUNGAN DETIK


NOKIA
Baterai Lithium Ion kini banyak dipakai di ponsel, MP3 player, atau kamera digital.
WASHINGTON, KOMPAS.com - Teknologi baru memungkinkan isi ulang baterai Lithium Ion hanya dalam hitungan detik. Jadi, kalau baterai ponsel atau MP3 habis tak perlu menunggu proses hingga berjam-jam lagi.
Seperti dilansir jurnal Nature edisi teranyar, Profesor Gerbrand Cedar beserta timnya dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), AS tengah mengembangkan baterai dimaksud. Kunci untuk mempercepat pengisian energi kembali pada pengaturan lalu lintas ion di dalam baterai dan pemilihan bahan yang tepat.
Menggunakan material standar lithium besi fosfat, aliran elektron bergerak lebih cepat. Para peneliti juga membuat jalur khusus yang disebut beltway sehingga aliran ion lancar. Rekayasa tersebut menghasilkan waktu pengisian baterai hanya 20 detik dibandingkan enam menit tanpa perlakukan khusus.
Material lithium besi fosfat tidak hanya menjanjikan pengisin baterai lebih cepat namun juga harga yang lebih murah. Selama ini material yang umum dipakai dalam baterai adalah lithium dan cobalt karena menyimpan energi sedikit lebih banyak.
Namun, dibandingkan lithium dan cobalt, lithium besi fosfat lebih tahan panas sehingga risiko meledak lebih kecil. Selain itu, kapasitas penyimpanan lebih tahan lama sehingga lebih awet dipakai.
Lithium besi fosfat dapat diproduksi dengan standar proses yang sama untuk membuat baterai lithium. Cedar memperkirakan baterai buatannya dapat dilempar ke pasaran dalam 2-3 tahun mendatang.

(http://sains.kompas.com/read/2009/03/13/22550881/isi.ulang.baterai.dalam.hitungan.detik)

IKAN DENGAN KEPALA TRANSPARAN


Ikan Dengan Kepala Transparan

Mirip dengan sebuah pesawat tempur, ikan aneh yang ditemukan di Samudera Pasifik ini memiliki kepala cembung yang transparan. Bagian pangkal mata dan organ dalam kepalanya terlihat jelas dari luar.

Foto pertama yang mengabadikan ikan tersebut dalam keadaan hidup-hidup diambil tahun 2004 tapi baru dirilis Senin (23/2) lalu. Dari foto tersebut, terlihat bagian paling atas matanya yang berwarna hijau dan lensa mata yang bulat.

Keberadaannya sebenarnya sudah teridentifikasi sejak tahun 1939. Namun, itu hanya dari spesimen yang telah mati. Ikan tersebut biasa disebut Barreleye dengan nama ilmiah Macropinna microstoma.

Ikan dengan kepala transparan tersebut berukuran panjang sekitar 6 inchi (15 cm). Para peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) memotretnya di perairan dalam dekat pantai tengah California. Ini adalah satu-satunya spesies ikan yang punya keunikan tersebut.

Sumber: nathionalgegraphic, http://berita-iptek.blogspot.com/2009/02/ikan-dengan-kepala-transparan.html

JENIS - JENIS AWAN

Jenis-jenis awan

Jika kita melihat langit disaat cuaca cerah, kita akan melihat awan berbagai bentuk bagaikan lukisan di atas kanvas. Baik bentuk dan ketebalan awan tergantung dari ketinggian, tenaga dan tekanan udara yang membentuknya.

Kumpulan-kumpulan awan berdasarkan bentuk dan ketinggiannya dapat dibedakan tiga macam yaitu awan rendah, awan sedang, dan awan tinggi. Klasifikasi awan ini dilakukan pertama kali oleh Luke Howard (1722-1864).

Jenis-jeni awan.
• Awan rendah ketinggiannya di bawah 2.000 m. Terdiri dari awan Nimbostratus dan awan Stratus. Awan stratus di sebut juga awan berlapis terbentuk saat massa udara hangat perlahan naik dan menyebar diatas massa udara dingin. Awan Nimbpstratus berwarna abu-abu dan mengindikasikan akan turun hujan.
• Awan ketinggian sedang ketinggiannya antara 2.000 sampai 6.000 meter. Terdiri dari awan awan Altocumulus dan awan Altostratus. Awan Altocumulus berkepul-kepul, tidak rata dan berlapis, menandakan keadaan cuaca yang baik.
• Awan tinggi ketinggiannya 6.000 meter keatas. Terdiri dari awan Cirrocumolus, Cirrus, Cumulonimbus dan Cirrostratus. Awan Cirrus tampak seperti helaian putih yang tipis seperti pita, awan Cirrus ini terbentuk di Troposfer pada ketinggian 11.000 meter dan terbuat dari kristal es yang dingin.
Sumber: wikipedia, enhantedlearning.com, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/11/jenis-jenis-awan.html