Cara Kerja Otak
Otak merupakan pengendali utama dari tubuh manusia, otak terbungkus dalam tengkorak kepala dan dilindungi oleh cairan serebospinal. Cairan ini yang berfungsi untuk melindungi otak dari berbagai gangguan baik getaran maupun benturan dikepala.
Dengan otak yang di berikan oleh yang maha kuasa kita bisa berpikir, bersosialisasi, berkomonikasi dan mengingat segala sesuatu kejadian yang telah kamu lewati.
Otak manusia lebih besar dibandingkan dengan otak hewan, beratnya kira-kira 1,4 kg dan terdiri dari 100 milyar sel saraf.
Otak terdiri atas beberapa bagian utama seperti serebrum, serebreum dan batang otak. Serebrum merupakan bagian terbesar dari otak. Beratnya sekitar 85% dari berat otak, serebrum terbagi atas dua hemisfer. Batang otak menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang.
Sistem Kerja otak kita (manusia).
Otak bekerja sama dengan organ tubuh kita lainnya sehingga tubuh kita bisa bekerja sesuai perintahnya. Otak dan Sum-sum tulang belakang membentuk sistem syaraf pusat, kedua sistem ini bekerja sama untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan tubuh.
Saat anda berpikir keras cerebrum (hemisfer) berfungsi untuk mengingatnya, menganalisa, sehingga muncul ide-ide kreatif (hemisfer kanan). Untuk logika dan bicara di gunakan hemisfer kiri.
Batang otak berfungsi untuk kebutuhan-kebutuhan dasar dari organ tubuh seperti mengatur denyut jantung, bernapas, sistem pencernaan, sirkulasi darah dan merasakan kapan kita terbangun maupun tertidur.
Anatomi Otak Manusia
Batang otak terletak di bagian bawah otak berfungsi untuk sistem kendali tubuh seperti bernapas, denyut jantung, tidur dan tekanan darah.
Serebelum merupakan bagian kedua terbesar yang berfungsi untuk mengkoordinasi pergerakan otot dan mengontrol keseimbangan.
Serebrum adalah bagian terbesar dari otak yang berfungsi untuk berpikir, berbicara, mengingat, menerima sensor dan pergerakan. serebrum di bagi atas empat bagian yang masing-masing mempunyai tugas khusus.
Frontal lobe terletak di belakang kepala berfungsi untuk berpikir, belajar, emosi dan pergerakan.
Occipital lobe berfungsi untuk memproses objek atau untuk penglihatan
Pariental lobe terletak di bagian atas otak yang berfungsi untuk merasakan sensai pada tubuh seperti sentuhan, temperatur dan rasa sakit.
Temporal lobe berfungsi untuk memproses suara yang masuk dan juga daya ingat.
Left hemisphere (hemisfer kiri) atau lebih di kenal dengan otak kiri berfungsi untuk berhitung, analisa dan bahasa.
Right hemisphere (otak kanan) berfungsi untuk menghailkan pikiran-pikiran kreatif.
Animasi tentang anatomi otak lihat di sini
Sumber: kidshealth, science-nationalgeographic
Jumat, 09 April 2010
Tugas 3. TE2
Tugas Mata Kuliah Teori Ekonomi 2
Bagian I Pilihan Ganda
1. Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T maka perekonomian tersebut merupakan.:
b. Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal.
2. Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :
a. Kebijakan fiskal
3. Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :
d. Jumlah uang yang beredar.
4. Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :
c. Neraca perdagangan mengalami surplus.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :
d. Jauh-dekatnya dari pasar.
6. Fungsi konsumsi Keynes menunjukan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang dinyatakan dengan :
b. Pendapatan absolut.
7. Dalam analisis keefektifan kebijakan fiskal yang terjadi pada Liquidity Trap Range adalah …………..
c. Tidak efektif.
8. Dibawah ini adalah cara pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative credit control adalah :
d. Selective credit control. (D)
9. Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah :
a. Tinggi.
10. Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :
a. Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga.
11. Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :
d. Besarnya spekulasi.
12. Buku yang menjadi dasar analisis Makro ekonomi dikarang oleh :
c. John Maynard Keynes
13. Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :
. b. Expenditure sector
14. Dua faktor penting yang menentukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :
b. Pendapatan nasional dan tingkat bunga.
15. Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :
b. Marginal Effisiency of capital.
16. Dibawah ini mana yang benar :
a. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal.
17. Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :
b. Investasi marginal.
18. Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :
b. Cost of capital effect.
19. Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :
a. Penyesuaian portfolio di sektor moneter.
20. Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :
d. Irving Visher. (D)
21. Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya perekonomian dikenal dengan nama:
a. Cost of capital effect.
22. Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :
b. Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi.
23. Permalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :
a. Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran.
24. Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidak bisa diubah, yaitu seperti dibawahini, kecuali :
d. Lembaga social dan politik.
25. Untuk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, adalah seperti dibawah, kecuali :
d. Meningkatkan kapasitas produksi.
26. Suatu hal yang melandasi kaum klasik dalam pasar barang bersifat “ self regulating “ adalah :
b. Berlakunya hokum say
27. Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :
c. Nilai nominal uang.
28. Situasi makro suatu perekonomian terutama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :.
b. Permintaan efektif masyarakat.
29. Besarnya angka penganda ( effect multiflier ) untuk perekonomian terbuka adalah
a. 1 / 1-c
30. Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure / komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, Kedua komponen tersebut disebut :
a. Neraca perdagangan
31. Pos-pos yang terdapat dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :
c. Kredit dari bank sentral.
32. Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui money multiflier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :
a. Bertambahnya jumlah uang inti.
33. Uang inti yang ada dimasyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :
b. Bunga kredit bank.
34. Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan pengunaannya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan diatas sesuai dengan pemikiran :
a. Adam Smith.
35. Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :
c.Tingkat harga dan GDP riil.
36. Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect. Keynes Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui ……………….
c.Money multiflier.
37. AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbanagan, dalam artikelnya yang terkenal adalah :
a. The wealth of Nation.
38. Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :
c. Money multiflier.
39. Yang dimaksud dengan kurva IS adalah :
c. Kurva yang menunjukan hubungan pendapatan nasional pada tingkat investasi.
40. Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi tidak memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut:
d. Keseimbangan semu.
41. Permintaan uang ( L1 ) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang untuk berjaga-jaga besal-kecilnya tergantung dari :
b. Tingkat harga.
42. Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :
c. Open market operation.
43. Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :
b. John Maynard Keyness.
44. Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :
a. Milton Friedman.
45. Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, Ketiga hal diatas berakibat :
c. Domestic inflation
46. Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan
c. Hipotesa pendapatan.
47. Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural. Kecuali :
c. Inflasi selalu terjadi pada Negara sedang berkembang.
48. Menurut teori structural ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :
b. Pengangguran.
49. Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada ………….
b. Volume out put ( GDP riil ).
50. Kenaikan harga barang akhir ( output ) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar :
d. Cost inflation.(C)
II. Soal Esay !
1. Sebutkan Pos-pos kebijaksanaan fiscal dala APBN. Dan Jelaskan 3 konsep deficit, surplus dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !
2. Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana yang tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan agregat bila pemerintah menempuh jalan : a. Membeli barang dan jasa.
b. Menaikan gaji pegawai
c. Membayar Transter payments.
Jawab:
1. Secara garis besar terdiri 3 pos utama pada sisi pengeluaran “anggaran”;
1. Belanja barang dan jasa (G),
2. Gaji pegawai (W),
3. Transfer payment/subsisi (Tr).
Sedangkan pada sisi pendapatan terdiri 4 pos yang penting, yaitu:
1. Penerimaan pajak (Tx),
2. Kredit likuiditas bank sentral (U),
3. Pinjaman/obligasi dalam negeri (B),
4. Pinjaman/hutang luar negeri (F)
Masing-masing pos mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perekonomian.
Ada tiga pengertian yang berbeda mengenai arti defisit, surplus dan “anggaran” berimbang.
Konsep Surplus:
1. G + W + Tr < Tx maka “anggaran” surplus
2. G + W + R < T + B maka surplus “anggaran”
3. anggaran” surplus bila U < 0
Konsep Defisit
1. G + W + Tr > Tx maka “anggaran” deficit
2. G + W + Tr > Tx + B, Defisit “anggaran”
3. U > 0, Anggaran” deficit
Konsep Berimbang
1. G + W + Tr = Tx maka “anggaran” berimbang
2. G + W + R = T + B. maka berimbang
3. berimbang bila U = 0.pada pengertian ini menunjukkan ada tidaknya pencetakan uang baru untuk membiayai “Anggaran”.
2. membeli barang jasa
1 / 1-c . 2.000.000.000 = 10.000.000.000
Menaiakn gaji pegawai
c/ 1-c . 2.000.000.000 = 8.000.000.000
membayar transfer payment
c/1-c. 2.000.000.000 = 8.000.000.000
Bagian I Pilihan Ganda
1. Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T maka perekonomian tersebut merupakan.:
b. Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal.
2. Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :
a. Kebijakan fiskal
3. Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :
d. Jumlah uang yang beredar.
4. Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :
c. Neraca perdagangan mengalami surplus.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :
d. Jauh-dekatnya dari pasar.
6. Fungsi konsumsi Keynes menunjukan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang dinyatakan dengan :
b. Pendapatan absolut.
7. Dalam analisis keefektifan kebijakan fiskal yang terjadi pada Liquidity Trap Range adalah …………..
c. Tidak efektif.
8. Dibawah ini adalah cara pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative credit control adalah :
d. Selective credit control. (D)
9. Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah :
a. Tinggi.
10. Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :
a. Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga.
11. Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :
d. Besarnya spekulasi.
12. Buku yang menjadi dasar analisis Makro ekonomi dikarang oleh :
c. John Maynard Keynes
13. Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :
. b. Expenditure sector
14. Dua faktor penting yang menentukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :
b. Pendapatan nasional dan tingkat bunga.
15. Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :
b. Marginal Effisiency of capital.
16. Dibawah ini mana yang benar :
a. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal.
17. Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :
b. Investasi marginal.
18. Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :
b. Cost of capital effect.
19. Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :
a. Penyesuaian portfolio di sektor moneter.
20. Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :
d. Irving Visher. (D)
21. Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya perekonomian dikenal dengan nama:
a. Cost of capital effect.
22. Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :
b. Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi.
23. Permalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :
a. Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran.
24. Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidak bisa diubah, yaitu seperti dibawahini, kecuali :
d. Lembaga social dan politik.
25. Untuk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, adalah seperti dibawah, kecuali :
d. Meningkatkan kapasitas produksi.
26. Suatu hal yang melandasi kaum klasik dalam pasar barang bersifat “ self regulating “ adalah :
b. Berlakunya hokum say
27. Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :
c. Nilai nominal uang.
28. Situasi makro suatu perekonomian terutama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :.
b. Permintaan efektif masyarakat.
29. Besarnya angka penganda ( effect multiflier ) untuk perekonomian terbuka adalah
a. 1 / 1-c
30. Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure / komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, Kedua komponen tersebut disebut :
a. Neraca perdagangan
31. Pos-pos yang terdapat dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :
c. Kredit dari bank sentral.
32. Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui money multiflier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :
a. Bertambahnya jumlah uang inti.
33. Uang inti yang ada dimasyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :
b. Bunga kredit bank.
34. Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan pengunaannya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan diatas sesuai dengan pemikiran :
a. Adam Smith.
35. Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :
c.Tingkat harga dan GDP riil.
36. Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect. Keynes Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui ……………….
c.Money multiflier.
37. AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbanagan, dalam artikelnya yang terkenal adalah :
a. The wealth of Nation.
38. Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :
c. Money multiflier.
39. Yang dimaksud dengan kurva IS adalah :
c. Kurva yang menunjukan hubungan pendapatan nasional pada tingkat investasi.
40. Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi tidak memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut:
d. Keseimbangan semu.
41. Permintaan uang ( L1 ) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang untuk berjaga-jaga besal-kecilnya tergantung dari :
b. Tingkat harga.
42. Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :
c. Open market operation.
43. Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :
b. John Maynard Keyness.
44. Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :
a. Milton Friedman.
45. Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, Ketiga hal diatas berakibat :
c. Domestic inflation
46. Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan
c. Hipotesa pendapatan.
47. Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural. Kecuali :
c. Inflasi selalu terjadi pada Negara sedang berkembang.
48. Menurut teori structural ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :
b. Pengangguran.
49. Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada ………….
b. Volume out put ( GDP riil ).
50. Kenaikan harga barang akhir ( output ) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar :
d. Cost inflation.(C)
II. Soal Esay !
1. Sebutkan Pos-pos kebijaksanaan fiscal dala APBN. Dan Jelaskan 3 konsep deficit, surplus dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !
2. Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana yang tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan agregat bila pemerintah menempuh jalan : a. Membeli barang dan jasa.
b. Menaikan gaji pegawai
c. Membayar Transter payments.
Jawab:
1. Secara garis besar terdiri 3 pos utama pada sisi pengeluaran “anggaran”;
1. Belanja barang dan jasa (G),
2. Gaji pegawai (W),
3. Transfer payment/subsisi (Tr).
Sedangkan pada sisi pendapatan terdiri 4 pos yang penting, yaitu:
1. Penerimaan pajak (Tx),
2. Kredit likuiditas bank sentral (U),
3. Pinjaman/obligasi dalam negeri (B),
4. Pinjaman/hutang luar negeri (F)
Masing-masing pos mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perekonomian.
Ada tiga pengertian yang berbeda mengenai arti defisit, surplus dan “anggaran” berimbang.
Konsep Surplus:
1. G + W + Tr < Tx maka “anggaran” surplus
2. G + W + R < T + B maka surplus “anggaran”
3. anggaran” surplus bila U < 0
Konsep Defisit
1. G + W + Tr > Tx maka “anggaran” deficit
2. G + W + Tr > Tx + B, Defisit “anggaran”
3. U > 0, Anggaran” deficit
Konsep Berimbang
1. G + W + Tr = Tx maka “anggaran” berimbang
2. G + W + R = T + B. maka berimbang
3. berimbang bila U = 0.pada pengertian ini menunjukkan ada tidaknya pencetakan uang baru untuk membiayai “Anggaran”.
2. membeli barang jasa
1 / 1-c . 2.000.000.000 = 10.000.000.000
Menaiakn gaji pegawai
c/ 1-c . 2.000.000.000 = 8.000.000.000
membayar transfer payment
c/1-c. 2.000.000.000 = 8.000.000.000
CARA TERBENTUKNYA TORNADO
Cara Terbentuknya Tornado
Tornado atau yang lebih kita kenal dengan angin puting beliung memiliki daya rusak yang tinggi. Sebagai ilustrasi, jika anda pernah membuka dengan tiba-tiba air yang tergenang di dalam wastafel maka akan terjadi pusaran air, begitulah kira-kira bentuk pusaran badai tornado.
Tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300-480 km/jam memiliki lebar lebih dari 1,6 km dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.
Tornado bisanya di ikuti dengan awan badai - thunderstorm (hujan angin yang di ikuti petir). Awan badai ini merupakan kumpulan energi yang sangat banyak sehingga menimbulkan gaya dorong ke dalam awan.
Awan terbentuk dari pengkondensasian air di udara, setiap gram air yang terkondensasi setara dengan 600 kalori panas yang di hasilkan. Energi ini akan terus miningkat dan di rubah menjadi energi kinetik akibat pergerakan udara keatas dan kebawah. Rata-rata hujan badai melepaskan energi 10.000.000 kwh atau setara dengan 20 kilo ton nuklir. Pergerakan udara keatas inilah yang membuat terjadinya pusaran udara atau yang di kenal dgn tornado.
Tingkatan skala tornado
Tingkatan skala tornado berdasarkan skala Fujita. Nama ini diambil dari nama penemunya yang seorang meteorologis bernama T. Theodore Fujita. Skala Fujita ini memiliki enam tingkatan yaitu:
1. Skala F0 merupakan tingkatan terendah dengan kecepatan angin 40 sampai 72 mph
2. Skala F1 dengan kecepatan angin 73 sampai 112 mph. pada tingkat ini tornado mampu merusak atap bangunan dan mobil kecil.
3. Skala F2, tornado mampu merusak rumah, truk, kereta api dan pepohonan. Kecepatan angin sekitar 113 sampai 157 mph.
4. Skala F3 dengan kecepatan angin 158 sampai 206 mph.
5. Skala F4 dengan kecepatan angin 207 sampai 260 mph yang mampu merusak struktur bangunan rumah.
6. Skala F5 merupakan skala tertinggi dengan kecepatan angin 261 sampai 318 mph. Pada tingkat ini, mobil akan berterbangan di udara dan seluruh truktur bangunan rumah akan luluh lantak di hantamnya.
Sumber: Gambar1, Fas.org, wikipedia
Tornado atau yang lebih kita kenal dengan angin puting beliung memiliki daya rusak yang tinggi. Sebagai ilustrasi, jika anda pernah membuka dengan tiba-tiba air yang tergenang di dalam wastafel maka akan terjadi pusaran air, begitulah kira-kira bentuk pusaran badai tornado.
Tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300-480 km/jam memiliki lebar lebih dari 1,6 km dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.
Tornado bisanya di ikuti dengan awan badai - thunderstorm (hujan angin yang di ikuti petir). Awan badai ini merupakan kumpulan energi yang sangat banyak sehingga menimbulkan gaya dorong ke dalam awan.
Awan terbentuk dari pengkondensasian air di udara, setiap gram air yang terkondensasi setara dengan 600 kalori panas yang di hasilkan. Energi ini akan terus miningkat dan di rubah menjadi energi kinetik akibat pergerakan udara keatas dan kebawah. Rata-rata hujan badai melepaskan energi 10.000.000 kwh atau setara dengan 20 kilo ton nuklir. Pergerakan udara keatas inilah yang membuat terjadinya pusaran udara atau yang di kenal dgn tornado.
Tingkatan skala tornado
Tingkatan skala tornado berdasarkan skala Fujita. Nama ini diambil dari nama penemunya yang seorang meteorologis bernama T. Theodore Fujita. Skala Fujita ini memiliki enam tingkatan yaitu:
1. Skala F0 merupakan tingkatan terendah dengan kecepatan angin 40 sampai 72 mph
2. Skala F1 dengan kecepatan angin 73 sampai 112 mph. pada tingkat ini tornado mampu merusak atap bangunan dan mobil kecil.
3. Skala F2, tornado mampu merusak rumah, truk, kereta api dan pepohonan. Kecepatan angin sekitar 113 sampai 157 mph.
4. Skala F3 dengan kecepatan angin 158 sampai 206 mph.
5. Skala F4 dengan kecepatan angin 207 sampai 260 mph yang mampu merusak struktur bangunan rumah.
6. Skala F5 merupakan skala tertinggi dengan kecepatan angin 261 sampai 318 mph. Pada tingkat ini, mobil akan berterbangan di udara dan seluruh truktur bangunan rumah akan luluh lantak di hantamnya.
Sumber: Gambar1, Fas.org, wikipedia
CARA HELIKOPTER TERBANG
Cara helikopter terbang
Helikopter merupakan alat transportasi yang digerakan oleh rotor dan memiliki kemampuan mendarat dan terbang secara vertikal. Helikopter juga bisa bergerak maju dan mundur di udara, selain itu helikopter memiliki kemampuan mengapung di udara. Karena kemampuannya ini helikopter banyak di manfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Helikopter mendapatkan daya untuk bergerak dari rotor yang berputar. Rotor helikopter memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Saat rotor berputar udara akan bergerak pada permukaan atas rotor mengakibatkan tekanan diatas rotor rendah dari yang dibawah rotor sehingga helikopter terangkat keatas.
Bagian-bagaian utama helikopter
Bilah rotor (rotor blade) merupakan bentuk aerofoil yang sudutnya bisa diubah-ubah dan berfungsi untuk menimbulkan gaya angkat dan gaya dorong. Rotor blade melekat pada main rotor dengan bantuah rotor hub.
Tail rotor terletak dibagain belakan helikopter, rotor ini merupakan rotor kecil yang berputar secara fertikal. fungsi rotor ini untuk mmebelokan helikopter sesuai arah yang dinginkan. selain itu tail rotor juga berfungsi untuk melawan torsi yang ditimbulkan oleh main rotor saat berputar (aksi dan reaksi)
Swash plate mempunyai dua bagian utama utama yaitu satu pelat yang tetap warna biru dan pelat yang berputar warna merah. Swash plate ini yang berfungsi untuk mengatur pergerakan pesawat dengan cara mengatur sudut serang udara pada rotor blade.
Cara helikopter terbang
Seperti yang kita singgung di atas, helikopter memiliki kemampuan yang unik saat mengudara. Berikut ini bagaimana cara helikopter terbang. Untuk lebih paham lebih baik kita lihat sekilas tentang bentuk aerofoil baling-baling helikopter
Setiap baling-baling heli memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Daya angkat yang ditimbulkannya tergantung pada sudut serang (angel of attack) dan kecepatan baling-baling saat berputar.
Collective control
Gerakan ini berfungsi untuk menaikan dan menurunkan helikopter. Gerakan ini di dapat dengan cara menikan atau menurukan swash plate terhadap poros rotor utama tanpa mengubah sudut nya. Karena perubahan sudut serang (pith angel) serentak atau kolektif maka gerakan naik heli akan selalu konstan terhadap putaran baling-balingnya.
Cyclic control
Gerakan iniberhubungan dengan gerakan memutar dan maju. Untuk bergerak maju sudut serang blade di ubah dengan cara memiringkan swash plate. Karena sudut serang pada masing-masing blade tidak sama, maka gaya angkat pun berubah. Perbedaan gaya angkat inilah yang digunakan untuk memajukan, memundurkan, atau memutar peawat.
Sumber: infovisual, wikipedia, howstuff, startflying
Helikopter merupakan alat transportasi yang digerakan oleh rotor dan memiliki kemampuan mendarat dan terbang secara vertikal. Helikopter juga bisa bergerak maju dan mundur di udara, selain itu helikopter memiliki kemampuan mengapung di udara. Karena kemampuannya ini helikopter banyak di manfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Helikopter mendapatkan daya untuk bergerak dari rotor yang berputar. Rotor helikopter memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Saat rotor berputar udara akan bergerak pada permukaan atas rotor mengakibatkan tekanan diatas rotor rendah dari yang dibawah rotor sehingga helikopter terangkat keatas.
Bagian-bagaian utama helikopter
Bilah rotor (rotor blade) merupakan bentuk aerofoil yang sudutnya bisa diubah-ubah dan berfungsi untuk menimbulkan gaya angkat dan gaya dorong. Rotor blade melekat pada main rotor dengan bantuah rotor hub.
Tail rotor terletak dibagain belakan helikopter, rotor ini merupakan rotor kecil yang berputar secara fertikal. fungsi rotor ini untuk mmebelokan helikopter sesuai arah yang dinginkan. selain itu tail rotor juga berfungsi untuk melawan torsi yang ditimbulkan oleh main rotor saat berputar (aksi dan reaksi)
Swash plate mempunyai dua bagian utama utama yaitu satu pelat yang tetap warna biru dan pelat yang berputar warna merah. Swash plate ini yang berfungsi untuk mengatur pergerakan pesawat dengan cara mengatur sudut serang udara pada rotor blade.
Cara helikopter terbang
Seperti yang kita singgung di atas, helikopter memiliki kemampuan yang unik saat mengudara. Berikut ini bagaimana cara helikopter terbang. Untuk lebih paham lebih baik kita lihat sekilas tentang bentuk aerofoil baling-baling helikopter
Setiap baling-baling heli memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Daya angkat yang ditimbulkannya tergantung pada sudut serang (angel of attack) dan kecepatan baling-baling saat berputar.
Collective control
Gerakan ini berfungsi untuk menaikan dan menurunkan helikopter. Gerakan ini di dapat dengan cara menikan atau menurukan swash plate terhadap poros rotor utama tanpa mengubah sudut nya. Karena perubahan sudut serang (pith angel) serentak atau kolektif maka gerakan naik heli akan selalu konstan terhadap putaran baling-balingnya.
Cyclic control
Gerakan iniberhubungan dengan gerakan memutar dan maju. Untuk bergerak maju sudut serang blade di ubah dengan cara memiringkan swash plate. Karena sudut serang pada masing-masing blade tidak sama, maka gaya angkat pun berubah. Perbedaan gaya angkat inilah yang digunakan untuk memajukan, memundurkan, atau memutar peawat.
Sumber: infovisual, wikipedia, howstuff, startflying
ANALISIS SWOT PERUSAHAAN
ANALISIS SWOT
Salah satu metoda analisis lingkungan yang sering digunakan adalah Analisis SWOT (Strenght / Kekuatan, Weaknesess / Kelemahan, Opportunity / Peluang, Threats /Ancaman). Kekuatan adalah variabel atau faktor-faktor internal seperti teknologi yang dimiliki perusahaan, sumberdaya manusia (karyawan dan manajemen), sistem, maupun modal, yang mampu menjadikan perusahaan memiliki keunggulan tertentu. Paling tidak, faktor tersebut menjadi penentu utama untuk mempertahankan atau kalau bisa mengembangkan-kinerja perusahaan. Sedangkan kelemahan adalah faktor yang menyebabkan perusahaan tidak mampu mengerjakan sesuatu yang ternyata dapat dikerjakan dengan baik dan atau lebih murah oleh pesaingnya. Faktor ini dianalisis dapat menyebabkan penurunan kinerja perusahaan. Sementara itu, yang disebut dengan peluang dan ancaman adalah faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan, misalnya:
Ancaman dominan dalam industri
Kekuatan dan dorongan persaingan dalam industri
Faktor penyebab perubahan
Aktivitas pesaing
Faktor yang menentukan keberhasilan untuk bersaing dalam industri
Daya tarik industri
(www.wardoyo.staff.gunadarma.ac.id)
ANALISA SWOT PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK
(INDOSAT)
1. Strength:
Kekuatan Indosat antara lain terdapat pada: hak duopoli yang dimilikinya, pengalaman mengelola bisnis telekomunikasi internasional, kekuatan manajemen dan budaya perusahaan, rangkaian produk dan jasa yang luas, teknologi yang mutakhir pada peralatannya, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik.
2. Weakness:
Kelemahan Indosat antara lain terdapat pada: kurangnya kebiasaan bersaing secara ketat akibat kenikmatan hak duopoli yang dimilikinya, rentannya likuiditas perusahaan akibat besarnya kewajiban yang dimilikinya, dan diversifikasi yang berlebihan seperti pada perusahaan anak dan afiliasi yang kurang menguntungkan.
3. Oppurtunities:
Peluang bagi Indosat antara lain: besarnya pasar domestik yang belum tergarap, perluasan usaha baru yang melingkupi bisnis inti yang cukup menguntungkan, dan bisnis telekomunikasi global yang cukup menjanjikan.
4. Threat:
Ancaman bagi Indosat antara lain: masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri sehubungan akan berakhirnya hak duopoli, kompetisi global yang memasuki pasar domestik, dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
(Sumber : PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK)
ANALISIS SWOT SPEEDY
SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunity and Threat. Biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk analisis kekuatan perusahaan.
Berikut analisis produk Speedy yang menjadi anak emas PT.Telkom, Tbk
Strength (Kekuatan)
1. Produk Incumbent
2. Monopoli market
3. Market leader dapat mencapai 99%
4. Brand oke
Weakness (Kelemahan)
1. Pelayanan semakin berkurang seiring meningkatnya prosentase pemakaian Speedy dan sebanding dengan trafik gangguan masuk.
2. Konsumen tidak familiar dengan produk Speedy
3. Jarlokat (Jaringan lokal tembaga) banyak yang sudah renta, asumsi bahwa induk perusahaan sudah lama berdiri dan memakai jalur transmisi lama.
4. Pertumbuhan Speedy di STO daerah rural relatif lama.
Opportunity (Peluang)
1. Margin menggiurkan
2. Pertumbuhan lokasi bisnis dan menjamurnya sektor pendidikan yang membutuhkan akses internet mudah.
3. Track Record oke
Threat (Ancaman)
1. Persaiangan jangka panjang menunggu munculnya tekonologi baru seperti wimax
2. Crack account
http://ardiansyahputra.wordpress.com/2007/09/11/analisis-swot-speedy/, PT.TELKOM,TB
ANALISIS SWOT PT SIDO MUNCUL
A. Strength
1. SDM yang handal
PT Sidomuncul di dukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan yang bervariasi dan
ditempatkan sesuai dengan keahliannya serta Sido Muncul juga memiliki tenaga ahli juga memiliki tenaga ahli
dari berbagai disiplin ilmu.
2. Fasilitas pabrik yang lengkap
Dengan standar pabrik CPOB (Standar Pabrik Farmasi) maka Sido Muncul memiliki berbagai fasilitas guna
mendukung produksi.
3. Merupakan perusahaan jamu terbesar di Indonesia
Sido Muncul merupakan pabrik jamu terbesar yang ada di Indonesia dan merupakan pionir bagi pabrik jamu
lainnya.
4. Distribusi tersebar di seluruh wilayah Indonesia
Sido muncul berhasil menarik pelanggan di seluruh wilayah di Indonesia, baik daerah perkotaan maupun
pedesaan maka dari itu distribusi produk Sido Muncul juga menyeluruh hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
5. Produk terjangkau
Harga dari produk PT Sido Muncul sangat terjangkau pada seluruh lapisan masyarakat.
B. Weakness
1. Beberapa tahun lalu bintang iklan PT Sido Muncul menggunaka Sophia Latjuba yang kemudian terjadi masalah pribadi (antara Sophia Latjuba dan kekasihnya yang berasal dari Amerika) sehingga menyebabkan iklan itu jarang muncul di TV tetapi sudah diselesaikan dengan menggunakan bintang iklan yang baru.
2. PT Sido Muncul belum mempunyai alat untuk mengeringkan bahan baku sehingga hanya mengandalkan cara tradisional (matahari) sehingga pada musim hujan pengeringan tidak sempurna. Untuk mengatasi masalah tersebut PT Sido Muncul mengambil bahan baku dari pengumpul.
C. Opportunity
1) Teknologi
Diera modern ini dibutuhkan peralatan/teknologi yang canggih untuk mendukung proses kerja yang dituntut serba cepat dan higienis karena PT Sido Muncul yang merupakan pabrik berstandar pabrik farmasi memiliki fasilitas laboratorium, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah.
2) Selera masyarakat
Perubahan gaya hidup serba instant membuat masyarakat kembali kepada produk-produk herbal (obat- obatan tradisional), karena dirasa produk-produk herbal dapat memberikan banyak manfaat dan tidak menimbulkan efek samping. Hal ini sejalan dengan misi PT Sido Muncul
3) Menjadi sponsor dalam berbagai promosi kesehatan
Dengan menjadi salah sati sponsopr dalam berbagai kegiatan promosi kesehatan dapat membentuk suatu image yang bagus.
D. Threatment
1) Pesaing
(a) Karena kini selera masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional, menyebabkan permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat, sehingga PT Sido Muncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional dan tidak tanggung-tanggung mencoba untuk menjatuhkan image produk Sido Muncul dengan cara “Memlesetkan” salah satu iklan dari PT Sido Muncul.
(b) Jamu-jamu bahan kimia obat (BKO) yang merebak di Indonesia saat ini (ex : Koperasi perusahaan jamu BKO di Cilacap) menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat di industri jamu, perusahaan-perusahaan tersebut hanya mencari keuntungan semata, dan tidak memikirkan bahayanya terhadap konsumen.
2) Krisis ekonomi
Ditengah krisis ekonomi saat ini menyebabkan kondisi bahan-bahan baku produk tidak stabil, pembiayaan proses produksi, distribusi dan lain-lain menjadi semakin mahal, karenanya dibutuhkan solusi yang tepat bagi PT Sido Muncul untuk menyiasati kondisi seperti ini.
(www.bingar-strategipemasaran.blogspot.com)
ANALISA SWOT AQUA DANONE
Strength :
- Brand Aqua Danone sangat kuat.
- Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%).
- Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk.
Weakness :
- Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor
- Margin tipis
- Diperlukan Modal Kerja yang cukup signifikan
- Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.
Opportunity :
- Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar
- Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll).
Threat :
- Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua Danone dari wilayah lain (cross border)
- Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila melanggar aturan keagenan.
Strata keagenan dan Harga Jual Aqua Danone :
(Catatan : volume minimum = volume setiap pengiriman = volume per invoice)
1. Direct : End user, Konsumen Rumah Tangga / Perkantoran, volume minimum 1, tidak ada target, harga jual air (isi saja) Rp 9.000 s/d Rp 10.000 (diantar)
2. Retailer : Toko Kecil / Warung, volume min 5 s/d 10, tidak ada target, harga jual Rp 8.050.
3. Whole Seller : toko besar / grosir, volume min 50, target vol min. 2.000 / bln
4. High Class Outlet : Hotel, Supermarket, Hypermarket, Toserba …> mempunyai aturan tersendiri dan kontrak jangka panjang serta berhubungan langsung dengan principal Aqua Danone, Jakarta.
5. Star Outlet : Sub Distributor dengan wilayah tertentu, volume min 500, target volume min 12.500 / bln
Modal kerja yang diperlukan tergantung Strata Agen yang diinginkan, namun point yang penting :
1. Sewa tempat usaha, syukur apabila sudah mempunyai kios / ruko sendiri.
2. Telpon PSTN / Flexy dengan nomor cantik, agar mudah diingat pelanggan.
3. Harga botol (galon) Rp 30.000,- / buah
4. Sepeda motor / Mobil jenis Pick Up / Light Truck (tergantung strata keagenan), dipakai untuk distribusi produk
5. Biaya Overhead selama 3-6 bulan
(http://betigaklaten.wordpress.com/2007/08/08/analisa-swot-bisnis-distribusi/)
ANALISIS SWOT PT UNILEVER
Kekuatan (Strengths)
1. Strategi promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam iklan tersebut.
2. PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey, edisi khusus 2007)
3. Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.
4. Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap jajaran.
5. Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury, dan ice cream.
6. Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.
7. PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat terlayani.
8. PT unilever mempunyai moto “operational excellent with no compromise on quality”. Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk.
Kelemahan (Weaknesses)
1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang mempunyai agenda dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua, komunikasi pada karyawan yang bisa menerima pesan yang berbeda-beda. Dan ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan, dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial.
2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.
3. Jumlah karyawan yang tambun.
4. Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever indonesia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu.
5. Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan.
6. Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu.
7. Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah.
8. Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.
Kesempatan (Opportunities)
1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ekonomi Indonesia sebesar 6.3%.
2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan papua.
3. Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen.
4. Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.
5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553 (50,1%) perempuan.
6. Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods.
7. Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1.
8. Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %.
Ancaman (Threats)
1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula kelapa, dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan komoditas lainnya.
2. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
3. Melemahnya daya beli konsumen.
4. Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.
5. Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan tingginya biaya pemasaran produk.
6. Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri.
7. Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina.
8. Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk-produk luar negeri.
9. Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang membahayakan komunitas orang utan.
10. Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever.
11. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.
(http://harningsih-ningsihblog.blogspot.com/2010/03/analisis-swot-pada-produk-pt-unilever.html)
Salah satu metoda analisis lingkungan yang sering digunakan adalah Analisis SWOT (Strenght / Kekuatan, Weaknesess / Kelemahan, Opportunity / Peluang, Threats /Ancaman). Kekuatan adalah variabel atau faktor-faktor internal seperti teknologi yang dimiliki perusahaan, sumberdaya manusia (karyawan dan manajemen), sistem, maupun modal, yang mampu menjadikan perusahaan memiliki keunggulan tertentu. Paling tidak, faktor tersebut menjadi penentu utama untuk mempertahankan atau kalau bisa mengembangkan-kinerja perusahaan. Sedangkan kelemahan adalah faktor yang menyebabkan perusahaan tidak mampu mengerjakan sesuatu yang ternyata dapat dikerjakan dengan baik dan atau lebih murah oleh pesaingnya. Faktor ini dianalisis dapat menyebabkan penurunan kinerja perusahaan. Sementara itu, yang disebut dengan peluang dan ancaman adalah faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan, misalnya:
Ancaman dominan dalam industri
Kekuatan dan dorongan persaingan dalam industri
Faktor penyebab perubahan
Aktivitas pesaing
Faktor yang menentukan keberhasilan untuk bersaing dalam industri
Daya tarik industri
(www.wardoyo.staff.gunadarma.ac.id)
ANALISA SWOT PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK
(INDOSAT)
1. Strength:
Kekuatan Indosat antara lain terdapat pada: hak duopoli yang dimilikinya, pengalaman mengelola bisnis telekomunikasi internasional, kekuatan manajemen dan budaya perusahaan, rangkaian produk dan jasa yang luas, teknologi yang mutakhir pada peralatannya, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik.
2. Weakness:
Kelemahan Indosat antara lain terdapat pada: kurangnya kebiasaan bersaing secara ketat akibat kenikmatan hak duopoli yang dimilikinya, rentannya likuiditas perusahaan akibat besarnya kewajiban yang dimilikinya, dan diversifikasi yang berlebihan seperti pada perusahaan anak dan afiliasi yang kurang menguntungkan.
3. Oppurtunities:
Peluang bagi Indosat antara lain: besarnya pasar domestik yang belum tergarap, perluasan usaha baru yang melingkupi bisnis inti yang cukup menguntungkan, dan bisnis telekomunikasi global yang cukup menjanjikan.
4. Threat:
Ancaman bagi Indosat antara lain: masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri sehubungan akan berakhirnya hak duopoli, kompetisi global yang memasuki pasar domestik, dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
(Sumber : PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK)
ANALISIS SWOT SPEEDY
SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunity and Threat. Biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk analisis kekuatan perusahaan.
Berikut analisis produk Speedy yang menjadi anak emas PT.Telkom, Tbk
Strength (Kekuatan)
1. Produk Incumbent
2. Monopoli market
3. Market leader dapat mencapai 99%
4. Brand oke
Weakness (Kelemahan)
1. Pelayanan semakin berkurang seiring meningkatnya prosentase pemakaian Speedy dan sebanding dengan trafik gangguan masuk.
2. Konsumen tidak familiar dengan produk Speedy
3. Jarlokat (Jaringan lokal tembaga) banyak yang sudah renta, asumsi bahwa induk perusahaan sudah lama berdiri dan memakai jalur transmisi lama.
4. Pertumbuhan Speedy di STO daerah rural relatif lama.
Opportunity (Peluang)
1. Margin menggiurkan
2. Pertumbuhan lokasi bisnis dan menjamurnya sektor pendidikan yang membutuhkan akses internet mudah.
3. Track Record oke
Threat (Ancaman)
1. Persaiangan jangka panjang menunggu munculnya tekonologi baru seperti wimax
2. Crack account
http://ardiansyahputra.wordpress.com/2007/09/11/analisis-swot-speedy/, PT.TELKOM,TB
ANALISIS SWOT PT SIDO MUNCUL
A. Strength
1. SDM yang handal
PT Sidomuncul di dukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan yang bervariasi dan
ditempatkan sesuai dengan keahliannya serta Sido Muncul juga memiliki tenaga ahli juga memiliki tenaga ahli
dari berbagai disiplin ilmu.
2. Fasilitas pabrik yang lengkap
Dengan standar pabrik CPOB (Standar Pabrik Farmasi) maka Sido Muncul memiliki berbagai fasilitas guna
mendukung produksi.
3. Merupakan perusahaan jamu terbesar di Indonesia
Sido Muncul merupakan pabrik jamu terbesar yang ada di Indonesia dan merupakan pionir bagi pabrik jamu
lainnya.
4. Distribusi tersebar di seluruh wilayah Indonesia
Sido muncul berhasil menarik pelanggan di seluruh wilayah di Indonesia, baik daerah perkotaan maupun
pedesaan maka dari itu distribusi produk Sido Muncul juga menyeluruh hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
5. Produk terjangkau
Harga dari produk PT Sido Muncul sangat terjangkau pada seluruh lapisan masyarakat.
B. Weakness
1. Beberapa tahun lalu bintang iklan PT Sido Muncul menggunaka Sophia Latjuba yang kemudian terjadi masalah pribadi (antara Sophia Latjuba dan kekasihnya yang berasal dari Amerika) sehingga menyebabkan iklan itu jarang muncul di TV tetapi sudah diselesaikan dengan menggunakan bintang iklan yang baru.
2. PT Sido Muncul belum mempunyai alat untuk mengeringkan bahan baku sehingga hanya mengandalkan cara tradisional (matahari) sehingga pada musim hujan pengeringan tidak sempurna. Untuk mengatasi masalah tersebut PT Sido Muncul mengambil bahan baku dari pengumpul.
C. Opportunity
1) Teknologi
Diera modern ini dibutuhkan peralatan/teknologi yang canggih untuk mendukung proses kerja yang dituntut serba cepat dan higienis karena PT Sido Muncul yang merupakan pabrik berstandar pabrik farmasi memiliki fasilitas laboratorium, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah.
2) Selera masyarakat
Perubahan gaya hidup serba instant membuat masyarakat kembali kepada produk-produk herbal (obat- obatan tradisional), karena dirasa produk-produk herbal dapat memberikan banyak manfaat dan tidak menimbulkan efek samping. Hal ini sejalan dengan misi PT Sido Muncul
3) Menjadi sponsor dalam berbagai promosi kesehatan
Dengan menjadi salah sati sponsopr dalam berbagai kegiatan promosi kesehatan dapat membentuk suatu image yang bagus.
D. Threatment
1) Pesaing
(a) Karena kini selera masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional, menyebabkan permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat, sehingga PT Sido Muncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional dan tidak tanggung-tanggung mencoba untuk menjatuhkan image produk Sido Muncul dengan cara “Memlesetkan” salah satu iklan dari PT Sido Muncul.
(b) Jamu-jamu bahan kimia obat (BKO) yang merebak di Indonesia saat ini (ex : Koperasi perusahaan jamu BKO di Cilacap) menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat di industri jamu, perusahaan-perusahaan tersebut hanya mencari keuntungan semata, dan tidak memikirkan bahayanya terhadap konsumen.
2) Krisis ekonomi
Ditengah krisis ekonomi saat ini menyebabkan kondisi bahan-bahan baku produk tidak stabil, pembiayaan proses produksi, distribusi dan lain-lain menjadi semakin mahal, karenanya dibutuhkan solusi yang tepat bagi PT Sido Muncul untuk menyiasati kondisi seperti ini.
(www.bingar-strategipemasaran.blogspot.com)
ANALISA SWOT AQUA DANONE
Strength :
- Brand Aqua Danone sangat kuat.
- Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%).
- Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk.
Weakness :
- Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor
- Margin tipis
- Diperlukan Modal Kerja yang cukup signifikan
- Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.
Opportunity :
- Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar
- Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll).
Threat :
- Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua Danone dari wilayah lain (cross border)
- Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila melanggar aturan keagenan.
Strata keagenan dan Harga Jual Aqua Danone :
(Catatan : volume minimum = volume setiap pengiriman = volume per invoice)
1. Direct : End user, Konsumen Rumah Tangga / Perkantoran, volume minimum 1, tidak ada target, harga jual air (isi saja) Rp 9.000 s/d Rp 10.000 (diantar)
2. Retailer : Toko Kecil / Warung, volume min 5 s/d 10, tidak ada target, harga jual Rp 8.050.
3. Whole Seller : toko besar / grosir, volume min 50, target vol min. 2.000 / bln
4. High Class Outlet : Hotel, Supermarket, Hypermarket, Toserba …> mempunyai aturan tersendiri dan kontrak jangka panjang serta berhubungan langsung dengan principal Aqua Danone, Jakarta.
5. Star Outlet : Sub Distributor dengan wilayah tertentu, volume min 500, target volume min 12.500 / bln
Modal kerja yang diperlukan tergantung Strata Agen yang diinginkan, namun point yang penting :
1. Sewa tempat usaha, syukur apabila sudah mempunyai kios / ruko sendiri.
2. Telpon PSTN / Flexy dengan nomor cantik, agar mudah diingat pelanggan.
3. Harga botol (galon) Rp 30.000,- / buah
4. Sepeda motor / Mobil jenis Pick Up / Light Truck (tergantung strata keagenan), dipakai untuk distribusi produk
5. Biaya Overhead selama 3-6 bulan
(http://betigaklaten.wordpress.com/2007/08/08/analisa-swot-bisnis-distribusi/)
ANALISIS SWOT PT UNILEVER
Kekuatan (Strengths)
1. Strategi promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam iklan tersebut.
2. PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey, edisi khusus 2007)
3. Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.
4. Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap jajaran.
5. Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury, dan ice cream.
6. Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.
7. PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat terlayani.
8. PT unilever mempunyai moto “operational excellent with no compromise on quality”. Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk.
Kelemahan (Weaknesses)
1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang mempunyai agenda dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua, komunikasi pada karyawan yang bisa menerima pesan yang berbeda-beda. Dan ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan, dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial.
2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.
3. Jumlah karyawan yang tambun.
4. Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever indonesia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu.
5. Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan.
6. Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu.
7. Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah.
8. Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.
Kesempatan (Opportunities)
1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ekonomi Indonesia sebesar 6.3%.
2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan papua.
3. Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen.
4. Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.
5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553 (50,1%) perempuan.
6. Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods.
7. Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1.
8. Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %.
Ancaman (Threats)
1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula kelapa, dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan komoditas lainnya.
2. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
3. Melemahnya daya beli konsumen.
4. Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.
5. Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan tingginya biaya pemasaran produk.
6. Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri.
7. Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina.
8. Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk-produk luar negeri.
9. Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang membahayakan komunitas orang utan.
10. Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever.
11. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.
(http://harningsih-ningsihblog.blogspot.com/2010/03/analisis-swot-pada-produk-pt-unilever.html)
Selasa, 23 Maret 2010
TUGAS 3 RISET AKUNTANSI
TUGAS 3 RISET AKUNTANSI
Buatlah Resume Jurnal atau Tulisan (2 Jurnal)
Judul
PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENTS
Penulis : Riyatno
Resume:
Skandal akuntansi yang terjadi pada perusahaan-perusahaan besar di AS seperti Enron, WorldCom, Xerox, dan terakhir perusahaan farmasi Merck pada awal bulan Juli 2002 telah mengakibatkan turunnya kepercayaan publik terutama investor di pasar modal terhadap pelaporan keuangan yang dilakukan perusahaan. Kesalahan juga dialamatkan kepada profesi akuntan terutama akuntan publik yang seharusnya berperan sebagai “public watchdog” terhadap informasi keuangan yang disusun oleh perusahaan. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia dengan adanya kasus Telkom dan Indofarma, yang mengharuskan penilaian kembali (restatement) laba yang dilaporkan perusahaan pada periode-periode yang lalu karena kesalahan manajemen yang tidak ditemukan oleh KAP yang mengaudit periode terdahulu. Akuntan publik yang mengaudit perusahaan yang terkena skandal akuntansi tersebut juga tergolong kantor akuntan publik (KAP) yang berukuran besar dan mempunyai reputasi di bidang keuangan, namun hal itu ternyata tidak menjamin bahwa laporan keuangan perusahaan mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya. Padahal di sisi lain informasi keuangan yang akurat merupakan pertimbangan utama untuk menilai harga wajar suatu sekuritas, misalnya saham atau obligasi di pasar modal. Kegagalan dalam pelaporan keuangan dalam bentuk kecurangan atau kesalahan yang tidak dapat diungkapkan oleh KAP saat melakukan audit mengakibatkan kerugian yang besar bagi investor dan kreditor. Laba (earnings) merupakan informasi keuangan yang selalu dinantikan oleh para pemakai laporan keuangan. Laba merupakan ukuran kinerja atau keberhasilan suatu perusahaan yang dapat diperbandingkan dengan perusahaan lain. Kinerja yang dilihat apakah perusahaan membukukan laba lebih tinggi atau lebih rendah dari periode sebelumnya. Laba yang berhasil dicapai oleh suatu perusahaan merupakan salah satu ukuran kinerja dan menjadi pertimbangan oleh para investor atau kreditur dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi atau untuk memberikan tambahan kredit. Perusahaan yang melaporkan laba yang tinggi tentu akan menggembirakan investor yang menanamkan modalnya karena ia akan mendapatkan dividen atas tiap kepemilikan saham yang dimilikinya. Demikian pula halnya dengan kreditur, ia akan merasa yakin bahwa ia akan menerima pendapatan bunga dan pengembalian pokok pinjaman yang telah diberikan kepada perusahaan. Satu hal yang terkait dengan informasi laba khususnya dan laporan keuangan pada umumnya yang dilaporkan oleh perusahaan adalah adanya peran Kantor Akuntan Publik (KAP) / Auditor eksternal untuk memberikan jasa atestasi atas laporan keuangan perusahaan. Auditor memberikan opini atas laporan keuangan perusahaan meliputi kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Namun dengan terjadinya skandal-skandal akuntansi, yang terutama dilakukan dengan motif mempercantik tampilan kinerja atau laba yang dilaporkan sehingga saham perusahaan terlihat menarik dan menguntungkan bila dibeli oleh investor di pasar modal mengakibatkan publik terutama investor mempertanyakan kembali kualitas audit yang telah dilakukan oleh suatu KAP, terutama KAP besar yang telah memiliki nama dan reputasi baik. Sehingga saat ini terdapat penilaian skeptis dari publik bahwa KAP besar tidak menjamin laporan keuangan yang diaudit tidak mengandung kesalahan yang material. Karena auditor memberikan opini terhadap laporan keuangan khususnya informasi laba sehingga memberikan kredibilitas atas informasi laba tersebut, dan KAP besar dianggap memiliki kualitas audit yang lebih tinggi daripada KAP kecil sehingga informasi laba yang dilaporkan perusahaan menjadi lebih kredibel, maka terdapat hubungan antara kualitas audit, yang diproksikan dengan ukuran KAP dengan informasi laba yang dapat dilihat dari reaksi atau respons pasar terhadap pengumuman informasi laba tersebut yaitu besaran Earnings Response Coefficient (ERC).
CAPM (Capital Aset Pricing Model) memberikan kemudahan bagi para analis dan investor untuk memprediksi harga wajar suatu sekuritas. Model CAPM dengan versi pasar mengasumsikan keterkaitan antara return pasar dengan return suatu saham, artinya pergerakan return pasar akan mempengaruhi rerurn saham tersebut. Return saham suatu perusahaan adalah total perubahan harga saham ditambah dengan dividen yang diterima dibagi dengan harga saham awal. Seorang investor dikatakan mendapatkan abnormal return (disebut juga unexpected return atau excess return) apabila ia mendapatkan return aktual yang lebih besar dari return yang diekspetasi dengan menggunakan model CAPM. Dengan melihat penjelasan diatas bahwa informasi laba akan mempengaruhi penilaian analis atau investor terhadap harga saham, yang lebih lanjut akan mempengaruhi return yang diterima oleh investor selaku pemegang saham, maka informasi laba tersebut merupakan salah satu informasi yang dipergunakan dalam strategi jual, beli atau menahan saham yang dilakukan oleh investor di pasar modal. Untuk mengukur seberapa besar reaksi pasar terhadap informasi mengenai perusahaan yang tercermin dengan dikeluarkannya laporan keuangan, terutama informasi laba dikenal istilah Earnings Response Coefficients (ERC) dalam penelitian-penelitian di pasar modal. ERC adalah ukuran besaran abnormal return suatu sekuritas sebagai respon terhadap komponen laba kejutan (unexpected earnings) yang dilaporkan oleh perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut (Scott, 2001:152). mempengaruhi ERC suatu sekuritas. Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan ERC suatu perusahaan yaitu risiko (beta) saham, struktur modal, persistence, kualitas laba, kemungkinan tumbuh dan tingkat keterinformasian laba (Scott, 2001:153-157). Kualitas audit merupakan sesuatu yang abstrak sehingga sulit diukur dan hanya dapat dirasakan oleh para pengguna jasa audit, sehingga sampai saat ini tidak ada definisi yang seragam mengenai kualitas audit tersebut. DeAngelo (1991) dalam Ebrahim (2001) mendefinisikan kualitas audit sebagai probabilitas untuk mendeteksi dan melaporkan kesalahan yang material dalam laporan keuangan. Carcello, et. al. (1992) meringkas atribut kualitas audit menjadi 12 (dua belas) yaitu: 1) berpengalaman; 2) memahami keahlian dalam industri klien; 3) responsif terhadap kebutuhan klien; 4) memiliki kompetensi secara teknis dalam mengaplikasikan standar audit; 5) Independen; 6) bersikap hati-hati (exercised due care); 7) mempunyai komitmen yang kuat terhadap kualitas; 8) melibatkan rekan/manajer KAP dalam penugasan audit; 9) melaksanakan pekerjaan lapangan audit dengan layak; 10) berinteraksi dengan komite audit klien; 11) mempunyai standar etika yang tinggi dan mempunyai pengetahuan dalam bidang akuntansi dan auditing; dan 12) bersikap skeptis dalam penugasan audit. Beberapa penelitian yang menggunakan ukuran KAP sebagai proksi kualitas audit berhasil membuktikan secara empiris bahwa terdapat perbedaan kualitas antara KAP berukuran besar (Big four accounting firms) dengan KAP berukuran kecil (non big four accounting firms).
Penelitian ini mencoba memberikan bukti empiris mengenai pengaruh ukuran KAP sebagai proksi kualitas audit terhadap Earnings Response Coefficients (ERC) dengan mempergunakan sampel penelitian sebanyak 64 perusahaan dari perusahaan yang terdaftar di BEJ pada tahun 1999 dan 2000. Dengan menggunakan metode event study, dihitung nilai ERC perusahaan disekitar tanggal pengumuman informasi laba, dengan pemisahan berdasarkan KAP yang mengaudit perusahaan tersebut. Analisa dilakukan dengan menggunakan model regresi dan uji beda rata-rata (Mann-Whitney Test) sehingga dapat ditarik kesimpulan: 1) Bahwa ukuran KAP berpengaruh terhadap ERC perusahaan. KAP yang berukuran besar dipersepsikan sebagai KAP yang berkualitas sehingga menambah kredibilitas informasi laba yang disampaikan oleh perusahaan. Hal itu akan menjadikan investor akan menjadi lebih percaya dan yakin akan informasi laba yang dilaporkan oleh perusahaan. 2) Tidak terdapat perbedaan ERC perusahaan yang diaudit KAP besar dengan yang diaudit KAP kecil secara signifikan. Tidak signifikannya perbedaan ERC perusahaan yang diaudit KAP berukuran besar dengan perusahaan yang diaudit KAP berukuran kecil mungkin disebabkan investor tidak memperhatikan informasi laba dari perusahaan, termasuk KAP yang melakukan audit atas laporan keuangan yang nota bene seharusnya menambah nilai informasi keuangan perusahaan, karena banyaknya faktor lain seperti peristiwa politik, sosial, atau keamanan yang turut mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan investasi. Sedangkan beberapa keterbatasan dalam penelitian adalah: 1. Beberapa variabel kontrol yang mungkin juga mempengaruhi ERC, selain ukuran KAP tidak dimasukkan kedalam model regresi sehingga mengurangi daya prediksi model penelitian yang digunakan. 2. Penghitungan laba kejutan berdasarkan perbedaan laba per lembar saham pada dua laporan keuangan tahunan mungkin kurang mewakili karena jarak beda waktu yang terlalu lama. 3. Sampel penelitian yang meliputi seluruh industri di BEJ mungkin tidak tepat digunakan, karena terdapat beberapa industri yang sangat teregulasi melalui peraturan pemerintah, sehingga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ERC.
Judul
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR PADA DEBITUR PT. WOM FINANCE SURAKARTA
Penulis : FARID TRIBUNE UNIQEU
Resume :
Kepemilikan kendaraan bermotor saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk membuat efisiensi dalam aktivitas mereka. Kenaikan BBM membuat biaya transportasi juga semakin meningkat. Semakin meningkatnya biaya transportasi menyebabkan harga-harga kebutuhan lainnya juga meningkat. Salah satu cara untuk dapat menekan biaya transportasi adalah dengan memilik kendaraan sendiri terutama kendaraan bermotor. Namun kepemilikan kendaraan bermotor tidaklah mudah, mengingkat harga kendaraan yang tinggi. Oleh karena itu kehadiran lembaga keuangan bank maupun non bank dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan kredit kendaraan bermotor membuat konsumen menjadi sulit untuk menentukan pilihan. Karena persaingan diantara lembaga keuangan tersebut semakin ketat. Yang tentu saja juga semakin memanjakan konsumen dengan fasilitas yang diberikan oleh lembaga tersebut. Adapun prinsip yang diterapkan dalam pemberian kredit adalah prinsip5”C” yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition of economic(Munawir, 1997: 235). Dari kelima prinsip tersebut collateral (jaminan) merupakan hal yang penting dalam kebijakan pemberian kredit karena permasalahan yang sering dihadapi oleh lembaga keuangan adalah kredit macet (resiko tidak tertagihnya kredit) dengan adanya jaminan yang tinggi berarti resiko adanya kredit yang macet akan menjadi lebih rendah. Secara umum jaminan kredit dapat dibagi menjadi dua, yaitu jaminan fisik dan jaminan non fisik. Jaminan fisik dapat berbentuk barang seperti tanah, rumah, surat-surat berharga, dan lain-lain. Sedangkan jaminan non fisik dapat berbentuk jaminan keyakinan tentang prospek usaha debitur di masa yang akan datang dan kekuatan keuangan perusahaan yang dapat dilihat dalam laporan keuangan perusahaan. Selain jaminan faktor character juga penting. Character berkaitan dengan watak calon debitur. Selanjutnya adalah faktor capital. Faktor capital menunjukkan posisi finansial debitur secara keseluruhan. Bank atau lembaga keuangan harus mengetahui bagaimana perimbangan antara hutang dan jumlah modal sendiri calon debitur. Dalam penulisan skripsi ini penulis tertarik untuk mengungkapkan permasalahan mengenai pengaruh capital (pendapatan), character (watak) dan collateral (jaminan) dalam pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta.
Menurut Dana F Kellerman (1971; 237), kata “kredit“ berasal dari bahasa Yunani “Credere“ yang berarti kepercayaan atau dalam bahasa latin “Creditum“ yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Kredit didasarkan pada suatu perjanjian yang telah disepakati bersama antara kedua belah pihak (Bank dan Peminjam), dalam hal ini Bank hanya akan memberikan kredit bila Bank memiliki “kepercayaan“ bahwa peminjam akan dapat melunasi kewajibannya dikemudian hari. Dalam pengertian kredit terdapat unsur-unsur kredit itu sendiri, yaitu unsur (Tj’e Aman, 1989: 2):
a. Waktu
b. Kepercayaan
c. Penyerahan
d. Resiko
e. Persetujuan atau perjanjian
Perkreditan melibatkan beberapa pihak: kreditur (bank), debitur (penerima kredit), otorita moneter, dan bahkan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, tujuan perkreditan berbeda-beda dan tergantung pada pihak-pihak tersebut (Tj’e Aman, 1989:3).
a. Bagi kreditur (bank) :
1). Perkreditan merupakan sumber utama pendapatannya.
2). Pemberian kredit merupakan perangsang pemasaran produk-produk lainnya dalam persaingan.
3). Perkreditan merupakan instrumen penjaga likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas bank.
b. Bagi Debitur :
1). Kredit berfungsi sebagai sarana untuk membuat kegiatan usaha makin lancar dan performance (kinerja) usaha semakin baik daripada sebelumnya.
2). Kredit meningkatkan minat berusaha dan keuntungan sebagai jaminan kelanjutan kehidupan perusahaan.
3). Kredit memperluas kesempatan berusaha dan bekerja dalam perusahaan.
c. Bagi otorita :
1). Kredit berfungsi sebagai instrumen moneter.
2). Kredit berfungsi untuk menciptakan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja yang memperluas sumber pendapatan dan kemungkinan membuka sumber-sumber pendapatan negara.
3). Kredit berfungsi sebagai instrumen untuk ikut serta meningkatkan mutu manajemen dunia usaha, sehingga terjadi efisiensi dan mengurangi pemborosan di semua lini.
d. Bagi Masyarakat :
1). Kredit dapat menimbulkan backward dan foreward linkage dalam kehidupan perekonomian.
2). Kredit mengurangi pengangguran, karena membuka peluang berusaha, bekerja dan pemerataan pendapatan.
3). Kredit meningkatkan fungsi pasar, karena ada peningkatan daya beli (social buying power).
Pada umumnya kredit dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Menurut Jangka Waktunya :
1) Kredit Jangka Pendek
2) Kredit Jangka Menengah
3) Kredit Jangka Panjang
b. Menurut Tujuan Penggunaannya :
1) Kredit Modal Kerja
2) Kredit Investasi untuk keperluan :
a) Rehabilitasi
b) Modernisasi
c) Perluasan
d) Pembangunan proyek dengan mesin-mesin baru dalam rangka usaha yang baru.
e) Relokasi Pabrik, yaitu pemindahan lokasi pabrik secara keseluruhan
c. Menurut Sifat Penarikan Dananya :
1) Kredit Langsung
2) Kredit Tak Langsung
d. Menurut Sifat Pelunasannya :
1) Kredit Dengan Angsuran.
2) Kredit Bukan Dengan Angsuran.
Pada penelitian ini populasi mencakup seluruh konsumen PT. Wom Finance Surakarta Purwodadi sedangkan responden yang dijadikan sampel sebanyak 31 orang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan, responden digolongkan kedalam beberapa kelompok yang berdasarkan atas jenis usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama pengambilan kredit. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh pendapatan, karakter dan jaminan terhadap pemberian kredit maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil uji t variabel pendapatan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,010 (p < 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti.
2. Berdasarkan hasil uji t variabel karakter, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,039 (p < 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor karakter berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta.” terbukti.
3. Berdasarkan hasil uji t variabel jaminan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,015 (p < 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor jaminan berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti.
4. Variabel pendapatan memiliki nilai koefisien regresi dan t hitung yang lebih tinggi dibandingkan dengan variabel karakter dan jaminan yaitu sebesar 2,764, sedangkan karakter sebesar 2,164 dan jaminan sebesar 2,612, hal ini berarti pendapatan merupakan variabel yang dominan pengaruhnya terhadap pemberian kredit, jadi hipotesis keempat yang menyatakan bahwa “Diduga variabel pendapatan berpengaruh dominan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti kebenarannya.
5. Berdasarkan hasil uji F, variabel pendapatan, karakter dan jaminan secara bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit, dengan koefisien determinasi sebesar 60,8%.
beberapa keterbatasan yang teridentifikasikan dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut :
1. Dalam penelitian ini, penulis belum memasukkan semua unsur variabel yang mungkin berhubungan dengan pengambilan keputusan pemberian kredit.
2. Tidak seluruh sampel diambil dalam penelitian ini, tetapi hanya mengambil 31 responden atau sampel. Sehingga hasil yang dilaporkan kurang dapat digeneralisasikan, dalam arti apa yang telah ditemukan dalam penelitian ini mungkin berbeda dengan penelitian sejenis dengan sampel yang berbeda.
Buatlah Resume Jurnal atau Tulisan (2 Jurnal)
Judul
PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENTS
Penulis : Riyatno
Resume:
Skandal akuntansi yang terjadi pada perusahaan-perusahaan besar di AS seperti Enron, WorldCom, Xerox, dan terakhir perusahaan farmasi Merck pada awal bulan Juli 2002 telah mengakibatkan turunnya kepercayaan publik terutama investor di pasar modal terhadap pelaporan keuangan yang dilakukan perusahaan. Kesalahan juga dialamatkan kepada profesi akuntan terutama akuntan publik yang seharusnya berperan sebagai “public watchdog” terhadap informasi keuangan yang disusun oleh perusahaan. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia dengan adanya kasus Telkom dan Indofarma, yang mengharuskan penilaian kembali (restatement) laba yang dilaporkan perusahaan pada periode-periode yang lalu karena kesalahan manajemen yang tidak ditemukan oleh KAP yang mengaudit periode terdahulu. Akuntan publik yang mengaudit perusahaan yang terkena skandal akuntansi tersebut juga tergolong kantor akuntan publik (KAP) yang berukuran besar dan mempunyai reputasi di bidang keuangan, namun hal itu ternyata tidak menjamin bahwa laporan keuangan perusahaan mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya. Padahal di sisi lain informasi keuangan yang akurat merupakan pertimbangan utama untuk menilai harga wajar suatu sekuritas, misalnya saham atau obligasi di pasar modal. Kegagalan dalam pelaporan keuangan dalam bentuk kecurangan atau kesalahan yang tidak dapat diungkapkan oleh KAP saat melakukan audit mengakibatkan kerugian yang besar bagi investor dan kreditor. Laba (earnings) merupakan informasi keuangan yang selalu dinantikan oleh para pemakai laporan keuangan. Laba merupakan ukuran kinerja atau keberhasilan suatu perusahaan yang dapat diperbandingkan dengan perusahaan lain. Kinerja yang dilihat apakah perusahaan membukukan laba lebih tinggi atau lebih rendah dari periode sebelumnya. Laba yang berhasil dicapai oleh suatu perusahaan merupakan salah satu ukuran kinerja dan menjadi pertimbangan oleh para investor atau kreditur dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi atau untuk memberikan tambahan kredit. Perusahaan yang melaporkan laba yang tinggi tentu akan menggembirakan investor yang menanamkan modalnya karena ia akan mendapatkan dividen atas tiap kepemilikan saham yang dimilikinya. Demikian pula halnya dengan kreditur, ia akan merasa yakin bahwa ia akan menerima pendapatan bunga dan pengembalian pokok pinjaman yang telah diberikan kepada perusahaan. Satu hal yang terkait dengan informasi laba khususnya dan laporan keuangan pada umumnya yang dilaporkan oleh perusahaan adalah adanya peran Kantor Akuntan Publik (KAP) / Auditor eksternal untuk memberikan jasa atestasi atas laporan keuangan perusahaan. Auditor memberikan opini atas laporan keuangan perusahaan meliputi kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Namun dengan terjadinya skandal-skandal akuntansi, yang terutama dilakukan dengan motif mempercantik tampilan kinerja atau laba yang dilaporkan sehingga saham perusahaan terlihat menarik dan menguntungkan bila dibeli oleh investor di pasar modal mengakibatkan publik terutama investor mempertanyakan kembali kualitas audit yang telah dilakukan oleh suatu KAP, terutama KAP besar yang telah memiliki nama dan reputasi baik. Sehingga saat ini terdapat penilaian skeptis dari publik bahwa KAP besar tidak menjamin laporan keuangan yang diaudit tidak mengandung kesalahan yang material. Karena auditor memberikan opini terhadap laporan keuangan khususnya informasi laba sehingga memberikan kredibilitas atas informasi laba tersebut, dan KAP besar dianggap memiliki kualitas audit yang lebih tinggi daripada KAP kecil sehingga informasi laba yang dilaporkan perusahaan menjadi lebih kredibel, maka terdapat hubungan antara kualitas audit, yang diproksikan dengan ukuran KAP dengan informasi laba yang dapat dilihat dari reaksi atau respons pasar terhadap pengumuman informasi laba tersebut yaitu besaran Earnings Response Coefficient (ERC).
CAPM (Capital Aset Pricing Model) memberikan kemudahan bagi para analis dan investor untuk memprediksi harga wajar suatu sekuritas. Model CAPM dengan versi pasar mengasumsikan keterkaitan antara return pasar dengan return suatu saham, artinya pergerakan return pasar akan mempengaruhi rerurn saham tersebut. Return saham suatu perusahaan adalah total perubahan harga saham ditambah dengan dividen yang diterima dibagi dengan harga saham awal. Seorang investor dikatakan mendapatkan abnormal return (disebut juga unexpected return atau excess return) apabila ia mendapatkan return aktual yang lebih besar dari return yang diekspetasi dengan menggunakan model CAPM. Dengan melihat penjelasan diatas bahwa informasi laba akan mempengaruhi penilaian analis atau investor terhadap harga saham, yang lebih lanjut akan mempengaruhi return yang diterima oleh investor selaku pemegang saham, maka informasi laba tersebut merupakan salah satu informasi yang dipergunakan dalam strategi jual, beli atau menahan saham yang dilakukan oleh investor di pasar modal. Untuk mengukur seberapa besar reaksi pasar terhadap informasi mengenai perusahaan yang tercermin dengan dikeluarkannya laporan keuangan, terutama informasi laba dikenal istilah Earnings Response Coefficients (ERC) dalam penelitian-penelitian di pasar modal. ERC adalah ukuran besaran abnormal return suatu sekuritas sebagai respon terhadap komponen laba kejutan (unexpected earnings) yang dilaporkan oleh perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut (Scott, 2001:152). mempengaruhi ERC suatu sekuritas. Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan ERC suatu perusahaan yaitu risiko (beta) saham, struktur modal, persistence, kualitas laba, kemungkinan tumbuh dan tingkat keterinformasian laba (Scott, 2001:153-157). Kualitas audit merupakan sesuatu yang abstrak sehingga sulit diukur dan hanya dapat dirasakan oleh para pengguna jasa audit, sehingga sampai saat ini tidak ada definisi yang seragam mengenai kualitas audit tersebut. DeAngelo (1991) dalam Ebrahim (2001) mendefinisikan kualitas audit sebagai probabilitas untuk mendeteksi dan melaporkan kesalahan yang material dalam laporan keuangan. Carcello, et. al. (1992) meringkas atribut kualitas audit menjadi 12 (dua belas) yaitu: 1) berpengalaman; 2) memahami keahlian dalam industri klien; 3) responsif terhadap kebutuhan klien; 4) memiliki kompetensi secara teknis dalam mengaplikasikan standar audit; 5) Independen; 6) bersikap hati-hati (exercised due care); 7) mempunyai komitmen yang kuat terhadap kualitas; 8) melibatkan rekan/manajer KAP dalam penugasan audit; 9) melaksanakan pekerjaan lapangan audit dengan layak; 10) berinteraksi dengan komite audit klien; 11) mempunyai standar etika yang tinggi dan mempunyai pengetahuan dalam bidang akuntansi dan auditing; dan 12) bersikap skeptis dalam penugasan audit. Beberapa penelitian yang menggunakan ukuran KAP sebagai proksi kualitas audit berhasil membuktikan secara empiris bahwa terdapat perbedaan kualitas antara KAP berukuran besar (Big four accounting firms) dengan KAP berukuran kecil (non big four accounting firms).
Penelitian ini mencoba memberikan bukti empiris mengenai pengaruh ukuran KAP sebagai proksi kualitas audit terhadap Earnings Response Coefficients (ERC) dengan mempergunakan sampel penelitian sebanyak 64 perusahaan dari perusahaan yang terdaftar di BEJ pada tahun 1999 dan 2000. Dengan menggunakan metode event study, dihitung nilai ERC perusahaan disekitar tanggal pengumuman informasi laba, dengan pemisahan berdasarkan KAP yang mengaudit perusahaan tersebut. Analisa dilakukan dengan menggunakan model regresi dan uji beda rata-rata (Mann-Whitney Test) sehingga dapat ditarik kesimpulan: 1) Bahwa ukuran KAP berpengaruh terhadap ERC perusahaan. KAP yang berukuran besar dipersepsikan sebagai KAP yang berkualitas sehingga menambah kredibilitas informasi laba yang disampaikan oleh perusahaan. Hal itu akan menjadikan investor akan menjadi lebih percaya dan yakin akan informasi laba yang dilaporkan oleh perusahaan. 2) Tidak terdapat perbedaan ERC perusahaan yang diaudit KAP besar dengan yang diaudit KAP kecil secara signifikan. Tidak signifikannya perbedaan ERC perusahaan yang diaudit KAP berukuran besar dengan perusahaan yang diaudit KAP berukuran kecil mungkin disebabkan investor tidak memperhatikan informasi laba dari perusahaan, termasuk KAP yang melakukan audit atas laporan keuangan yang nota bene seharusnya menambah nilai informasi keuangan perusahaan, karena banyaknya faktor lain seperti peristiwa politik, sosial, atau keamanan yang turut mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan investasi. Sedangkan beberapa keterbatasan dalam penelitian adalah: 1. Beberapa variabel kontrol yang mungkin juga mempengaruhi ERC, selain ukuran KAP tidak dimasukkan kedalam model regresi sehingga mengurangi daya prediksi model penelitian yang digunakan. 2. Penghitungan laba kejutan berdasarkan perbedaan laba per lembar saham pada dua laporan keuangan tahunan mungkin kurang mewakili karena jarak beda waktu yang terlalu lama. 3. Sampel penelitian yang meliputi seluruh industri di BEJ mungkin tidak tepat digunakan, karena terdapat beberapa industri yang sangat teregulasi melalui peraturan pemerintah, sehingga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ERC.
Judul
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR PADA DEBITUR PT. WOM FINANCE SURAKARTA
Penulis : FARID TRIBUNE UNIQEU
Resume :
Kepemilikan kendaraan bermotor saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk membuat efisiensi dalam aktivitas mereka. Kenaikan BBM membuat biaya transportasi juga semakin meningkat. Semakin meningkatnya biaya transportasi menyebabkan harga-harga kebutuhan lainnya juga meningkat. Salah satu cara untuk dapat menekan biaya transportasi adalah dengan memilik kendaraan sendiri terutama kendaraan bermotor. Namun kepemilikan kendaraan bermotor tidaklah mudah, mengingkat harga kendaraan yang tinggi. Oleh karena itu kehadiran lembaga keuangan bank maupun non bank dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan kredit kendaraan bermotor membuat konsumen menjadi sulit untuk menentukan pilihan. Karena persaingan diantara lembaga keuangan tersebut semakin ketat. Yang tentu saja juga semakin memanjakan konsumen dengan fasilitas yang diberikan oleh lembaga tersebut. Adapun prinsip yang diterapkan dalam pemberian kredit adalah prinsip5”C” yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition of economic(Munawir, 1997: 235). Dari kelima prinsip tersebut collateral (jaminan) merupakan hal yang penting dalam kebijakan pemberian kredit karena permasalahan yang sering dihadapi oleh lembaga keuangan adalah kredit macet (resiko tidak tertagihnya kredit) dengan adanya jaminan yang tinggi berarti resiko adanya kredit yang macet akan menjadi lebih rendah. Secara umum jaminan kredit dapat dibagi menjadi dua, yaitu jaminan fisik dan jaminan non fisik. Jaminan fisik dapat berbentuk barang seperti tanah, rumah, surat-surat berharga, dan lain-lain. Sedangkan jaminan non fisik dapat berbentuk jaminan keyakinan tentang prospek usaha debitur di masa yang akan datang dan kekuatan keuangan perusahaan yang dapat dilihat dalam laporan keuangan perusahaan. Selain jaminan faktor character juga penting. Character berkaitan dengan watak calon debitur. Selanjutnya adalah faktor capital. Faktor capital menunjukkan posisi finansial debitur secara keseluruhan. Bank atau lembaga keuangan harus mengetahui bagaimana perimbangan antara hutang dan jumlah modal sendiri calon debitur. Dalam penulisan skripsi ini penulis tertarik untuk mengungkapkan permasalahan mengenai pengaruh capital (pendapatan), character (watak) dan collateral (jaminan) dalam pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta.
Menurut Dana F Kellerman (1971; 237), kata “kredit“ berasal dari bahasa Yunani “Credere“ yang berarti kepercayaan atau dalam bahasa latin “Creditum“ yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Kredit didasarkan pada suatu perjanjian yang telah disepakati bersama antara kedua belah pihak (Bank dan Peminjam), dalam hal ini Bank hanya akan memberikan kredit bila Bank memiliki “kepercayaan“ bahwa peminjam akan dapat melunasi kewajibannya dikemudian hari. Dalam pengertian kredit terdapat unsur-unsur kredit itu sendiri, yaitu unsur (Tj’e Aman, 1989: 2):
a. Waktu
b. Kepercayaan
c. Penyerahan
d. Resiko
e. Persetujuan atau perjanjian
Perkreditan melibatkan beberapa pihak: kreditur (bank), debitur (penerima kredit), otorita moneter, dan bahkan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, tujuan perkreditan berbeda-beda dan tergantung pada pihak-pihak tersebut (Tj’e Aman, 1989:3).
a. Bagi kreditur (bank) :
1). Perkreditan merupakan sumber utama pendapatannya.
2). Pemberian kredit merupakan perangsang pemasaran produk-produk lainnya dalam persaingan.
3). Perkreditan merupakan instrumen penjaga likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas bank.
b. Bagi Debitur :
1). Kredit berfungsi sebagai sarana untuk membuat kegiatan usaha makin lancar dan performance (kinerja) usaha semakin baik daripada sebelumnya.
2). Kredit meningkatkan minat berusaha dan keuntungan sebagai jaminan kelanjutan kehidupan perusahaan.
3). Kredit memperluas kesempatan berusaha dan bekerja dalam perusahaan.
c. Bagi otorita :
1). Kredit berfungsi sebagai instrumen moneter.
2). Kredit berfungsi untuk menciptakan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja yang memperluas sumber pendapatan dan kemungkinan membuka sumber-sumber pendapatan negara.
3). Kredit berfungsi sebagai instrumen untuk ikut serta meningkatkan mutu manajemen dunia usaha, sehingga terjadi efisiensi dan mengurangi pemborosan di semua lini.
d. Bagi Masyarakat :
1). Kredit dapat menimbulkan backward dan foreward linkage dalam kehidupan perekonomian.
2). Kredit mengurangi pengangguran, karena membuka peluang berusaha, bekerja dan pemerataan pendapatan.
3). Kredit meningkatkan fungsi pasar, karena ada peningkatan daya beli (social buying power).
Pada umumnya kredit dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Menurut Jangka Waktunya :
1) Kredit Jangka Pendek
2) Kredit Jangka Menengah
3) Kredit Jangka Panjang
b. Menurut Tujuan Penggunaannya :
1) Kredit Modal Kerja
2) Kredit Investasi untuk keperluan :
a) Rehabilitasi
b) Modernisasi
c) Perluasan
d) Pembangunan proyek dengan mesin-mesin baru dalam rangka usaha yang baru.
e) Relokasi Pabrik, yaitu pemindahan lokasi pabrik secara keseluruhan
c. Menurut Sifat Penarikan Dananya :
1) Kredit Langsung
2) Kredit Tak Langsung
d. Menurut Sifat Pelunasannya :
1) Kredit Dengan Angsuran.
2) Kredit Bukan Dengan Angsuran.
Pada penelitian ini populasi mencakup seluruh konsumen PT. Wom Finance Surakarta Purwodadi sedangkan responden yang dijadikan sampel sebanyak 31 orang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan, responden digolongkan kedalam beberapa kelompok yang berdasarkan atas jenis usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama pengambilan kredit. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh pendapatan, karakter dan jaminan terhadap pemberian kredit maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil uji t variabel pendapatan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,010 (p < 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti.
2. Berdasarkan hasil uji t variabel karakter, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,039 (p < 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor karakter berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta.” terbukti.
3. Berdasarkan hasil uji t variabel jaminan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,015 (p < 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor jaminan berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti.
4. Variabel pendapatan memiliki nilai koefisien regresi dan t hitung yang lebih tinggi dibandingkan dengan variabel karakter dan jaminan yaitu sebesar 2,764, sedangkan karakter sebesar 2,164 dan jaminan sebesar 2,612, hal ini berarti pendapatan merupakan variabel yang dominan pengaruhnya terhadap pemberian kredit, jadi hipotesis keempat yang menyatakan bahwa “Diduga variabel pendapatan berpengaruh dominan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti kebenarannya.
5. Berdasarkan hasil uji F, variabel pendapatan, karakter dan jaminan secara bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit, dengan koefisien determinasi sebesar 60,8%.
beberapa keterbatasan yang teridentifikasikan dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut :
1. Dalam penelitian ini, penulis belum memasukkan semua unsur variabel yang mungkin berhubungan dengan pengambilan keputusan pemberian kredit.
2. Tidak seluruh sampel diambil dalam penelitian ini, tetapi hanya mengambil 31 responden atau sampel. Sehingga hasil yang dilaporkan kurang dapat digeneralisasikan, dalam arti apa yang telah ditemukan dalam penelitian ini mungkin berbeda dengan penelitian sejenis dengan sampel yang berbeda.
TUGAS 2 RISET AKUNTANSI
TUGAS 2 RISET AKUNTANSI
Buatlah abstraksi dari jurnal atau penelitian (dengan bahasa atau gaya sendiri)?
Judul
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG LISTING DI BEI
Abstraksi :
Kebutuhan akan laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh seorang auditor dewasa ini semakin meningkat. Dengan semakin berkembangnya pasar modal di Indonesia pada saat ini yang ditandai dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan yang go public. Yang diwajibkan oleh Bapepam-LK, dimana setiap perusahaan go public harus menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit selambat-lambatnya 90 hari setelah tanggal diterbitkannya laporan keuangan tahunan. Peraturan ini tertuang dalam surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor : Kep-36/PM/2003. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan disebut audit delay. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan perbankan yang listing di BEI tahun 2006 sampai tahun 2008. Yaitu ingin mengetahui rata-rata lamanya audit delay dan apakah faktor-faktor ukuran perusahaan, laba atau rugi usaha, ukuran KAP dan jenis opini auditor mempengaruhi audit delay. Rata-rata audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2006 sampai tahun 2008 yaitu 65,5 hari. Secara parsial ukuran perusahaan dan jenis opini auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay. Sedangkan laba atau rugi usaha dan ukuran KAP secara parsial mempunyai pengaruh terhadap audit delay. Penelitian lanjutan memuat atau menambahkan variabel selain variabel yang sudah penulis masukan, periode penelitian, dan variasi maupun ragam sektor perusahaan yang diteliti (unit penelitian).
Judul
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR PADA DEBITUR PT. WOM FINANCE SURAKARTA
Abstraksi:
Jaminan (Collateral) merupakan hal yang penting dalam kebijakan pemberian kredit karena permasalahan yang selalu dihadapi oleh lembaga keuangan adalah kredit macet yaitu resiko tidak tertagihnya kredit, dengan adanya jaminan yang tinggi berarti resiko adanya kredit yang macet akan menjadi lebih rendah. Selain jaminan faktor character juga sama pentingnya. Character berkaitan dengan watak calon debitur. Lembaga keuangan mencari data tentang sifat-sifat pribadi, watak, dan kejujuran dari pimpinan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya. Dan selanjutnya adalah faktor capital. Faktor capital yaitu untuk menunjukkan posisi finansial debitur secara keseluruhan. Bank atau lembaga keuangan harus dapat mengetahui bagaimana perimbangan antara hutang dan jumlah modal sendiri calon debitur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor capital (pendapatan), character (watak) dan collateral (jaminan) dalam pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta. Populasi atau ruang lingkup dalam penelitian ini adalah semua debitur yang menerima kredit bermotor selama bulan September-November 2006 pada PT. Wom Finance Surakarta, yaitu sebesar 126 debitur. Sedangkan jumlah sampel yang digunakan untuk penelitian berjumlah 31 orang. Kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan interval 1-5. Alat uji yang dipergunakan yaitu uji validitas dengan menggunakan korelasi product moment pearson dan uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach yang merupakan uji instrumen penelitian. Sedangkan analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda. Data diolah dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa hasil uji t variabel pendapatan, karakter dan jaminan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi yakni sebesar 0,010 (pendapatan), 0,039 (karakter) dan 0,015 (jaminan) dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Dari hasil uji tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap pemberian kredit. Hasil uji F, variabel pendapatan, karakter dan jaminan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor, dengan koefisien determinasi sebesar 60,8%.
Buatlah abstraksi dari jurnal atau penelitian (dengan bahasa atau gaya sendiri)?
Judul
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG LISTING DI BEI
Abstraksi :
Kebutuhan akan laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh seorang auditor dewasa ini semakin meningkat. Dengan semakin berkembangnya pasar modal di Indonesia pada saat ini yang ditandai dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan yang go public. Yang diwajibkan oleh Bapepam-LK, dimana setiap perusahaan go public harus menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit selambat-lambatnya 90 hari setelah tanggal diterbitkannya laporan keuangan tahunan. Peraturan ini tertuang dalam surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor : Kep-36/PM/2003. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan disebut audit delay. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan perbankan yang listing di BEI tahun 2006 sampai tahun 2008. Yaitu ingin mengetahui rata-rata lamanya audit delay dan apakah faktor-faktor ukuran perusahaan, laba atau rugi usaha, ukuran KAP dan jenis opini auditor mempengaruhi audit delay. Rata-rata audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2006 sampai tahun 2008 yaitu 65,5 hari. Secara parsial ukuran perusahaan dan jenis opini auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay. Sedangkan laba atau rugi usaha dan ukuran KAP secara parsial mempunyai pengaruh terhadap audit delay. Penelitian lanjutan memuat atau menambahkan variabel selain variabel yang sudah penulis masukan, periode penelitian, dan variasi maupun ragam sektor perusahaan yang diteliti (unit penelitian).
Judul
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR PADA DEBITUR PT. WOM FINANCE SURAKARTA
Abstraksi:
Jaminan (Collateral) merupakan hal yang penting dalam kebijakan pemberian kredit karena permasalahan yang selalu dihadapi oleh lembaga keuangan adalah kredit macet yaitu resiko tidak tertagihnya kredit, dengan adanya jaminan yang tinggi berarti resiko adanya kredit yang macet akan menjadi lebih rendah. Selain jaminan faktor character juga sama pentingnya. Character berkaitan dengan watak calon debitur. Lembaga keuangan mencari data tentang sifat-sifat pribadi, watak, dan kejujuran dari pimpinan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya. Dan selanjutnya adalah faktor capital. Faktor capital yaitu untuk menunjukkan posisi finansial debitur secara keseluruhan. Bank atau lembaga keuangan harus dapat mengetahui bagaimana perimbangan antara hutang dan jumlah modal sendiri calon debitur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor capital (pendapatan), character (watak) dan collateral (jaminan) dalam pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta. Populasi atau ruang lingkup dalam penelitian ini adalah semua debitur yang menerima kredit bermotor selama bulan September-November 2006 pada PT. Wom Finance Surakarta, yaitu sebesar 126 debitur. Sedangkan jumlah sampel yang digunakan untuk penelitian berjumlah 31 orang. Kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan interval 1-5. Alat uji yang dipergunakan yaitu uji validitas dengan menggunakan korelasi product moment pearson dan uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach yang merupakan uji instrumen penelitian. Sedangkan analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda. Data diolah dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa hasil uji t variabel pendapatan, karakter dan jaminan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi yakni sebesar 0,010 (pendapatan), 0,039 (karakter) dan 0,015 (jaminan) dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Dari hasil uji tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap pemberian kredit. Hasil uji F, variabel pendapatan, karakter dan jaminan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor, dengan koefisien determinasi sebesar 60,8%.
Langganan:
Postingan (Atom)