<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024</id><updated>2011-07-07T16:59:58.403-07:00</updated><title type='text'>MUHAMMAD YASIN (27209030)</title><subtitle type='html'>Campur Aduk(Gado-Gado)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-3222916004493486974</id><published>2010-04-15T20:26:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T20:37:08.306-07:00</updated><title type='text'>MATRIX IFAS PT. BAKRIE TELECOM, Tbk</title><content type='html'>MATRIX IFAS PADA PT. BAKRIE TELECOM, TbkKESIMPULAN DAN STRATEGI PERUSAHAAN BERDASARKAN METODE MATRIXStrategi Perusahaan Internal : Konsumen dibuat tersenyum dan penasaran dengan berbagai taktik pemasaran ESIA yang secara tangible dinikmati melalui iklan-iklan esia. Lihat saja bagaimana esia mendobrak melalui pricing strategy, dengan munculnya tarif per detik, dan sms per karakter. Sebuah inovasi baru dari ESIA yang langsung menghadang para pemain lama di seluler, akhirnya hal ini diikuti hampir oleh semua operator. Langkah yang cukup diperhitungkan adalah strategy untuk memecahkan pasar seluler khususnya GSM dengan memunculkan berbagai macam Hape low end tematis. Dan langkah inipun kemudian diikuti oleh hampir seluruh operator seluler di Indonesia. Strategy baru yang dimunculkan untuk mengakuisi dan sekaligus penetrasi pasar adalah ESIA Bispak (Esia bisa pake tarif manapun..), strategy ini menguatkan positioning ESIA sebagai TERMURAH, karena pelanggan dapat langsung membandingkan tarif operator seluler lainnya bahkan memberi diskon lagi sebanyak 10 %, untuk membuktikan bahwa ESIA adalah termurah. Dan langkah ini pun mulai diikuti oleh operator- operator seluler yang lainnya. Serta merta belum habis penasaran market terhadap ESIA BISPAK, muncul kembali iklan ESIA SUKA-SUKA untuk memanjakan pelanggan dan calon pelanggan dengan tawaran memilih nomer ESIA sesuai keinginan. Erick Mayer mengeluarkan istilah Innovation Destructive dengan strategy-strategy yang dilakukan dalam menggoyang pasar seluler. Efektifkan program-programnnya? Hal ini belum bisa dinilai efektif atau tidak karena ESIA juga masih pada level market share yang sama dibanding dengan operator-operator lainnya. Paling tidak, perlu analisis lebih untuk mengatakan strategy yang dijalankan ESIA cukup ampuh untuk memenangkan heart share pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lepas dari efektif atau tidaknya strategy tersebut langkah-langkah ESIA benar-benar menunjukan sebuah operator yang memposisikan dirinya sebagai Market Challenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksternal : Walaupun termasuk pendatang baru di dunia seluler tapi ESIA tidak masuk dengan strategy statis atau lebih dikenal dengan market follower. ESIA masuk memposisikan dirinya sebagai penantang pasar. Dari perspektif marketing setidaknya ESIA menerapkan 9 Hukum dasar pemasaran dari 22 hukum dasar (“The 22 immutable laws of marketing”, Al Ries &amp; Jack Trout, 1993) dan menggunakan seluruh konsep pergantian (6 konsep) di lateral marketing, menggunakan 3 konsep strategi bersaing tetapi lemah di 1 taktik pemasaran. 9 (sembilan) hukum dasar marketing yang dilakukan adalah Hukum kepemimpinan, Hukum Kategori, Hukum ingatan/pikiran, Hukum persepsi, Hukum Tangga, Hukum Lawan. Hukum Atribut, Hukum Ketunggalan dan Hukum eksklusivitas. Hukum kepemimpinan menyebutkan ‘ lebih baik menjadi yang pertama daripada menjadi yang lebih baik, dan ini terlihat dengan jelas dari berbagai strategy tarif esia, merubah dari tarif pe menit menjadi per detik, tarif sms per kirim pesan (per 160 karakter) menjadi per karakter, menawarkan nomer sesuai keinginan pelanggan dengan ESIA SUKA-SUKA, dan lainnya dan hampir selalu dalam setiap promo ESIA menyebutkan sebagai yang Pertama di Indonesia. Mungkin tidak lebih baik dari kompetitor seluler lainnya, tetapi ESIA menjadi yang pertama dalam programprogram tersebut. Hukum kategori, menyebutkan ‘ Jika anda tidak dapat menjadi yang pertama dalam sebuah kategori, buatlah kategori baru yang menjadikan Anda yang pertama’. ESIA jelas tidak masuk dalam persaingan Coverage, atau kategori teknologi tinggi seperti halnya GSM dengan 3G, 3,5 G, atau bahkan layanan Black berry, tetapi ESIA masuk dengan hukum kategori di atas, bahwa Jikalah tidak bisa mengalahkan market leader dalam semua kategori maka menanglah di beberapa kategori dimana market leader lemah. ESIA memainkan dengan menawarkan 14 Hape Tematis, mempositioningkan sebagai operator seluler Termurah dengan program ESIA BISPAK, SMS per karakter dan lainnya. adalah mencoba tampil beda, jika dalam beberapa kategori kalah maka unggulah di kategori-kategori yang lepas dari perhatian market leader. Inilah yang sering dimainkan ESIA, salah satu promonya adalah Talk Time ESIA paling lama, dimana salah satu benefitnya adalah terima telepon esia dapat Rp.50,-, Variasi Hape Tematis yang menarik, SMS per karakter dan lainnya. 6 (enam) konsep yang lateral marketing yang digunakan oleh ESIA adalah konsep subtitusi, kombinasi, pembalikan, penghilangan, pembesar-besaran, dan pengubahan urutan. Dalam konsep subtitusi kita bisa melihat program-program pemasaran ESIA seperti ‘yang lain sibuk perang tarif, ESIA malah bagi-bagi uang’, ‘ESIA sukasuka&amp; rsquo; pilih sendiri nomor anda dimana ESIA menghilangkan peran outlet lepas untuk langsung direct marketing melalui web, dan program-program lainnya. Dalam Konsep Penghilangan, ESIA tampil dengan tarif per detik, sms per karakter... Dalam konsep pembesar-besaran digunakan ESIA untuk focus menawarkan berbagai jenis Hape ESIA dengan sangat Tematis, bahkan terkesan ESIA adalah operator penjual Hape bukan Staterpacknya maupun Vouchernya, dan konsep-konsep lainnya. 3 (tiga) strategy bersaing yang diterapkan oleh ESIA yang pertama adalah keunggulan biaya murah melalui campaign ESIA TERMURAH, tarif layanan per detik, sms per karakter yang mengarah pada ‘pay what you use’. Strategy yang kedua adalah Focus, ESIA begitu focus menyasar potensi pasar terbesar seluler yaitu anak muda ke atas melalui Event sms-sms lucu dan terpendek, Event lomba bicara berjam-jam, hape-hape tematis, dan lainnya. Dan Strategy ke 3 yang dilakukan ESIA adalah Diferensiasi, dengan menawarkan program ESIA BISPAK, ESIA SUKASUKA, beragam Hape tematis, dan lainnya.Dengan pola di atas ESIA benar-benar memposisikan dirinya sebagai Penantang Pasar (market challenger). Dan akhirnya apapun yang dilakukan ESIA mau tidak mau, senang atau tidak senang akan menggelitik pasar dan sangat mengganggu langkah kompetitor. Saya melihat bahwa konsep Innovation Destructive yang di beberkan oleh Erich Mayer bukan lah sebuah konsep tunggal tapi merupakan gabungan dari berbagai macam strategy di atas. Langkah Cantik ESIA sebagai market challenger . Hanya ada satu taktik pemasaran yang agak lemah di ESIA. Dan ini menjadi titik yang kritis yang membuat strategy program di atas menjadi tidak powerfull untuk penetrasi dan akuisisi pasar. Hal tersebut adalah Managing Distribution Channel. Channel ibarat aliran darah dari jantung, jika bermasalah maka sebagus apapun jantungnya, darah tidak akan bisa mengalir. Pola Franchise yang digunakan ESIA sangat-sangat tidak menguntungkan, demikian pula konsep teritori dengan mengandalkan dealer juga sangat lemah untuk membawa misi penetrasi dan akuisisi pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generating a Strategic Factor Analysis Summary&lt;br /&gt;(SFAS) Matrix&lt;br /&gt;Alat yang digunakan dalam menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT. Matriks ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman internal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.&lt;br /&gt;Untuk menyimpulkan faktor-faktor strategis sebuah perusahaan yaitu dengan cara mengkombinasikan faktor strategis eksternal (EFAS) dengan faktor strategis internal (IFAS) ke dalam sebuah ringkasan analisis faktor-faktor strategi (SFAS) yang pada saat digunakan bersamaan dapat menjadi seperangkat alat analisis yang kuat bagi analisis strategi. Penggunaan bentuk SFAS , yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pada kolom 1 yaitu faktor strategis. Daftarkan item-item EFAS dan IFAS yang paling penting ke dalam kolom faktor strategis kunci, kemudian tentukan mana yang merupakan kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O), dan ancaman (T).&lt;br /&gt;2. Tinjau bobot yang diberikan untuk faktor-faktor dalam tabel EFAS dan IFAS tersebut, dan sesuaikan hingga jumlah total dalam kolom bobot EFAS dan IFAS mencapai angka 1.00.&lt;br /&gt;3. Masukkan pada kolom peringkat yang diberikan manajemen perusahaan pada setiap faktor dari tabel EFAS dan IFAS.&lt;br /&gt;4. Kalikan bobot dengan peringkat untuk menghasilkan jumlah pada kolom skor berbobot.&lt;br /&gt;5. Berikan tanda X dalam kolom durasi untuk menunjukkan apakah satu faktor memilikihorizon waktu jangka pendek(&lt; 1tahun),menengah (1-3tahun), panjang(&gt; 3tahun).&lt;br /&gt;6. Berikan keterangan untuk masing-masing faktor dari tabel EFAS dan IFASSFAS yang dihasilkan meringkas faktor-faktor strategis eksternal dan internal dalam satu bentuk. SFAS hanya berisi faktor-faktor strategis yang paling penting dan menyediakan basis bagi perumusan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reviewing of Mission and Objective&lt;br /&gt;Point selanjutnya yang harus dilakukan manajemen ialah menguji ulang misi dan tujuan perusahaan saat ini sebelum dapat menghasilkan dan mengevaluasi strategi-strategi alternatif. Pengujian ulang ini sangat penting, karena ketika membuat keputusan, biasanya ada kecenderungan lebih berkonsentrasi hanya pada alternatif-alternatif saja daripada pada tujuan yang ingin dicapai. Kecenderungan tersebut meluas karena memang lebih mudah untuk berhubungan dengan tindakan alternatif yang ada daripada memikirkan apa yang ingin kita capai di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Masalah-masalah dalam kinerja dapat muncul dari tidak tepatnya pernyataan misi, yang dapat terlalu sempit atau bahkan yang terlalu luas. Apabila misi tidak memberikan topik integratif bagi bisnis perusahaan, maka manajer-manajer menjadi tidak jelas denganarah perusahaan. Seperti tujuan-tujuan dan strategi dapat bertentangan, divisi-divisi yang saling bersaing satu sama lain, yang nantinya dapat membawa kerusakan bagi perusahaan sebagai satu kesatuan.&lt;br /&gt;Tujuan-tujuan sebuah perusahaan dapat juga dinyatakan dengan cara yang tidak tepat. Tujuan tersebut mungkin terlalu menitikberatkan pada sasaran operasional jangka pendek, atau bahkan terlalu luas. Kemudian adanya kesenjangan perencanaan antara tujuan yang direncanakan dengan yang dicapai. Apabila kesenjangan tersebut terjadi, yang harus dilakukan ialah mengubah strategi untuk meningkatkan kinerja atau menurunkan tujuan yang akan dicapai agar lebih realistis. Oleh sebab itu diperlukan tinjauan yang bersifat konstan terhadap tujuan-tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generating Alternative Strategies by Using a TOWS Matrix&lt;br /&gt;Kita telah membahas bagaimana perusahaan menilai situasinya dan meninjau strategi-strategi perusahaan yang tersedia. Kemudian selanjutnya ialah mengidentifikasicara-cara alternatif sehingga organisasi dapat menggunakan kekuatan khususnya untuk menggunakan kesempatan atas peluang-peluang atau untuk menghindari ancaman dan mengatasi kelemahannya. Matriks SWOT menggambarkan bagaimana manajemen dapat mencocokkan peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi suatu perusahaan dengan kekuatan dan kelemahan internalnya. Metode ini mengarah pada brainstorming untuk menciptakan strategi-strategi alternatif yang mungkin tidak terpikirkan oleh manajemen. Matriks SWOT dapat diaplikasikan pada perusahaan bisnis tunggal maupun multi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi SO&lt;br /&gt;· Pengembangan teknologi untuk membuat handphone yang berteknologi tinggi dan fitur yang lebih baik.&lt;br /&gt;· Menambah jumlah persediaan (handphone)&lt;br /&gt;· Menjual produk dengan harga yang bersaing&lt;br /&gt;· Meningkatkan pemasaran produk pada pasar baru&lt;br /&gt;· Meningkatkan efisiensi operasi dengan mengandalkan keunggulan bersaing&lt;br /&gt;Strategi WO&lt;br /&gt;· Peningkatan kualitas pelayanan&lt;br /&gt;· Menekan tarif untuk mempertahankan gaya hidup masyarakat&lt;br /&gt;· Meningkatkan saluran distribusi&lt;br /&gt;· Memperluas jaringan&lt;br /&gt;· Diversifikasi produk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman&lt;br /&gt;· Persaingan produk dari perusahaan lain&lt;br /&gt;· Persaingan dari pendatang baru&lt;br /&gt;· Persaingan tarif dari perusahaan sejenis&lt;br /&gt;· Krisis ekonomi melanda Indonesia&lt;br /&gt;· Peningkatan peraturan-peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi ST&lt;br /&gt;· Manajemen puncak yang memiliki kemampuan bersaing tinggi dengan perusahaan lain&lt;br /&gt;· Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk&lt;br /&gt;· Fokus bisnis kepada segmen retail&lt;br /&gt;· Menambah fasilitas pelayanan konsumen di tempat-tempat yang strategis&lt;br /&gt;· Meminimalkan laba jangka pendek untuk mempertahankan laba jangka panjang.&lt;br /&gt;Strategi WT&lt;br /&gt;· Segera mengatasi masalah teknis&lt;br /&gt;· Pengembangan jaringan pelayanan baru&lt;br /&gt;· Efisiensi dalam pemasaran&lt;br /&gt;· Membuat inovasi produk&lt;br /&gt;· Menggunakan tarif sesuai dengan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STARTEGI KORPORAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam literature manajemen strategi, para peneliti mencoba mendefinisikan strategi korporat sebagai :&lt;br /&gt;1.strategi yang menitik beratkan pada pernyataan jangka panjang dan luas mengenai bisnis apa yang akan memasuki oleh suatu organisasi dan apa yang di inginkan dalam bisnis tersebut.&lt;br /&gt;2.suatu cara bagaimana perusahaan menciptakan nilai melalui konfigurasi dan koordinasi dari aktifitas multi pasar nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang digunakan oleh PT. Bakrie Telecom adalah strategi pertumbuhan karena diperlihatkan sebagai arah yang diinginkan perusahaan untuk dijalankan yaitu mengembangkan program baru atau memperbaiki program yang lama dengan tujuan menarik lebih banyak pelanggan dan lebih banyak sumber daya.&lt;br /&gt;Sebagai pertumbuhan melibatkan pencapaian sasaran pertumbuhan yang spesifik dengan meningkatkan level operasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matriks SPACE (Strategic Position and Action Evaluation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matriks SPACE mengindikasikan apakah straregi yang agresif, konservatif, defensive atau kompetitif yang paling cocok dengan organisasi tertentu. Sumbu untuk Matriks SPACE mewakili dua dimensi internal, yaitu kekuatan keuangan (financial strength - FS) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage - CA)dan dua dimensi eksternal yaitu stabilitas lingkungan (environmental stability – ES) dan kekuatan industri (industrial strength – IS). Keempat faktor ini adalah penentu yang paling penting dari keseluruhan posisi strategis organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Strategis Internal Posisi Strategis Eksternal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Keuangan (Financial Stabilitas Lingkungan (Environmental&lt;br /&gt;Strength – ST) Stability)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat pengembalian atas investasi Perubahan teknologi&lt;br /&gt;Pengungkit (leverage) Tingkat inflasi&lt;br /&gt;Laba yang dihasilkan Kisaran harga produk pesaing&lt;br /&gt;Modal kerja Hambatan untuk masuk ke pasar&lt;br /&gt;Arus kerja Tekanan persaingan&lt;br /&gt;Elastisitas harga terhadap permintaan&lt;br /&gt;Risiko yang ada dalam bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Kompetitif Kekuatan Industri (Industry Strength -&lt;br /&gt;(Competitive Advantage – CA) IS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangsa pasar Potensi pertumbuhan&lt;br /&gt;Kualitas produk Potensi laba&lt;br /&gt;Siklus hidup produk Stabilitas keuangan&lt;br /&gt;Kesetiaan pelanggan Utilisasi sumber daya&lt;br /&gt;Utilisasi fasilitas pesaing Kemudahan masuk ke pasar&lt;br /&gt;Pengetahuan teknologi Produktivitas&lt;br /&gt;Kontrol atas pemasok dan distributor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi dan Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;Ini merupakan mimpi PT.Bakrie Telecom, bahwa suatu hari saat kebanyakan orang Indonesia akan menggunakan jasa kami yaitu untuk bicara, mengirim pesan, browsing internet, mengirim email, menonton program tv digital, mengirim foto, dan video, untuk belajar atau melakukan bisnis. PT.Bakrie Telecom akan mengganti atau memperbaharui visi ketika bakrie menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MisiPT.Bakrie Telecom akan mengikuti strategi pertumbuhan berdasarkan cara unik “ Dismptive Innovation “.strategi Bakrie meliputi apa yang diinginkan konsumen, brand, produk yang lebih baik, layanan yang baik dengan harga yang rendah. PT.Bakrie Telecom sangat yakin bahwa telekomunikasi adalah sumber pengendali utama untuk efesiensi dan produktifitas. sekarang, keuntungan ini akan menghasilkan dalam pertumbuhan ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : (http://perkuliahandiperbanas.blogspot.com/)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-3222916004493486974?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/3222916004493486974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/matrix-ifas-pt-bakrie-telecom-tbk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/3222916004493486974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/3222916004493486974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/matrix-ifas-pt-bakrie-telecom-tbk.html' title='MATRIX IFAS PT. BAKRIE TELECOM, Tbk'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-2160059884748904133</id><published>2010-04-12T21:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T06:37:39.982-07:00</updated><title type='text'>DEMO UNTUK SIAPA</title><content type='html'>Seorang anak sekolah ngambek mengunci diri di kamarnya, karena sang ayah ingkar &lt;br /&gt;janji. Dulu ada janji, kalau bisa naik kelas dengan ranking 3 besar di &lt;br /&gt;kelasnya, dia akan dibelikan hand phone baru yang diimpikannya. Ternyata saat &lt;br /&gt;hari H, si ayah sedang krisis moneter. Maka tertundalah janji itu. Tapi si anak &lt;br /&gt;terlanjur ngambek dan menuduh ayahnya ingkar janji. &lt;br /&gt;Itulah gambaran sederhana sudut pandang si anak dan si ayah yang agak berbeda, &lt;br /&gt;sehingga berujung si anak demo ngambek di dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dara jelita demo melakukan tapa brata (mogok makan) plus tapa wicara &lt;br /&gt;(diam seribu bahasa), karena pas hari H ultah atau hari jadian dengan si doi, &lt;br /&gt;eh, malah si doi kagak ngasih kado. Jangankan kado, SMS aja kelupaan. Bagi si &lt;br /&gt;dara jelita, betapa berharganya ucapan dan kado dari orang yang sangat dia &lt;br /&gt;kasihi. Bagi si cowok, mengucapkan kan bisa telat 1-2 hari, lupa kan juga bisa &lt;br /&gt;karena sibuk ini ini. Sibuk ?? wah si dara jelita bisa naik pitam karena &lt;br /&gt;melalaikan ultah berarti tanda gak sayang plus cinta. Haduh, si cowok gak &lt;br /&gt;pernah berpikir sejauh itu.&lt;br /&gt;Itulah gambaran demo yang berbeda sudut pandang juga.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita melihat banyak buruh pabrik melakukan demo dengan berbaris, &lt;br /&gt;berpanas ria dan melakukan orasi untuk menuntut nasib bersama mereka, seperti &lt;br /&gt;kenaikan gaji, menolak PHK, menuntut pesangon, dll.&lt;br /&gt;Kita juga melihat sekelompok guru kontrak melakukan demo agar mereka segera &lt;br /&gt;diangkat menjadi PNS.&lt;br /&gt;Kita melihat sekelompok mahasiswa melakukan demo di kampus atas tuntutan &lt;br /&gt;keringanan beaya kuliah, ketertiban administrasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sekelumit demo pribadi dan atas nama kelompok di suatu lingkungan tertentu. &lt;br /&gt;Bagaimana dengan demo atas nama rakyat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, banyak lembaga yang mengklaim diri sebagai organisasi rakyat atau &lt;br /&gt;masyarakat atau komunitas tertentu. Partai adalah organisasi rakyat yang &lt;br /&gt;berpaham politik tertentu. Ormas adalah organisasi yang bergerak dalam kegiatan &lt;br /&gt;kemasyarakatan. Wakil Rakyat adalah sekumpulan orang yang secara politik &lt;br /&gt;dianggap mewakili rakat per satuan jumlah tertentu (misalnya 1 orang wakil &lt;br /&gt;rakyat mewakili 100.000 suara rakyat yang memilihnya). Organisasi Keagamaan &lt;br /&gt;adalah organisasi dari masyarakat yang beragama tertentu. Organisasi Kepemudaan &lt;br /&gt;adalah organisasi yang mengatasnamakan orang muda dengan kriteria tertentu. &lt;br /&gt;Organisasi Kemahasiswaan adalah organisasi yang mengatasnamakan komunitas &lt;br /&gt;mahasiswa dengan kriteria tertentu (jurusan/fakultas/universitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita melihat aksi demo di jalanan di masa kini, banyak aksi dengan &lt;br /&gt;berbagai latar belakang mencoba mengatasnamakan rakyat. Yang sering jadi &lt;br /&gt;pelopor demo malah organisasi mahasiswa, yang sebenarnya keberadaan mereka &lt;br /&gt;sebagai wakil kalangan mahasiswa. Atau muncul mendadak nama-nama baru yang &lt;br /&gt;mengatasnamakan kelompok tertentu dan tujuan tertentu pula.&lt;br /&gt;Gerakan para pelopor ini bisa menjadi pemicu bangkitnya dukungan dari berbagai &lt;br /&gt;kalangan, atau malah sebaliknya, hanya sekedar menjadi aksi mereka sendiri. &lt;br /&gt;Agar jadi pemicu massal, biasanya topik yang diangkat terkait permasalahan umum &lt;br /&gt;yang dirasakan sebagian besar rakyat. Namun kalo topiknya terlalu subyektif, &lt;br /&gt;misalnya menyalahkan seseorang tapi orang itu oleh publik masih dianggap tidak &lt;br /&gt;salah, ya jalan bisa jadi blunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya pendemo yang mengatas namakan rakyat adalah mereka-mereka di &lt;br /&gt;organisasi yang memang berakar langsung ke masyarakat secara umum. Sebut saja &lt;br /&gt;misalnya Partai, Ormas dan Organisasi Keagamaan; karena anggotanya lintas umur, &lt;br /&gt;suku, dan batas geografi. Sehingga di lapangan akan muncul spanduk dan slogan &lt;br /&gt;dari Partai A menyuarakan apa, Partai B apa, Ormas X ingin apa, dan seterusnya. &lt;br /&gt;Memang bisa saja ditambah dengan organisasi lain yang mengatasnamakan komunitas &lt;br /&gt;yang lebih kecil, tapi sifatnya sebagai komplementer (pelengkap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, karena wakil rakyat, organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan &lt;br /&gt;dianggap kurang gesip menangkap dan bersikap pada fenomena politik terkini, &lt;br /&gt;maka organisasi mahasiswa mencoba menjadi pioner atau leader dari gerakan demo &lt;br /&gt;atas nama rakyat. Mungkin juga didukung oleh semangat anak muda yang ingin &lt;br /&gt;selalu membela kebenaran secara cepat dan lugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun organisasi dan dalih serta tujuan demo, saat ini kita disuguhkan oleh &lt;br /&gt;praktek demo yang makin marak. Tentu eksekutif akan semakin was-was karena &lt;br /&gt;selalu diawasi, bahkan sering dinilai ini itu. Entah dengan cara yang &lt;br /&gt;prosedural atau tidak.&lt;br /&gt;Para tokoh negeri ini juga asyik bak pemain sinetron ketika membahas masalah &lt;br /&gt;bangsa, termasuk aib juga, di depan media massa nasional tanpa tedeng &lt;br /&gt;aling-aling (baca: hampir tanpa sensor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dukungan media, semua bisa berkesan beda. Misalnya, walau yang demo &lt;br /&gt;hanya 10 ribu orang, seakan sudah membuat Jakarta macet, padahal aslinya &lt;br /&gt;Jakarta berisi puluhan juta orang. Sungguh bukan jumlah yang proporsional. &lt;br /&gt;Namun jumlah 10 ribu cukup untuk memenuhi layar TV hehe...&lt;br /&gt;Misalnya, saat anggota pansus sedang bersitegang. Padahal mereka hanya 20an &lt;br /&gt;orang, sedang total wakil rakyat ada ratusan. Maka apapun yang dilakukan 20an &lt;br /&gt;orang itu bisa membawa hitam-putihnya kinerja wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,&lt;br /&gt;Demo-demo itu untuk siapa? benarkah atas nama rakyat? ataukah sebuah manuver &lt;br /&gt;politik dimana sang sutradara senyum manis di balik layar? yang tahu adalah &lt;br /&gt;mereka yang tahu dan Yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : muhamad kundarto,(http://www.mail-archive.com/kendal-online@yahoogroups.com/msg06272.html)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-2160059884748904133?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/2160059884748904133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/demo-untuk-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2160059884748904133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2160059884748904133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/demo-untuk-siapa.html' title='DEMO UNTUK SIAPA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-6210276442623361276</id><published>2010-04-09T10:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T06:29:43.398-07:00</updated><title type='text'>TELESKOP RUANG ANGKASA HUBBLE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79lpMfBDoI/AAAAAAAAADM/z7Qvij-oVtI/s1600/teleskop+ruang+angkasa+hubble.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 290px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79lpMfBDoI/AAAAAAAAADM/z7Qvij-oVtI/s320/teleskop+ruang+angkasa+hubble.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458193031796690562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada tahun 1962, Akademi Sains Nasional Amerika merekomendasikan untuk membangun sebuh teleskop angkasa raksasa. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1977, kongres mulai menugumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada tahun yang sama pula, pembuatan teleskop angkasa Hubble segera dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi teleskop Hubble, berhasil diselesaikan pada tahun 1985. Hubble di'angkasakan' untuk pertamakalinya pada tanggal 25 April 1990. Padahal, Hubble direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun 1986. Tetapi, pengoperasiannya ditunda sementara karena bencana Pesawat Angkasa Challenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan gambar (klik dua kali untuk memperbesar)&lt;br /&gt;1. High-gain antenna&lt;br /&gt;2. Aperture door&lt;br /&gt;3. Light shield&lt;br /&gt;4. Secondary mirror&lt;br /&gt;5. Primary mirror&lt;br /&gt;6. Equipment section&lt;br /&gt;7. Fine-guidance optical control sensors [3]&lt;br /&gt;8. Aft shroud&lt;br /&gt;9. Scientific modules&lt;br /&gt;10. Double roll-out ar&lt;br /&gt;Beberapa tahun setelah dioperasikan, Hubble mengirim gambar yang buram dan tidak jelas. Pada akhirnya NASA menemukan bahwa lensa pada teleskop tersebut bergeser sebanyak 1/50 ketebalan rambut manusia! Pada bulan Desember 1993, Pesawat Ulang-Alik Endeavor, dikirim untuk memodifikasi Hubble dengan menambahkan kamera baru untuk memperbaiki kesalahan pada lensa primernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UkuranTeleskop: Ketebalan mencapai 13.1 meter (43.5 kaki), berdiameter 4.27 meter (14.0 kaki) dan memiliki berat 11,000 kilogram. Ukuran Hubble hampir sama dengan sebuah bus sekolah. Juga, perhatikanlah tabung oranye yang ada pada teleskop. Ini adalah sumber tenaga Hubble. Lensa: Lensa primer teleskop Hubble, berdiameter 2.4 m (8 kaki), dan beratnya mencapai 826 kilogram. Lensa ini terbuat dari kaca silika yang dilapisi oleh lapisan tipis aluminum murni untuk merefleksikan cahaya. Selain lapisan aluminum, lensanya juga memiliki lapisan magnesium fluorida yang berguna untuk mencegah oksidasi dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari agar lensa tidak cepat rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja teleskop ruang angkasa hubble&lt;br /&gt;Pertama-tama, Hubble menangkap gambar, setelah diterima oleh teleskop, gambar tersebut akan diubah manjadi kode digital dan diradiasikan ke bumi dengan menggunakan antena yang mamiliki kemampuan mengirimkan data 1 juta bit per detik. Setelah kode digital diterima oleh stasiun di bumi, kode itu akan diubah menjadi foto dan spektrograf (sebuah instrumen yang digunakan untuk mencatat spektrum astronomikal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop ini dapat berjalan 5 mil per detik. Hubble dapat berkeliling lebih dari 150 juta mil per tahun (± 241 juta kilometer)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian teleskop ruang angkasa hubble, sejak pertama kali dioperasikan dikendalikan dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubble sangat banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari, mengobservasi dan memahami tentang jagad raya, objek luar angkasa (lubang hitam/black hole, galaksi, bintang), dll. Hubble adalah teleskop angkasa yang berhasil menemukan Xena, planet ke-10 beserta Gabrielle, satelitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Hubble juga bayak mengirimkan gambar-gambar yang menakjubkan tentang kejadian-kejadian di luar angkasa seperti; supernova, lahirnya bintang, tabrakan bintang, dll. Gambar sebuah galaksi raksasa tidak dikumpulkan dalam sehari saja. Galaksi Messier 101 (M-101) adalah salah satunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar galaksi ini merupakan gambar terbesar dan ter-detail dari sebuah galaksi spiral yang pernah dihasilkan oleh Hubble. Gambar galaksi ini terdiri dari 51 bagian. Pada misi kedua di bulan Februari 1997, astronot mengganti sebagian instrumen Hubble dan juga menambahkan selimut baru untuk menjaga Hubble agar tetap hangat. Advance Camera, dipasang pada tahun 2001. Kamera ini dapat mempertajam gambar dan memperlebar sudut pandang kamera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Wide Field Camera 3, dan Cosmic Origins Spectrograph dipasang pada tahun 2003. Dua misi Hubble yang terakhir adalah pada tahun 2001 dan 2003. Hubble seharunya akan di non-aktifkan pada akhir tahun 2005. Tetapi, pada bulan Oktober 1997, NASA memutuskan untuk memperpanjang pengoperasian Hubble dari tahun 2005 ke 2010. Hubble akan digantikan oleh teleskop James Webb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wikipedia, gambar wikimedia, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/06/teleskop-ruang-angkasa-hubble.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-6210276442623361276?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/6210276442623361276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/teleskop-ruang-angkasa-hubble.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6210276442623361276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6210276442623361276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/teleskop-ruang-angkasa-hubble.html' title='TELESKOP RUANG ANGKASA HUBBLE'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79lpMfBDoI/AAAAAAAAADM/z7Qvij-oVtI/s72-c/teleskop+ruang+angkasa+hubble.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5940813040476572862</id><published>2010-04-09T10:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T22:21:06.186-07:00</updated><title type='text'>LAPISAN OZON</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79jiosITaI/AAAAAAAAADE/8W1gXUvud_Y/s1600/lapisan+ozon.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79jiosITaI/AAAAAAAAADE/8W1gXUvud_Y/s320/lapisan+ozon.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458190720085544354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berada pada ketinggian 19 - 48 km di atas permukaan Bumi. Lapisan ozon merupakan ikatan kimia yang terdiri dari tiga atom oksigen. &lt;br /&gt;Cara lapisan ozon ini terbentuk dengan jalan menguraikan molekul-molekul oksigen oleh sinar matahari. Saat radiasi ultra violet menembus atmosfir, molekul oksigen akan terurai menjadi oksigen murni (O2) dan ozon (O3).&lt;br /&gt;Ozon ini juga berada di permukaan tanah, akibat dari polusi udara yang bereaksi dengan sinar matahari. Lapisan ozon ini sangat berbahaya bagi manusia atau mahluk hidup lainnya jika menghirup langsung. Karena oksigen (ozon) ini dapat merusak paru-paru .&lt;br /&gt;Tetapi lapisan ozon yang berada di sekeliling planet kita sangat aman bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Lapisan ozon ini malah sangat kita butuhkan untuk melindungi kita dari radiasi sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari. Radiasi UV itu akan diserap oleh lapisan ozon.&lt;br /&gt;Lapisan ozon ini dapat berkurang, rusak atau hilang sama sekali bila kita tidak menjaganya. Bahan-bahan yang dapat merusak lapisan ozon seperti CFC (zat kimia yang digunakan untuk kulkas), dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon&lt;br /&gt;Oleh karena itu jika lapisan ozon ini rusak akan sangat membahayakan kehidupan di bumi. Maka penggunaaan zat-zat berbahaya tersebut telah dilarang. Karena sinar matahari akan langsung mengenai kita tanpa penghalang apapun. Dan sinar UV ini dapat mengakibatkan penyakit kanker.&lt;br /&gt;Para Ahli memperkirakan setiap penurunan 1 persen lapisan ozon akan meningkatkan 2 persen radiasi UV mengengenai kita, serta meningkatkan 3 sampai 6 persen kasus kanker kulit.&lt;br /&gt;Yang lebih mengerikan lagi, penipisan lapisan ozon akan perdampak pada perubahan iklim dunia walaupun ini baru dalam tahap penelitian, tapi kita sudah bisa merasakan bagai mana iklim kita saat ini.&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wikipedia, gambar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5940813040476572862?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5940813040476572862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/lapisan-ozon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5940813040476572862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5940813040476572862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/lapisan-ozon.html' title='LAPISAN OZON'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79jiosITaI/AAAAAAAAADE/8W1gXUvud_Y/s72-c/lapisan+ozon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-8008497344881808109</id><published>2010-04-09T10:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T01:02:36.313-07:00</updated><title type='text'>SUPERNOVA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79iggrFNzI/AAAAAAAAAC8/E-jQ0W6xZ98/s1600/supernova.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79iggrFNzI/AAAAAAAAAC8/E-jQ0W6xZ98/s320/supernova.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458189584062297906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini manusia telah berhasil mengamati supernova. Nasa dengan menggunakan NASA's Swift spacecraft untuk mempelajari galaksi NGC 2770 - yang akhirnya menemukan supernova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supernova adalah ledakan dari suatu bintang (besarnya bisa delapan kali besar bulan) di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar. Kebanyakan dari energi itu dalam bentuk sinar X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang dipancarkan oleh supernova amatlah besar. Bahkan pancaran energi yang dipancarkan saat supernova terjadi dalam beberapa detik saja dapat menyamai pancaran energi sebuah bintang dalam kurun waktu jutaan hingga miliaran tahun. Pancaran energi supernova dapat dihitung berdasarkan sifat-sifat pancaran radiasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supernova biasa terjadi dikarenakan habisnya usia suatu bintang. Saat bahan-bahan nuklir pada inti bintang telah habis, maka tidak akan dapat terjadi reaksi fusi nuklir yang merupakan penyokong hidup suatu bintang. Dan bila sudah tidak dapat dilakukan fusi nuklir ini, maka bintang akan mati dan melakukan supernova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan terjadinya Supernova&lt;br /&gt;Suatu bintang yang telah habis masa hidupnya, biasanya akan melakukan supernova. Urutan kejadian terjadinya supernova adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Pembengkakan Bintang membengkak karena mengirimkan inti Helium di dalamnya ke permukaan. Sehingga bintang akan menjadi sebuah bintang raksasa yang amat besar, dan berwarna merah. Di bagian dalamnya, inti bintang akan semakin meyusut. Dikarenakan penyusutan ini, maka bintang semakin panas dan padat. &lt;br /&gt;2. Inti Besi Saat semua bagian inti bintang telah hilang, dan yang tertinggal di dalam hanyalah unsur besi, maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang memasuki tahap akhir dari kehancurannya. Ini dikarenakan struktur nuklir besi tidak memungkinkan atom-atom dalam bintang untuk melakukan reaksi fusi untuk menjadi elemen yang lebih berat. &lt;br /&gt;3. Peledakan Pada tahap ini, suhu pada inti bintang semakin bertambah hingga mencapai 100 miliar derajat celcius. Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti bintang yang kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut. Saat gelombang ini menerpa material pada lapisan luar bintang, maka material tersebut menjadi panas. Pada suhu tertentu, material ini berfusi dan menjadi elemen-elemen baru dan isotop-isotop radioaktif. &lt;br /&gt;4. Pelontaran Gelombang kejut akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;Akibat dari Supernova&lt;br /&gt;Supernova memiliki dampak bagi kehidupan di luar bintang tersebut, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Menghasilkan Logam Pada inti bintang, terjadi reaksi fusi nuklir. Pada reaksi ini dilahirkan unsur-unsur yang lebih berat dari Hidrogen dan Helium. Saat supernova terjadi, unsur-unsur ini dilontarkan keluar bintang dan memperkaya awan antar bintang di sekitarnya dengan unsur-unsur berat. &lt;br /&gt;2. Menciptakan Kehidupan di Alam Semesta Supernova melontarkan unsur-unsur tertentu ke ruang angkasa. Unsur-unsur ini kemudian berpindah ke bagian-bagian lain yang jauh dari bintang yang meledak tersebut. Diasumsikan bahwa unsur atau materi tersebut kemudian bergabung membentuk suatu bintang baru atau bahkan planet di alam semesta&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wikipedia (sadur)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-8008497344881808109?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/8008497344881808109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/supernova.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/8008497344881808109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/8008497344881808109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/supernova.html' title='SUPERNOVA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79iggrFNzI/AAAAAAAAAC8/E-jQ0W6xZ98/s72-c/supernova.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7112689033311329755</id><published>2010-04-09T10:19:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T23:14:54.521-07:00</updated><title type='text'>ADA AIR DI MARS</title><content type='html'>Ilmuwan NASA mengumumkan ada air di planet Mars. Bukti kuat ini didapat melalui dua wahana robotiknya yang menjelajahi planet Mars. Spirit dan Opportunity dua robot nasa yang melakukan eksplorasi di Mars. Kedua robot nasa ini di daratkan dengan pesawat antariksa Phoenix sejak bulan Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirit adalah rover beroda enam yang didaratkan di Gusev Crater, kawah luas yang diduga bekas danau purba. Sementara kembarannya, Opportunity, mendarat di Meridiani Planum, dataran yang mengandung mineral hematit kelabu dalam jumlah banyak. Mineral ini, di Bumi, pembentukannya terkait dengan keberadaan airtelah menemukan apa yang mereka cari selama ini, yakni bukti kuat bahwa planet merah itu dahulu dialiri air dalam bentuk cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menemukan air," ilmuwan William Boynton dari Universitas Arizona mengatakan dalam satu pernyataan NASA.&lt;br /&gt;"Kami telah melihat bukti pada es air ini sebelum penelitian oleh pengorbit Mars Odyssey dan dalam sejumlah bongkahan yang menghilang yang diamati oleh Phoenix bulan lalu, tapi inilah pertama kali air Mars pernah disentuh dan dirasakan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, para pejabat NASA menyatakan misi Phoenix telah diperpanjang sampai akhir September, perpanjangan yang mengisyaratkan kemajuannya sebegitu jauh "amat berhasil".&lt;br /&gt;Michael Meyer, kepala ilmuwan Program Eksplorasi Mars NASA. &lt;br /&gt;sumber; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kompas, nasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7112689033311329755?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7112689033311329755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/ada-air-di-mars.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7112689033311329755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7112689033311329755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/ada-air-di-mars.html' title='ADA AIR DI MARS'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4670847213565334872</id><published>2010-04-09T10:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T03:00:10.973-07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA PETIR TERBENTUK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79hUTB7V-I/AAAAAAAAAC0/7rZ8TdY9hLg/s1600/petir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79hUTB7V-I/AAAAAAAAAC0/7rZ8TdY9hLg/s320/petir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458188274729965538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manusia, hewan, pohon dan juga awan terdiri dari atom. Atom memiliki nukleus dengan proton yang bermuatan positif dan neutron yang netral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nukleus dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Maka akan terjadi gaya tarik menarik antara proton dan elektron di dalam atom. Jadi dengan kata lain listrik itu sudah ada dimana pun tapi tersembunyi didalam atom. Didalam tubuh kita atom - atom ini saling menyeimbangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana petir terbentuk? Sebelum petir terjadi biasanya diikuti oleh awan badai. Didalam badai ini angin berhembus kencang yang membawa partikel - partikel debu, garam dan segala macamnya, kesemua partikel - partikel ini saling bertabrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partikel - partikel yang bertabrakan itu akan melepaskan elektron, maka partikel - partikel tersebut bermuatan listrik karena tidak seimbang lagi. Bermuatan positif bila kehilangan elektron dan bermuatan negatif bila terlalu banyak elektron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli partikel - partikel yang lebih berat pada awan sebelah bawah bermuatan negatif. Dasar awan yang bermuatan negatif ini akan menarik proton - proton dan menolak setiap elektron yang bergerak dibumi (ruang antara permukaan bumi dengan dasar awan). Elektron akan meloncat membentuk kilat menghubungkan awan dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola zigzag yang kita lihat dilangit merupakan pergerakan leader (kilat yang menyala redup) dari dasar awan ke kiri dan kekanan. Leader pertama melompat 45 meter kekanan bawah dan kemudian ke kiri menuju permukaan bumi. Arus listrik yang dibawanya 200 Amper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik akan meningkat sekitar 10.000 Amper saat kilat akan menyentuh tanah ( kira -kira 18 meter). Karena bunga api kan meloncat dari tanah dan bergabung membentuk bunga api yang besar sebelum melaju kembali ke dasar awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur tempat lalunya petir bisa mencapai 27.000 derajat Celsius dan daya listrik sampai 20. 000 megawatt, bandingkan dengan PLTA kita yang hanya 200 megawatt saja! Tapi sayang dya yang begitu besar cuma sedetik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gambar, wikipedia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4670847213565334872?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4670847213565334872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/bagaimana-petir-terbentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4670847213565334872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4670847213565334872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/bagaimana-petir-terbentuk.html' title='BAGAIMANA PETIR TERBENTUK'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79hUTB7V-I/AAAAAAAAAC0/7rZ8TdY9hLg/s72-c/petir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7918797327501258879</id><published>2010-04-09T10:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T10:09:36.554-07:00</updated><title type='text'>CARA TELEPON BEKERJA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79e_-lkfcI/AAAAAAAAACs/aLXLAPHlM3M/s1600/bagian-bagian+telepon.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79e_-lkfcI/AAAAAAAAACs/aLXLAPHlM3M/s320/bagian-bagian+telepon.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458185726621679042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita tentu sering menggunakan alat telekomonikasi telepon untuk berbagai urusan. Telepon bekerja dengan cara mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berbicara di telepon, kita mengeluarkan gelombang suara dari mulut kita. Gelombang suara kita ini yang dibawa oleh arus listrik ke lawan bicara kita di ujung sana.&lt;br /&gt;Sejak telepon di temukan oleh Alexander Graham Bell (tapi di tahun 2002 Antonio Meucci dinyatakan sebagai penemu telepon yang pertama kali oleh United States House of Representatives in House Resolution 269) sampai sekarang terus berkembang pesat, mulai dari telepon kabel sampai handphone yang bisa digunakan untuk berkomonikasi dimana saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian telepon&lt;br /&gt;Telepon saat ini terdiri dari berbagai komponen yaitu mikropon sebagai pemancar (transmitter), spiker sebagai penerima (receiver), tombol sentuh (keypad), duplex coil, hook switch, ringer. &lt;br /&gt;Mikropon diletakan dibelakang gangang telepon tempat mulut kita bicara. Mikropon ini mirip dengan telinga kita memiliki 14 gendang telinga. Gendang telinga telepon berupa cakram logam yang tipis yang di sebut dengan diaphragm.&lt;br /&gt;Saat kita berbicara di telepon, gelombang suara akan mengenai diaphragm sehingga diaphragm bergetar. Kecepatan getaran diaphragm tergantung pada tekanan udara yang tercipta dari gelombang suara yang kita keluarkan. &lt;br /&gt;Di belakang diaphragm diletakan sekumpulan kecil butiran karbon. Diaphragm akan menekan butiran karbon. Arus listrik dengan tegangan rendah yang di suplai oleh perusaahaan telepon akan mengalir pada butiran karbon ini. Tekanan pada butir karbon ini bervariasi tergantung pada gelombang suara yang membuat diaphragm bergetar. Variasi tekanan pada butiran karbon ini akan mengakibatkan perubahan pola arus listrik. Pola arus listrik inilah yang di kirim lewat kawat telepon ke lawan kita bicara. &lt;br /&gt;Spiker (speaker) merupakan penerima suara yang mirip mulut manusia yang bisa menciptakan nada-nada suara. Nada-nada ini di terima melalui diaphragm. Dua magnet ditempatkan pada ujung diaphragm yang membuatnya bergetar. Satu magnet yang permanen di tempatkan dekat diaphragm. Satu lagi berupa elektromagnet yang terdiri dari kumparan kawat yang melilit batangan besi. Saat arus listrik melewati koil ini membuat batangan besi menjadi magnet sehingga mendorong (mengetarkan) diaphragm melalui magnet permanen (gaya tolak dua sumbu magnet yang sama). &lt;br /&gt;Getaran diaphragm tergantung variasi arus listrik yang di kirim oleh orang yang berbicara melalui mikropon. Jika orang bicara keras maka arus pun kuat dan diaphragm bergetar lebih cepat begitupun sebaliknya jika orang bicara lembut diaphragm bergetar lemah. Getaran diaphragm ini akan mendorong udara yang ada di depannya sehingga tercipta nada-nada suara persis seperti apa yang di ucapkan oleh orang melalui mikropon. &lt;br /&gt;Duplex coil berfungsi untuk mencegah suara kita keluarkan saat menelepon tidak sampai ketelinga kita sendiri. &lt;br /&gt;Hook swicth terletak pada tempat gangang telepon yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan pembicaraan. Kalau pada handphone tombol yes atau no. &lt;br /&gt;Ringer merupakan spiker untuk mengeluarkan nada saat seseorang menghubungi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;howstuff, wikipedia , http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/cara-telepon-bekerja.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7918797327501258879?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7918797327501258879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-telepon-bekerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7918797327501258879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7918797327501258879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-telepon-bekerja.html' title='CARA TELEPON BEKERJA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79e_-lkfcI/AAAAAAAAACs/aLXLAPHlM3M/s72-c/bagian-bagian+telepon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-433325990750556061</id><published>2010-04-09T09:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T10:13:00.104-07:00</updated><title type='text'>CARA KERJA KOTAK HITAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79a-iRnYXI/AAAAAAAAACk/0QpF3I4xmDI/s1600/tempat+kotak+hitam+di+pesawat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79a-iRnYXI/AAAAAAAAACk/0QpF3I4xmDI/s320/tempat+kotak+hitam+di+pesawat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458181303795409266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini kita dihebohkan dengan bocornya rekaman kotak hitam (black box) &lt;br /&gt;pesawat adam air yang jatuh 1 januari 2007 lalu. Sampai-sampai tim KNKT membantah bahwa kotak rekaman percakapan kotak hitam pilot adam air adalah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu kotak hitam? dan apa kegunaannya dalam industi penerbangan. Kotak hitam (black box) pada pesawat terbang berfungsi untuk mencatat kegiatan pilot baik percakapan - cockpit voice recorder (CVR), maupun gerak pesawat terbang -flight data recorder (FDR) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CVR merupakan seluruh data percakapan di dalam ruang kocpit baik percakapan pilot dengan co pilot maupun dengan bandara pengawas. Sedangkan FDR mencatat seluruh data penerbangan pesawat, mulai dari ketinggian pesawat, kecepatan, tekanan kabin, temperatur udara diluar, kinerja mesin, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak hitam yang di perkenalkan pada tahun 1960 an. Kala itu sistem perekam kotak hita berupa pita magnetik yang cara kerjanya mirip tape recorder tempo dulu. Di era 1990 pita magnetik digantikan dengan Solid-state Technology yang menggunakan chip memori untuk merekam data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja Solid-state Technology&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari FDR dan CVR disimpan di memory boards di dalam crash-survivable memory unit (CSMU) - pelindung memory yang berbentuk silindris. Dengan alat ini lebih dari 700 macam parameter data dapat disimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh data yang dikumpulkan oleh sensor sensor di pesawat terbang di kirim ke flight-data acquisition unit (FDAU) yang terletak di hidung pesawat. FDAU inilah sebagai perantara sebelum data di simpan dalam kotak hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa setiap ada kecelakaan pesawat terbang, kotak hitam inilah yang di cari oleh investigator, karena data-data terakhir sebelum terjadi kecelakaan terekam dalam kotak hitam ini. Biasanya data-data di dalam kotak hitam (black box) ini dirahasiakan oleh penyelidik karena berbagai alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; howstuff, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/cara-kerja-kotak-hitam.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-433325990750556061?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/433325990750556061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-kotak-hitam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/433325990750556061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/433325990750556061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-kotak-hitam.html' title='CARA KERJA KOTAK HITAM'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79a-iRnYXI/AAAAAAAAACk/0QpF3I4xmDI/s72-c/tempat+kotak+hitam+di+pesawat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-6958241042357626258</id><published>2010-04-09T09:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T10:14:32.507-07:00</updated><title type='text'>CARA PISTOL BEKERJA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79ZxDpOcUI/AAAAAAAAACc/eH3A4n6uqNU/s1600/bagian-bagian+pistol.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 286px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79ZxDpOcUI/AAAAAAAAACc/eH3A4n6uqNU/s320/bagian-bagian+pistol.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458179972723011906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senjata api atau pistol yang sering di tenteng oleh polisi untuk menghadapi penjahat tentu sering kita lihat. Nah untuk mengetahui bagaimana cara kerja pistol pak polisi bisa menggedor penjahat berikut ulasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum pistol bekerja secara mekanik untuk mendorong peluru. Ledakan peluru inilah yang mendorongnya untuk melesat keluar dari larasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah magazine telah di isi peluru dan di pasang ke pistol, slide ditarik (dikokang). Saat slide ditarik recoil spring akan ikut tertarik dengan mekanisme mekanik peluru akan di dorong ke kamar peluru. Peluru yang ada di dalam magazine didorong keatas oleh spring magazine sehingga peluru tersusun rapi dalam magazine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menembak, pengguna pistol tinggal menekan pemicu (trigger) dan firing pin akan menekan pangkal peluru ssehingga peluru meledak. Daya ledakan inilah yang melesatkan peluru keluar lewat laras pistol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian senjata genggam (pistol)&lt;br /&gt;1. Barrel&lt;br /&gt;2. Recoil spring&lt;br /&gt;3. Bullet (peluru) di dalam kamar peluru&lt;br /&gt;4. Slide&lt;br /&gt;5. Breech block &lt;br /&gt;6. Pelatuk (hammer)&lt;br /&gt;7. Magazine Spring &lt;br /&gt;8. Tempat peluru (magazine)&lt;br /&gt;9. Pemicu (trigger)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cybershooter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://2.bp.blogspot.com/_NBw9f9VL_9k/SLJQS8OKL7I/AAAAAAAAAvM/aY4HdvXOMUg/s1600-h/bagian-bagian+pistol.JPG&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-6958241042357626258?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/6958241042357626258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-pistol-bekerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6958241042357626258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6958241042357626258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-pistol-bekerja.html' title='CARA PISTOL BEKERJA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79ZxDpOcUI/AAAAAAAAACc/eH3A4n6uqNU/s72-c/bagian-bagian+pistol.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-1135545967094004062</id><published>2010-04-09T09:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T22:52:18.701-07:00</updated><title type='text'>CARA KERJA ALAT TES UJI KEBOHONGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79YseUzQSI/AAAAAAAAACU/tTciVPs_Tdk/s1600/alat+tes+uji+kebohongan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79YseUzQSI/AAAAAAAAACU/tTciVPs_Tdk/s320/alat+tes+uji+kebohongan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458178794474127650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan kita Verry Idham Henyansah alias Ryan, yang melakukan pembunuhan berantai. Untuk mengorek informasi dari Ryan, polisi menggunakan berbagai metode. Salah satunya menggunakan alt tes uji kebohongan (lie detector). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai mana sih cara kerja alat tes uji kebohongan ini? Alat pendeteksi kebohongan ini (Polygraph) adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur dan mencatat berbagai respon psikologikal seperti tekanan darah, pernapasan, denyut jantung dan konduktifitas kulit (skin conductifity) dengan cara mengatujkan pertanyaan kepada tersangka. Alat tes uji kebohongan ini akan mencatat semua aktifitas tubuh tersangka saat menjawab serangkaian pertanyaan yang di ajukan oleh polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian - bagian alat uji tes kebohongan&lt;br /&gt;• Pneumograph diletakan di sekitar dada dan perut. Alat ini berupa tabung yang di isi dengan udara. Fungsinya untuk menguji laju pernafasan.&lt;br /&gt;• Blood pressure cuff diletakan di lengan. Alat ini tentu sudah akrap dengan kita fungsinya untuk mengukur tekanan darah.&lt;br /&gt;• galvanometers diletakan di jari - jari. Alat ini untuk mengukur aktifitas listrik pada kulit.&lt;br /&gt;Proses menjalani alat uji tes kebohongan.&lt;br /&gt;Untuk melakukan tes uji kebohongan, pihak penguji dalam kasus Rian, Petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang Surabaya melakukan persiapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Memasang alat uji kebohongan pada Ryan&lt;br /&gt;• Memberikan pertanyaan pada Ryan biasanya sekitar 10 pertanyanan dengan jawaban ya atau tidak.&lt;br /&gt;• Melakukan analisa dari hasil pengetesan&lt;br /&gt;Saat diajukan pertanyaan oleh petugas, tersangka akan menjawab pertanyaan tersebut jika bohong alat uji tes kebohongan akan mencatat semua katifitas tersangka dalam bentuk grafik. Grafik akan meningkat jika tersangka berbohong.&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wikipedia, howstuff , http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/cara-kerja-alat-tes-uji-kebohongan.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-1135545967094004062?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/1135545967094004062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-alat-tes-uji-kebohongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1135545967094004062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1135545967094004062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-alat-tes-uji-kebohongan.html' title='CARA KERJA ALAT TES UJI KEBOHONGAN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79YseUzQSI/AAAAAAAAACU/tTciVPs_Tdk/s72-c/alat+tes+uji+kebohongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-1904841722371636868</id><published>2010-04-09T09:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T21:37:35.870-07:00</updated><title type='text'>CARA KERJA ESCALATOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79V25fQr7I/AAAAAAAAACE/spVeWlDqExw/s1600/Cara+escalator+bekerja.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 319px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79V25fQr7I/AAAAAAAAACE/spVeWlDqExw/s320/Cara+escalator+bekerja.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458175675029565362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara kerja escalator&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Escalator atau tangga berjalan mungkin tidak asing lagi bagi kita, di pusat-pusat perbelanjaan kalau tidak ada escalator rasanya belum lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai mana cara escalator bekerja, mungkin menarik juga untuk kita ketahui ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Escalator adalah pengerak yang berupa tangga yang saling sambung menyambung yang digunkan sebagai alat transportasi dari satu tempat yang rendah ketempat yang tinggi atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagaian escalator dan cara escalator bekerja&lt;br /&gt;Tangga (step) terbuat dari alumanium pra cetak dan biasanya di lapisi dengan karet agar tidak licin saat di injak orang. Tangga di lengkapi dengan dua buah roda (wheel) yang melekat sepanjang rel. Satu roda bagian atas tangga melekat pada rel luar (outer rail) yang berfungsi untuk memandu tangga pada posisinya. Roda yang kedua (return wheel) melekat diatas rel dalam (inner rail) yang berfungsi sebagai tempat berjalannya tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegangan (handrail) merupakan pegangan sekaligus pengaman. Pegangan ini bergerak sesuai dengan gerakan tangga. Untuk menggerakannya di gunakan handrail drive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai pemandu (Chain guide) melekat pada roda pengerak (drive gear) di gerakan oleh motor elektrik yang berfungsi untuk menggerakan tangga escalator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat motor elektrik berputar, puli akan memutar roda penggerak. Tangga akan digerakan sepanjang rel nya dengan bantuan rantai pemandu. Karena roda penggerak juga di hubungkan dengan handrail drive. Maka pergerakan tangga akan sama dengan pergerakan pegangan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;howstuff&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-1904841722371636868?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/1904841722371636868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-escalator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1904841722371636868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1904841722371636868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-escalator.html' title='CARA KERJA ESCALATOR'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79V25fQr7I/AAAAAAAAACE/spVeWlDqExw/s72-c/Cara+escalator+bekerja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4285013705084619603</id><published>2010-04-09T09:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T23:06:20.647-07:00</updated><title type='text'>MENGENAL BOTOL MINUMAN DARI PLASTIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79W-m33CAI/AAAAAAAAACM/QK5HvFUgtjM/s1600/botol+plastik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79W-m33CAI/AAAAAAAAACM/QK5HvFUgtjM/s320/botol+plastik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458176906983049218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belakangan ini kita di kejutkan oleh berita televisi nasional tentang tidak amannya menggunakan bahan-bahan dari plastik. Mulai dari pembungkus gorengan sampai botol-botol minuman air mineral, yang kesimpulannya kebanyakan botol minuman dari plastik tidak aman untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah botol minuman dari plastik tidak aman untuk kesehatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botol plastik yang aman untuk kesehatan &lt;br /&gt;Menurut the green guide, website yang dimiliki oleh National Geographic Society, plastik yang aman untuk digunakan berulang-ulang untuk membungkus makanan atau menyimpan minuman adalah plastik yang terbuat dari high-density polyethylene (HDPE, or plastik #2), low-density polyethylene (LDPE, or plastik #4) dan polypropylene (PP, or plastik #5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol-simbol botol plastik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol dan nomor pada botol adalah Resin Identification Code yang sudah menjadi standard dalam industri plastik sejak 1988. Pada umumnya nomor-nomor tersebut menunjukkan bahan dasar plastik tersebut yang saya ambil dari blog aku ingin hijau dengan beberapa tambahan.&lt;br /&gt; Kalau jenis polyethylene terephthalate (PET-plastik #1) menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA) aman diguankan baik untuk botol yang sekali pakai maupun botol yang digunakan berulang-ulang. Kemungkinan di negara kita, resin yang digunakan untuk membuat botol sekali pakai itu tidak dibedakan alias disamakan saja dengan botol yang bisa dipakai ber ulang-ulang.&lt;br /&gt;Nah jadi kalau sampeyan habis meminum air mineral botolan disana ada tertulis PET 1 dan ada tulisan "rusak botol ini setelah digunakan" Jangan lagi digunakan sehabis dipakai ye!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, aman untuk digunakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. &lt;br /&gt; LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan aman untuk tempat makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PP (polypropylene) kebanyakan botol-botol minuman terbuat dari bahan ini karena aman untuk kesehatan. Ciri-ciri adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PS (polystyrene) lebih dikenal sebagai SStyrofoam. Sangat tidak disarankan, tapi biasa dipakai sebagai bahan tempat makan di restoran -restoran. Styrine sebagai bahan dasarnya jika bersentuhan dapat mengakibatkan iritasi kulit, mata, kelelahan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Other (biasanya polycarbonate) bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.&lt;br /&gt;Untuk lebih mendalami informasi tentang polemik botol plastik ini silahkan kunjungi sumber yang ada dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;popsci, Thegreenguide, plasticsmythbuster, fda&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4285013705084619603?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4285013705084619603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/mengenal-botol-minuman-dari-plastik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4285013705084619603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4285013705084619603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/mengenal-botol-minuman-dari-plastik.html' title='MENGENAL BOTOL MINUMAN DARI PLASTIK'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79W-m33CAI/AAAAAAAAACM/QK5HvFUgtjM/s72-c/botol+plastik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4705617675858639936</id><published>2010-04-09T09:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T03:03:08.099-07:00</updated><title type='text'>KAMERA MATA BIONIK UNTUK TUNANETRA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamera Mata Bionik untuk Tunanetra&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mata bionik yang dipakai Arnold Schwarzenegger dalam film sains - fiksi Terminator telah menjadi kenyataan walaupun tidak sesempurna mata bionik yang di pakai sang jagoan. Dalam filim ini Arnold menggunakan mata bionik yang merubah penglihatan ke informasi digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, beberapa ilmuwan berupaya menciptakan transplantasi mata bionik untuk menjawab harapan penyandang tunanetra. Beberapa periset AS memprediksi dapat mencapai langkah revolusioner terhadap teknologi video dan fotografi digital yang suatu saat nanti dapat menyembuhkan kebutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan teknologi terbaru, para ilmuwan telah menciptakan kamera dengan permukaan lensa deteksi cembung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim periset AS menerangkan aplikasi teknologi ini merupakan kemajuan besar pada sensor kamera digital yang ada saat ini. Seperti halnya dengan fungsi retina manusia, kamera mata bionik ini memungkinkan pantulan cahaya dari sebuah subjek diubah menjadi gambar lewat proses pengiriman pesan syaraf optik ke otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor tersebut memungkinkan mata bionik menangkap gambar yang lebih tajam tanpa terjadi distorsi dengan ruang pandang lebih baik layaknya pada mata manusia. Namun sampai saat ini, para ilmuwan belum dapat menciptakan sensor digital cembung yang dipasang di mata bionik karena sensor yang terdiri dari pixel silikon ini sangat rapuh atau mudah rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim periset diantaranya dari Northwestern University, Illinois, AS, memecahkan masalah tersebut dengan menciptakan membran elastis setengah simetris. Membran tersebut dapat disusutkan sehingga memungkinkan untuk dipasang ke dalam mata bionik sebelum membran itu kembali mengembang ke bentuk asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut profesor Yonggang Huang dari Northwestern University. Kamera tradisional berfokus pada pandangan yang jelas di pusat bidikan, namun cahaya pandangan pada sisi target bidikan sekitarnya nampak semakin memudar. Namun, karena kamera mata bionik mempunyai lensa cembung maka memungkinkannya untuk mendapatkan ruang pandang yang luas layaknya cakupan pandang pada mata manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata bionik ini hanya mempunyai 256 pixel atau masih jauh dari standar kamera digital dengan ribuan pixel. Namun, para periset menerangkan masih terbuka kemungkinan dalam waktu dekat untuk mendesain mata bionik dengan jumlah pixel yang lebih besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kompas, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/kamera-mata-bionik-untuk-tunanetra.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4705617675858639936?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4705617675858639936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/kamera-mata-bionik-untuk-tunanetra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4705617675858639936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4705617675858639936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/kamera-mata-bionik-untuk-tunanetra.html' title='KAMERA MATA BIONIK UNTUK TUNANETRA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-9155801458617646478</id><published>2010-04-09T09:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T22:57:36.676-07:00</updated><title type='text'>PONSEL PENGARUHI SPERMA KAUM PRIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ponsel Pengaruhi Sperma Kaum Pria &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat kaget juga baca-baca berita iptek yang di tampilkan di situs iptek.net.id. Bagai mana tidak? Hanphone yang sering kita kantongi kemana-mana jika diletakan cukup lama dengan kantong sperma bisa mempengaruhi kualitasnya. Berikut ini hasil eksperimen yang sedang di lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam eksperimen ilmiah terkini peneliti dari institusi Celeveland Clinic di AS mengindikasikan hasil penemuan bahwa perangkat ponsel yang terpasang menyala dapat berpengaruh langsung menurunkan kualitas sperma manusia apabila keduanya berletakkan saling berdekatan dalam kurun waktu cukup lama.&lt;br /&gt;Ashok Agarwal, Direktur institusi riset the Center for Reproductive Medicine di Celeveland memperkirakan, bahwa dampak paparan sinyal elektronik : “radio-frequency electromagnetic” dari perangkat ponsel apabila selagi dipergunakan berposisi cukup dekat dengan kelamin pria dicurigai dapat mempengaruhi kelenjar gonads hingga menyebabkan penurunan kualitas sperma pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan kualitas sperma yang ditemukan yakni dalam hal “mortility” dan “viability”, dampak yang juga sering terjadi dalam kondisi terjadinya infeksi pada saluran urine ataupun kondisi pria yang dalam aktivitas sehari-hari sering terpapar terhadap kondisi lingkungan hidup berpolusi tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang-orang yang sehari-hari dalam beraktivitas terbiasa mengantongi ponsel dalam saku celananya dalam kondisi menyala: “on talk mode” pantas memperhatikan peringatan ini. Dalam eksperimen yang dilakukan ponsel didekatkan selama kisaran waktu 1 jam dengan sampel cairan sperma manusia yang diambil atas 32 responden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian membagi 32 responden dalam 2 kelompok: kelompok “Uji” dan “Kontrol” eksperimen. Setiap responden masing-masing diminta menyerahkan sampel sperma dalam gelas tabung lab kecil untuk dibawa ke lab peneliti untuk sama-sama dikondisikan dalam kondisi lab, hanya saja untuk sampel sperma kelompok uji diletakkan berjarak 2.5cm dari sebuah perangkat ponsel berspesifikasi sinyal 850 MHz dalam kondisi menyala untuk diadakan pengamatan atas pengujian setelah selama 1 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tejadinya dampak negatif pada mortilitas dan viabilitas sperma manusia, penelitian juga mengamati bahwa pada sperma percobaan kelompok uji terdapat 85% peningkatan terjadinya radikal bebas dibanding sperma dari kelompok kontrol, yang lazim terjadi dalam kondisi “evidence of oxidative stress”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau mengakui bahwa lingkup penelitian eksperimen yang dilaksanakan masih berlangsung amat terbatas dalam hal jumlah sampel responden atau pun kondisi eksperimen sperma yang disimpan dalam kondisi lab yang tentunya terbilang amat berbeda dari kondisi tubuh manusia yang sesungguhnya, namun riset awal ini bagi Agarwal amat penting sebagai bahan untuk riset lanjut yang lebih luas dan mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agarwal dkk sebelumnya pun pernah melakukan riset dengan metode pengumpulan data dengan “self-reported data” atas sejumlah 361 sukarelawan para pria dewasa yang dalam aktivitas sehari-hari memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan komunikasi seluler, kemudian mengungkapkan hasil temuan bahwa kalangan pengguna ponsel yang terbiasa beraktivitas ponsel 4 jam lebih ternyata diamati mengalami penurunan yang terlihat signifikan pada kualitas sperma dibanding kalangan yang menggunakan ponsel sehari-hari dalam periode waktu yang hanya kurang daripada 4 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=1&amp;ch=berita&amp;id=716,  http://berita-iptek.blogspot.com/2009/03/ponsel-pengaruhi-sperma-kaum-pria.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-9155801458617646478?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/9155801458617646478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/ponsel-pengaruhi-sperma-kaum-pria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/9155801458617646478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/9155801458617646478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/ponsel-pengaruhi-sperma-kaum-pria.html' title='PONSEL PENGARUHI SPERMA KAUM PRIA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-1340643634042518166</id><published>2010-04-09T08:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T03:04:34.855-07:00</updated><title type='text'>ISI ULANG BATERAI DALAM HITUNGAN DETIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ISI ULANG BATERAI DALAM HITUNGAN DETIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;NOKIA&lt;br /&gt;Baterai Lithium Ion kini banyak dipakai di ponsel, MP3 player, atau kamera digital. &lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com - Teknologi baru memungkinkan isi ulang baterai Lithium Ion hanya dalam hitungan detik. Jadi, kalau baterai ponsel atau MP3 habis tak perlu menunggu proses hingga berjam-jam lagi.&lt;br /&gt;Seperti dilansir jurnal Nature edisi teranyar, Profesor Gerbrand Cedar beserta timnya dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), AS tengah mengembangkan baterai dimaksud. Kunci untuk mempercepat pengisian energi kembali pada pengaturan lalu lintas ion di dalam baterai dan pemilihan bahan yang tepat.&lt;br /&gt;Menggunakan material standar lithium besi fosfat, aliran elektron bergerak lebih cepat. Para peneliti juga membuat jalur khusus yang disebut beltway sehingga aliran ion lancar. Rekayasa tersebut menghasilkan waktu pengisian baterai hanya 20 detik dibandingkan enam menit tanpa perlakukan khusus.&lt;br /&gt;Material lithium besi fosfat tidak hanya menjanjikan pengisin baterai lebih cepat namun juga harga yang lebih murah. Selama ini material yang umum dipakai dalam baterai adalah lithium dan cobalt karena menyimpan energi sedikit lebih banyak.&lt;br /&gt;Namun, dibandingkan lithium dan cobalt, lithium besi fosfat lebih tahan panas sehingga risiko meledak lebih kecil. Selain itu, kapasitas penyimpanan lebih tahan lama sehingga lebih awet dipakai.&lt;br /&gt;Lithium besi fosfat dapat diproduksi dengan standar proses yang sama untuk membuat baterai lithium. Cedar memperkirakan baterai buatannya dapat dilempar ke pasaran dalam 2-3 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;(http://sains.kompas.com/read/2009/03/13/22550881/isi.ulang.baterai.dalam.hitungan.detik)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-1340643634042518166?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/1340643634042518166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/isi-ulang-baterai-dalam-hitungan-detik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1340643634042518166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1340643634042518166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/isi-ulang-baterai-dalam-hitungan-detik.html' title='ISI ULANG BATERAI DALAM HITUNGAN DETIK'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4679409576254518556</id><published>2010-04-09T08:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T22:16:32.065-07:00</updated><title type='text'>IKAN DENGAN KEPALA TRANSPARAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79OG2AlgYI/AAAAAAAAAB8/Z_kM5eJqmk4/s1600/ikan+dengan+kepala+transparan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79OG2AlgYI/AAAAAAAAAB8/Z_kM5eJqmk4/s320/ikan+dengan+kepala+transparan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_54javascript:void(0)58167152880484738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikan Dengan Kepala Transparan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Mirip dengan sebuah pesawat tempur, ikan aneh yang ditemukan di Samudera Pasifik ini memiliki kepala cembung yang transparan. Bagian pangkal mata dan organ dalam kepalanya terlihat jelas dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto pertama yang mengabadikan ikan tersebut dalam keadaan hidup-hidup diambil tahun 2004 tapi baru dirilis Senin (23/2) lalu. Dari foto tersebut, terlihat bagian paling atas matanya yang berwarna hijau dan lensa mata yang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaannya sebenarnya sudah teridentifikasi sejak tahun 1939. Namun, itu hanya dari spesimen yang telah mati. Ikan tersebut biasa disebut Barreleye dengan nama ilmiah Macropinna microstoma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan dengan kepala transparan tersebut berukuran panjang sekitar 6 inchi (15 cm). Para peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) memotretnya di perairan dalam dekat pantai tengah California. Ini adalah satu-satunya spesies ikan yang punya keunikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nathionalgegraphic, http://berita-iptek.blogspot.com/2009/02/ikan-dengan-kepala-transparan.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4679409576254518556?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4679409576254518556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/ikan-dengan-kepala-transparan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4679409576254518556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4679409576254518556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/ikan-dengan-kepala-transparan.html' title='IKAN DENGAN KEPALA TRANSPARAN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S79OG2AlgYI/AAAAAAAAAB8/Z_kM5eJqmk4/s72-c/ikan+dengan+kepala+transparan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7124483853577265115</id><published>2010-04-09T08:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T02:58:03.649-07:00</updated><title type='text'>JENIS - JENIS AWAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis-jenis awan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika kita melihat langit disaat cuaca cerah, kita akan melihat awan berbagai bentuk bagaikan lukisan di atas kanvas. Baik bentuk dan ketebalan awan tergantung dari ketinggian, tenaga dan tekanan udara yang membentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan-kumpulan awan berdasarkan bentuk dan ketinggiannya dapat dibedakan tiga macam yaitu awan rendah, awan sedang, dan awan tinggi. Klasifikasi awan ini dilakukan pertama kali oleh Luke Howard (1722-1864).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jeni awan.&lt;br /&gt;• Awan rendah ketinggiannya di bawah 2.000 m. Terdiri dari awan Nimbostratus dan awan Stratus. Awan stratus di sebut juga awan berlapis terbentuk saat massa udara hangat perlahan naik dan menyebar diatas massa udara dingin. Awan Nimbpstratus berwarna abu-abu dan mengindikasikan akan turun hujan.&lt;br /&gt;• Awan ketinggian sedang ketinggiannya antara 2.000 sampai 6.000 meter. Terdiri dari awan awan Altocumulus dan awan Altostratus. Awan Altocumulus berkepul-kepul, tidak rata dan berlapis, menandakan keadaan cuaca yang baik.&lt;br /&gt;• Awan tinggi ketinggiannya 6.000 meter keatas. Terdiri dari awan Cirrocumolus, Cirrus, Cumulonimbus dan Cirrostratus. Awan Cirrus tampak seperti helaian putih yang tipis seperti pita, awan Cirrus ini terbentuk di Troposfer pada ketinggian 11.000 meter dan terbuat dari kristal es yang dingin.&lt;br /&gt;Sumber: wikipedia, enhantedlearning.com, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/11/jenis-jenis-awan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7124483853577265115?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7124483853577265115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/jenis-jenis-awan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7124483853577265115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7124483853577265115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/jenis-jenis-awan.html' title='JENIS - JENIS AWAN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5692514234590378463</id><published>2010-04-09T08:43:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T03:10:11.197-07:00</updated><title type='text'>BERHIBERNASI DI MUSIM DINGIN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhibernasi Di Musim Dingin&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa beruang perlu berhibernasi dimusim dingin? Dimusim dingin yang penuh salju cuaca sangat tidak bersahabat, siang memendek dan dingin kalau malam apalagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu menyulitkan bagi hewan untuk mencari makanan karena sumber makanan akan hilang tertelan salju. Kalaupun ada, energi yang dibutuhkan untuk mencari makanan jauh lebih besar dari energi dari makanan yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan hidupnya hewan melakukan berbagai cara. Burung - burung akan bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain dan beruang melakukan hibernasi (tidur yang panjang) selama musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hibernasi bukanlah masalah tidur panjang saja, hewan memiliki beberapa metode khusus seperti melambatkan denyut jantung, menurunkan temperatur tubuh dan menumpuk persediaan makanan berupa lemak dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruang merupakan hibernator (hewan yang berhibernasi) terbaik diantara hewan lainnya, bayangkan beruang dapat tetap hidup selama 7 bulan tanpa makan, minum, ataupun buang air. Untuk dapat bertahan di temperatur dingin selama berbulan - bulan tanpa makanan dan air, beruang merubah cara sel - sel nya memakai energi untuk menjaga tubuhnya tetap bekerja (merubah metabolisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, beruang juga menumpuk lemak ditubuhnya selama musim panas sebagai cadangan energi untuk berhibernasi di musim dingin. Selama musim panas beruang melahap 20.000 kalori sehari, sehingga lemak yang ditumpuk sampai setebal 12,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menumpuk lemak, beruang juga memperlambat denyut jantungnya. Normalnya, saat tidur jantung beruang berdenyut 40 kali permenit saat tidur. Saat berhibernasi jantung beruang hanya berdenyut 8 kali permenit. Temperatur tubuh beruang juga turun menjadi 13 derajat Celsius selama berhibernasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, selama berhibernasi beruang membakar lemak untuk mendapatkan energi. Saat lemak terbakar sepenuhnya, hanya karbondioksida dan air yang tersisa. Air didapat dengan jalan membakar lemak selama berhibernasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ikwdpl, http://berita-iptek.blogspot.com/2008/06/berhibernasi-di-musim-dingin.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5692514234590378463?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5692514234590378463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/berhibernasi-di-musim-dingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5692514234590378463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5692514234590378463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/berhibernasi-di-musim-dingin.html' title='BERHIBERNASI DI MUSIM DINGIN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-6023522696153893269</id><published>2010-04-09T08:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T06:05:32.848-07:00</updated><title type='text'>KALENDER MAYA RAMALKAN KIAMAT TAHUN 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalender Maya Ramalkan Kiamat tahun 2012&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Heboh di internet tentang prediksi kiamat kalender suku maya.Prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012. Salah satunya di buat oleh kompas , situs berita terbesar di indonesia, berikut kopian aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah antisipatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kompas, gambar wikipedia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-6023522696153893269?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/6023522696153893269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/kalender-maya-ramalkan-kiamat-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6023522696153893269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6023522696153893269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/kalender-maya-ramalkan-kiamat-tahun.html' title='KALENDER MAYA RAMALKAN KIAMAT TAHUN 2012'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-2637220642546936937</id><published>2010-04-09T08:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T21:58:09.468-07:00</updated><title type='text'>GEDUNG - GEDUNG TERTINGGI DIDUNIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gedung-gedung tertinggi didunia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gedung-gedung tertinggi didunia merupakan maha karya arsitektur manusia yang mengagumkan. Gedung-gedung tertinggi didunia ini menjadi kebanggaan bangsa yang memilikinya. Berikut ini 10 bangunan tertinggi didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Taipe 101 yang dibangun tahun 2004 merupakan gedung tertinggi didunia. Gedung ini menjulang tinggi 509 meter keangkasa dengan 101 lantai. Gedung tertinggi didunia ini juga dilengkapai dengan elevator tercepat untuk ukuran gedung-gedung tingi. Bayangkan saja, elevator yang bisa bekerja sejauh 60,6 km perjam ini kecepatan puncak elevator saat naik 1.010 meter dan 600 meter permenit saat turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar 10 gedung tertinggi di dunia&lt;br /&gt;1. Taipei 101, Taipei, Taiwan dibangun tahun 2004 dengan 101 lantai dan tinggi 509 meter&lt;br /&gt;2. Petronas Tower 1, Kuala Lumpur, Malaysia dibangun tahun 1998 , 88 lantai dan tinggi 452 meter&lt;br /&gt;3. Petronas Tower 2, Kuala Lumpur, Malaysia dibangun 1998 , 88 lantai , tinggi 452 meter&lt;br /&gt;4. Sears Tower, Chicago dibangun tahun 1974 dengan 110 lantai dan tinggi 442 meter&lt;br /&gt;5. Jin Mao Building, Shanghai dibangun tahun 1999 , 88 lantai dan tinggi 421 &lt;br /&gt;6. Two International Finance Centre, Hong Kong dibangun tahun 2003, 88 lantai dan tinggi 415 meter&lt;br /&gt;7. CITIC Plaza, Guangzhou, China dibangun tahun 1996, 80 lantai, dan tinggi 391 meter&lt;br /&gt;8. Shun Hing Square, Shenzhen, China dibangun tahun 1996, 69 lantai, dan tinggi 384 meter &lt;br /&gt;9. Empire State Building, New York dibangun tahun 1931, 102 lantai dan tinggi 381 meter&lt;br /&gt;10. Central Plaza, Hong Kong dibagun tahun 1992, 78 lantai, dan tinggi 374 meter&lt;br /&gt;Sumber: tallestbuildingintheworld.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-2637220642546936937?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/2637220642546936937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/gedung-gedung-tertinggi-didunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2637220642546936937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2637220642546936937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/gedung-gedung-tertinggi-didunia.html' title='GEDUNG - GEDUNG TERTINGGI DIDUNIA'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5484304226340056613</id><published>2010-04-09T08:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T21:44:25.350-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA AIR LAUT ASIN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa air laut asin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; Saat duduk santai di pinggir pantai melihat keindahan matahari terbenam di samudera yang maha luas, pernahkan terpikirkan oleh kita mengapa air laut terasa asin dan air sungai tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ilmuwan seluruh air di permukaan bumi ini, kecuali air hujan asin, tapi kadarnya berbeda-beda. Air yang kita minum juga mengandung garam tapi sangat sedikit sekali sehingga tak terasa oleh lidah kita. Kalau air laut kadar garamnya sangat tinggi, kalau kita minum rasakan aja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Air Laut Terasa Asin&lt;br /&gt;Sumber garam berasal dari mineral-mineral yang terbentuk dan mengendap di lautan saat laut terbentuk. Dan juga di bawa oleh air sungai yang mengalir kelautan. Lama kelamaan air laut menjadi asin karena kadar garamnya semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Air Sungai Masuk Kelaut, Kenapa Air Laut Tetap Asin?&lt;br /&gt;Tentu kita berpikir Sungai-sungai besar seperti sungai Musi, Kapuas, Siak , Amzon, Nil, semuanya bermuara di laut. Tapi kenapa air laut tetap asin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena proses alamiah yang diciptakan oleh yang maha kuasa. Kita tahu Air yang mengalir dari darat ke sungai akan di kembalikan lagi kedaratan melalui air hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat panas terik air laut akan menguap ke udara (sedangkan garam akan tetap mengendap di lautan) sehingga membentuk awan, awan ini bergerak kedaratan, setelah matang akan turun sebagai hujan, air hujan ini akan kembali kelautan melalui sungai dan membawa berbagai mineral. Siklus air ini kan terus berulang dan air laut pun akan tetap asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa Asin kah Air Laut&lt;br /&gt;Kadar garam (salinitas) bervariasi pada setiap lautan. Rata-rata salinitas Samudera sekitar 3,5%. Salinitas laut tertinggi terdapat di Laut Merah, Teluk Persia, kadar garamnya 4 %. Diperkirakan kadar garam laut di Bumi kita ini sekitar 5 x 10 pangkat 16 ton garam. Sebagai perbandingan Jika garam itu disebarkan di permukaan daratan di dunia ini tebalnya kira-kira 40 gedung bertingkat. Atau sekitar 1,02338 gram per kubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;palomar&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5484304226340056613?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5484304226340056613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/mengapa-air-laut-asin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5484304226340056613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5484304226340056613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/mengapa-air-laut-asin.html' title='MENGAPA AIR LAUT ASIN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5990468119734424235</id><published>2010-04-09T08:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T06:28:40.394-07:00</updated><title type='text'>DINOSAURUS TERBESAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dinosaurus Terbesar&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang terbayang bila kita mendengar kata Dinosaurus yang hidup ribuan tahun yang lalu, yang selalu mengundang keingin tahuan kita. Yang pertama tentu saja ukuran nya yang super besar. Bayangkan saja ukuran dinosaurus bisa mencapai 15 kali dari berat gajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah Dinosaurus terbesar di dunia (panjang maupun beratnya)&lt;br /&gt;1. Argentinosaurus huinculensis - Panjang (35-40m), berat 80-100 ton &lt;br /&gt;2. Paralititan 35-40 m berat 70 ton&lt;br /&gt;3. Seismosaurus hallorum Panjang 37 m, berat 30-80 ton&lt;br /&gt;4. Supersaurus vivianae Panjang 30-40 m, berat 45-55 ton&lt;br /&gt;5. Ultrasauros 30 m, berat 80 ton&lt;br /&gt;6. Andesaurus delgadoi panjang 40 m &lt;br /&gt;7. Bruhathkayosaurus matleyi 40 m &lt;br /&gt;8. Argyrosaurus superbus 20-40 m &lt;br /&gt;9. Giraffatitan brancai 23-30 m &lt;br /&gt;10. Diplodocus 28 m &lt;br /&gt;11. Brachiosaurus - 26 m, berat 70-80 ton. &lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;enchant&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5990468119734424235?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5990468119734424235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/dinosaurus-terbesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5990468119734424235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5990468119734424235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/dinosaurus-terbesar.html' title='DINOSAURUS TERBESAR'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-2148757158021188725</id><published>2010-04-09T08:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T21:53:54.412-07:00</updated><title type='text'>10 ALASAN MENGAPA AIR PENTING BAGI TUBUH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10 Alasan Mengapa Air Penting Bagi Tubuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Air yang menutupi bumi lebih dari 70 % sangat besar manfaatnya baik untuk lingkungan maupun untuk mahluk hidup, lebih-lebih untuk manusia. Air merupakan mineral yang sangat vital bagi tubuh manusia. Apa saja fungsi air bagi tubuh? Berikut 10 fungsi penting air menurut dr.Tan Shot, Yen, M.Hum, medical doctor dan penulis buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Air mencegah kerusakan DNA dan membuat perbaikannya lebih efisien.&lt;br /&gt;2. Air meningkatkan efisiensi sistem kekebalan di sumsum tulang, termasuk menghadapi kanker.&lt;br /&gt;3. Air adalah pelarut utama semua makanan, vitamin, dan mineral; dipergunakan untuk memecah bahan-bahan tersebut dan metabolismenya serta asimilasinya.&lt;br /&gt;4. Air memberikan energi kepada makanan, sehingga partikel makanan dapat menyediakan energi selama proses pencernaan.&lt;br /&gt;5. Air dipergunakan sebagai penghantar semua zat dalam tubuh.&lt;br /&gt;6. Air meningkatkan efisiensi sel darah merah menangkap oksigen di paru-paru.&lt;br /&gt;7. Air membersihkan buangan racun dari berbagai bagian tubuh dan membawanya ke hati dan ginjal untuk dibuang.&lt;br /&gt;8. Air adalah pelumas utama di sel sendi dan membantu mencegah rematik dan sakit pinggang.&lt;br /&gt;9. Air penting untuk sistem pendinginan tubuh (melalui keringat) dan pemanasan tubuh (elektrikal). &lt;br /&gt;10. Air membantu menurunkan stres, kegelisahan, dan depresi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: di copy sesuai aslinya dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;www.kompas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-2148757158021188725?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/2148757158021188725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/10-alasan-mengapa-air-penting-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2148757158021188725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2148757158021188725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/10-alasan-mengapa-air-penting-bagi.html' title='10 ALASAN MENGAPA AIR PENTING BAGI TUBUH'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7139105261077133921</id><published>2010-04-09T08:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T06:25:55.797-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA LALAT SULIT DI TEPUK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa lalat sulit di tepuk&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa lalat sulit di tepuk? pertanyaan sederhana ini sering dilontarkan pada Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) yang telah meneliti biomekanika sayap lalat selama dua puluh tahunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem profesor di universitas tersebut. Mereka menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.&lt;br /&gt;"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: di copy dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kompas&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7139105261077133921?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7139105261077133921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/mengapa-lalat-sulit-di-tepuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7139105261077133921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7139105261077133921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/mengapa-lalat-sulit-di-tepuk.html' title='MENGAPA LALAT SULIT DI TEPUK'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-3445623071855482794</id><published>2010-04-09T08:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T22:01:41.998-07:00</updated><title type='text'>CARA KERJA OTAK</title><content type='html'>Cara Kerja Otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Otak merupakan pengendali utama dari tubuh manusia, otak terbungkus dalam tengkorak kepala dan dilindungi oleh cairan serebospinal. Cairan ini yang berfungsi untuk melindungi otak dari berbagai gangguan baik getaran maupun benturan dikepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan otak yang di berikan oleh yang maha kuasa kita bisa berpikir, bersosialisasi, berkomonikasi dan mengingat segala sesuatu kejadian yang telah kamu lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak manusia lebih besar dibandingkan dengan otak hewan, beratnya kira-kira 1,4 kg dan terdiri dari 100 milyar sel saraf.&lt;br /&gt;Otak terdiri atas beberapa bagian utama seperti serebrum, serebreum dan batang otak. Serebrum merupakan bagian terbesar dari otak. Beratnya sekitar 85% dari berat otak, serebrum terbagi atas dua hemisfer. Batang otak menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Kerja otak kita (manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak bekerja sama dengan organ tubuh kita lainnya sehingga tubuh kita bisa bekerja sesuai perintahnya. Otak dan Sum-sum tulang belakang membentuk sistem syaraf pusat, kedua sistem ini bekerja sama untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan tubuh.&lt;br /&gt;Saat anda berpikir keras cerebrum (hemisfer) berfungsi untuk mengingatnya, menganalisa, sehingga muncul ide-ide kreatif (hemisfer kanan). Untuk logika dan bicara di gunakan hemisfer kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang otak berfungsi untuk kebutuhan-kebutuhan dasar dari organ tubuh seperti mengatur denyut jantung, bernapas, sistem pencernaan, sirkulasi darah dan merasakan kapan kita terbangun maupun tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi Otak Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang otak terletak di bagian bawah otak berfungsi untuk sistem kendali tubuh seperti bernapas, denyut jantung, tidur dan tekanan darah.&lt;br /&gt;Serebelum merupakan bagian kedua terbesar yang berfungsi untuk mengkoordinasi pergerakan otot dan mengontrol keseimbangan.&lt;br /&gt;Serebrum adalah bagian terbesar dari otak yang berfungsi untuk berpikir, berbicara, mengingat, menerima sensor dan pergerakan. serebrum di bagi atas empat bagian yang masing-masing mempunyai tugas khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frontal lobe terletak di belakang kepala berfungsi untuk berpikir, belajar, emosi dan pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Occipital lobe berfungsi untuk memproses objek atau untuk penglihatan&lt;br /&gt;Pariental lobe terletak di bagian atas otak yang berfungsi untuk merasakan sensai pada tubuh seperti sentuhan, temperatur dan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temporal lobe berfungsi untuk memproses suara yang masuk dan juga daya ingat.&lt;br /&gt;Left hemisphere (hemisfer kiri) atau lebih di kenal dengan otak kiri berfungsi untuk berhitung, analisa dan bahasa.&lt;br /&gt;Right hemisphere (otak kanan) berfungsi untuk menghailkan pikiran-pikiran kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animasi tentang anatomi otak lihat di sini&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kidshealth, science-nationalgeographic&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-3445623071855482794?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/3445623071855482794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/3445623071855482794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/3445623071855482794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-kerja-otak.html' title='CARA KERJA OTAK'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-1818961259671601341</id><published>2010-04-09T05:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T05:46:20.207-07:00</updated><title type='text'>Tugas 3. TE2</title><content type='html'>Tugas Mata Kuliah Teori Ekonomi 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian I Pilihan Ganda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T  maka perekonomian tersebut merupakan.:&lt;br /&gt; b. Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :&lt;br /&gt;a. Kebijakan fiskal   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :&lt;br /&gt;d. Jumlah uang yang beredar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :&lt;br /&gt;c. Neraca perdagangan mengalami surplus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :&lt;br /&gt;d. Jauh-dekatnya dari pasar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Fungsi konsumsi Keynes menunjukan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang dinyatakan dengan :&lt;br /&gt;b. Pendapatan absolut.    &lt;br /&gt;7. Dalam analisis keefektifan kebijakan fiskal yang terjadi pada Liquidity Trap Range adalah …………..&lt;br /&gt;c. Tidak efektif.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;8. Dibawah ini adalah cara pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative credit control adalah :&lt;br /&gt;d. Selective credit control. (D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah :&lt;br /&gt;a. Tinggi.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :&lt;br /&gt;a. Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :&lt;br /&gt; d. Besarnya spekulasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Buku yang menjadi dasar analisis Makro ekonomi dikarang oleh :  &lt;br /&gt;  c. John Maynard Keynes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :&lt;br /&gt;. b. Expenditure sector   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dua faktor penting yang menentukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :&lt;br /&gt;b. Pendapatan nasional dan tingkat bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :&lt;br /&gt;b. Marginal Effisiency of capital. &lt;br /&gt;16. Dibawah ini mana yang benar :&lt;br /&gt;a. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :&lt;br /&gt; b. Investasi marginal.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :&lt;br /&gt;b. Cost of capital effect.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :&lt;br /&gt;a. Penyesuaian portfolio di sektor moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :&lt;br /&gt; d. Irving Visher. (D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya  perekonomian dikenal dengan nama:&lt;br /&gt;a. Cost of capital effect.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :&lt;br /&gt;b. Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Permalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang  dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :&lt;br /&gt;a. Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidak bisa diubah, yaitu seperti dibawahini, kecuali :&lt;br /&gt;d. Lembaga social dan politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Untuk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, adalah seperti dibawah, kecuali :&lt;br /&gt;d. Meningkatkan kapasitas produksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Suatu hal yang melandasi kaum klasik dalam pasar barang bersifat “ self regulating “ adalah :&lt;br /&gt;b. Berlakunya hokum say &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :&lt;br /&gt;c. Nilai nominal uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Situasi makro suatu perekonomian terutama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :.&lt;br /&gt;b. Permintaan efektif masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Besarnya angka penganda ( effect multiflier ) untuk perekonomian terbuka adalah &lt;br /&gt;a. 1 / 1-c&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure / komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, Kedua komponen tersebut disebut :&lt;br /&gt;a. Neraca perdagangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Pos-pos yang terdapat dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :&lt;br /&gt;c. Kredit dari bank sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui money multiflier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :&lt;br /&gt;a. Bertambahnya jumlah uang inti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Uang inti yang ada dimasyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bunga kredit bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan pengunaannya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan diatas sesuai dengan pemikiran :&lt;br /&gt;a. Adam Smith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :&lt;br /&gt;c.Tingkat harga dan GDP riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect. Keynes Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui ……………….&lt;br /&gt;c.Money multiflier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbanagan,  dalam artikelnya  yang terkenal adalah :&lt;br /&gt;a. The wealth of Nation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :&lt;br /&gt;c. Money multiflier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Yang dimaksud dengan kurva IS adalah :&lt;br /&gt;c. Kurva yang menunjukan hubungan pendapatan nasional pada tingkat investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi tidak memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut: &lt;br /&gt;d. Keseimbangan semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Permintaan uang  ( L1 ) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang untuk berjaga-jaga besal-kecilnya tergantung dari :&lt;br /&gt;b. Tingkat harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :&lt;br /&gt;c. Open market operation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :&lt;br /&gt;b. John Maynard Keyness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :&lt;br /&gt;a. Milton Friedman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, Ketiga hal diatas berakibat :&lt;br /&gt;c. Domestic inflation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan &lt;br /&gt;c. Hipotesa pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural. Kecuali :&lt;br /&gt;c. Inflasi selalu terjadi pada Negara sedang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Menurut teori structural ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :&lt;br /&gt;b. Pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada ………….&lt;br /&gt;b. Volume out put ( GDP riil ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Kenaikan harga barang akhir ( output ) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar : &lt;br /&gt;d. Cost inflation.(C)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Soal Esay !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebutkan Pos-pos kebijaksanaan fiscal dala APBN. Dan Jelaskan 3 konsep deficit, surplus dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !&lt;br /&gt;2. Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana yang tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan agregat bila pemerintah menempuh jalan : a. Membeli barang dan jasa.&lt;br /&gt;b. Menaikan gaji pegawai&lt;br /&gt;c. Membayar Transter payments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara garis besar terdiri 3 pos utama pada sisi pengeluaran “anggaran”; &lt;br /&gt;1. Belanja barang dan jasa (G),&lt;br /&gt;2. Gaji pegawai (W),&lt;br /&gt;3. Transfer payment/subsisi (Tr).&lt;br /&gt;Sedangkan pada sisi pendapatan terdiri 4 pos yang penting, yaitu:&lt;br /&gt;1. Penerimaan pajak (Tx),&lt;br /&gt;2. Kredit likuiditas bank sentral (U),&lt;br /&gt;3. Pinjaman/obligasi dalam negeri (B),&lt;br /&gt;4. Pinjaman/hutang luar negeri (F)&lt;br /&gt;Masing-masing pos mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga pengertian yang berbeda mengenai arti defisit, surplus dan “anggaran” berimbang.&lt;br /&gt;Konsep Surplus:&lt;br /&gt;1. G + W + Tr &lt; Tx maka “anggaran” surplus&lt;br /&gt;2. G + W + R &lt; T + B maka surplus “anggaran” &lt;br /&gt;3. anggaran” surplus bila U &lt; 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Defisit&lt;br /&gt;1. G + W + Tr &gt; Tx maka “anggaran” deficit&lt;br /&gt;2. G + W + Tr &gt; Tx + B, Defisit “anggaran”&lt;br /&gt;3. U &gt; 0, Anggaran” deficit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Berimbang&lt;br /&gt;1. G + W + Tr = Tx maka “anggaran” berimbang&lt;br /&gt;2. G + W + R = T + B.  maka berimbang&lt;br /&gt;3. berimbang bila U = 0.pada pengertian ini menunjukkan ada tidaknya pencetakan uang baru untuk membiayai “Anggaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. membeli barang jasa&lt;br /&gt;1 / 1-c . 2.000.000.000 = 10.000.000.000&lt;br /&gt;Menaiakn gaji pegawai&lt;br /&gt;c/ 1-c . 2.000.000.000 = 8.000.000.000&lt;br /&gt;membayar transfer payment&lt;br /&gt;c/1-c. 2.000.000.000 = 8.000.000.000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-1818961259671601341?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/1818961259671601341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/tugas-3-te2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1818961259671601341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1818961259671601341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/tugas-3-te2.html' title='Tugas 3. TE2'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7896083037642987012</id><published>2010-04-09T04:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T04:58:07.359-07:00</updated><title type='text'>CARA TERBENTUKNYA TORNADO</title><content type='html'>Cara Terbentuknya Tornado &lt;br /&gt;  Tornado atau yang lebih kita kenal dengan angin puting beliung memiliki daya rusak yang tinggi. Sebagai ilustrasi, jika anda pernah membuka dengan tiba-tiba air yang tergenang di dalam wastafel maka akan terjadi pusaran air, begitulah kira-kira bentuk pusaran badai tornado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300-480 km/jam memiliki lebar lebih dari 1,6 km dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.&lt;br /&gt;Tornado bisanya di ikuti dengan awan badai - thunderstorm (hujan angin yang di ikuti petir). Awan badai ini merupakan kumpulan energi yang sangat banyak sehingga menimbulkan gaya dorong ke dalam awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan terbentuk dari pengkondensasian air di udara, setiap gram air yang terkondensasi setara dengan 600 kalori panas yang di hasilkan. Energi ini akan terus miningkat dan di rubah menjadi energi kinetik akibat pergerakan udara keatas dan kebawah. Rata-rata hujan badai melepaskan energi 10.000.000 kwh atau setara dengan 20 kilo ton nuklir. Pergerakan udara keatas inilah yang membuat terjadinya pusaran udara atau yang di kenal dgn tornado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan skala tornado&lt;br /&gt;Tingkatan skala tornado berdasarkan skala Fujita. Nama ini diambil dari nama penemunya yang seorang meteorologis bernama T. Theodore Fujita. Skala Fujita ini memiliki enam tingkatan yaitu:&lt;br /&gt;1. Skala F0 merupakan tingkatan terendah dengan kecepatan angin 40 sampai 72 mph&lt;br /&gt;2. Skala F1 dengan kecepatan angin 73 sampai 112 mph. pada tingkat ini tornado mampu merusak atap bangunan dan mobil kecil.&lt;br /&gt;3. Skala F2, tornado mampu merusak rumah, truk, kereta api dan pepohonan. Kecepatan angin sekitar 113 sampai 157 mph.&lt;br /&gt;4. Skala F3 dengan kecepatan angin 158 sampai 206 mph.&lt;br /&gt;5. Skala F4 dengan kecepatan angin 207 sampai 260 mph yang mampu merusak struktur bangunan rumah.&lt;br /&gt;6. Skala F5 merupakan skala tertinggi dengan kecepatan angin 261 sampai 318 mph. Pada tingkat ini, mobil akan berterbangan di udara dan seluruh truktur bangunan rumah akan luluh lantak di hantamnya.&lt;br /&gt;Sumber: Gambar1, Fas.org, wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7896083037642987012?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7896083037642987012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-terbentuknya-tornado.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7896083037642987012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7896083037642987012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-terbentuknya-tornado.html' title='CARA TERBENTUKNYA TORNADO'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-8317826700143959139</id><published>2010-04-09T04:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T04:39:32.949-07:00</updated><title type='text'>CARA HELIKOPTER TERBANG</title><content type='html'>Cara helikopter terbang &lt;br /&gt;  Helikopter merupakan alat transportasi yang digerakan oleh rotor dan memiliki kemampuan mendarat dan terbang secara vertikal. Helikopter juga bisa bergerak maju dan mundur di udara, selain itu helikopter memiliki kemampuan mengapung di udara. Karena kemampuannya ini helikopter banyak di manfaatkan untuk berbagai kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helikopter mendapatkan daya untuk bergerak dari rotor yang berputar. Rotor helikopter memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Saat rotor berputar udara akan bergerak pada permukaan atas rotor mengakibatkan tekanan diatas rotor rendah dari yang dibawah rotor sehingga helikopter terangkat keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagaian utama helikopter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilah rotor (rotor blade) merupakan bentuk aerofoil yang sudutnya bisa diubah-ubah dan berfungsi untuk menimbulkan gaya angkat dan gaya dorong. Rotor blade melekat pada main rotor dengan bantuah rotor hub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tail rotor terletak dibagain belakan helikopter, rotor ini merupakan rotor kecil yang berputar secara fertikal. fungsi rotor ini untuk mmebelokan helikopter sesuai arah yang dinginkan. selain itu tail rotor juga berfungsi untuk melawan torsi yang ditimbulkan oleh main rotor saat berputar (aksi dan reaksi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Swash plate mempunyai dua bagian utama utama yaitu satu pelat yang tetap warna biru dan pelat yang berputar warna merah. Swash plate ini yang berfungsi untuk mengatur pergerakan pesawat dengan cara mengatur sudut serang udara pada rotor blade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara helikopter terbang&lt;br /&gt;Seperti yang kita singgung di atas, helikopter memiliki kemampuan yang unik saat mengudara. Berikut ini bagaimana cara helikopter terbang. Untuk lebih paham lebih baik kita lihat sekilas tentang bentuk aerofoil baling-baling helikopter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setiap baling-baling heli memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Daya angkat yang ditimbulkannya tergantung pada sudut serang (angel of attack) dan kecepatan baling-baling saat berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Collective control&lt;br /&gt; Gerakan ini berfungsi untuk menaikan dan menurunkan helikopter. Gerakan ini di dapat dengan cara menikan atau menurukan swash plate terhadap poros rotor utama tanpa mengubah sudut nya. Karena perubahan sudut serang (pith angel) serentak atau kolektif maka gerakan naik heli akan selalu konstan terhadap putaran baling-balingnya.&lt;br /&gt;Cyclic control&lt;br /&gt;Gerakan iniberhubungan dengan gerakan memutar dan maju. Untuk bergerak maju sudut serang blade di ubah dengan cara memiringkan swash plate. Karena sudut serang pada masing-masing blade tidak sama, maka gaya angkat pun berubah. Perbedaan gaya angkat inilah yang digunakan untuk memajukan, memundurkan, atau memutar peawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: infovisual, wikipedia, howstuff, startflying&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-8317826700143959139?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/8317826700143959139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-helikopter-terbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/8317826700143959139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/8317826700143959139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/cara-helikopter-terbang.html' title='CARA HELIKOPTER TERBANG'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-766821545360344187</id><published>2010-04-09T04:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T04:31:58.115-07:00</updated><title type='text'>ANALISIS SWOT PERUSAHAAN</title><content type='html'>ANALISIS SWOT &lt;br /&gt;Salah satu metoda analisis lingkungan yang sering digunakan adalah Analisis SWOT (Strenght / Kekuatan, Weaknesess / Kelemahan, Opportunity / Peluang, Threats /Ancaman). Kekuatan adalah variabel atau faktor-faktor internal seperti teknologi yang dimiliki perusahaan, sumberdaya manusia (karyawan dan manajemen), sistem, maupun modal, yang mampu menjadikan perusahaan memiliki keunggulan tertentu. Paling tidak, faktor tersebut menjadi penentu utama untuk mempertahankan atau kalau bisa mengembangkan-kinerja perusahaan. Sedangkan kelemahan adalah faktor yang menyebabkan perusahaan tidak mampu mengerjakan sesuatu yang ternyata dapat dikerjakan dengan baik dan atau lebih murah oleh pesaingnya. Faktor ini dianalisis dapat menyebabkan penurunan kinerja perusahaan. Sementara itu, yang disebut dengan peluang dan ancaman adalah faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan, misalnya: &lt;br /&gt;Ancaman dominan dalam industri&lt;br /&gt;Kekuatan dan dorongan persaingan dalam industri&lt;br /&gt;Faktor penyebab perubahan&lt;br /&gt;Aktivitas pesaing&lt;br /&gt;Faktor yang menentukan keberhasilan untuk bersaing dalam industri&lt;br /&gt;Daya tarik industri&lt;br /&gt;(www.wardoyo.staff.gunadarma.ac.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA SWOT PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK&lt;br /&gt;(INDOSAT)&lt;br /&gt;1. Strength:&lt;br /&gt;Kekuatan Indosat antara lain terdapat pada: hak duopoli yang dimilikinya, pengalaman mengelola bisnis telekomunikasi internasional, kekuatan manajemen dan budaya perusahaan, rangkaian produk dan jasa yang luas, teknologi yang mutakhir pada peralatannya, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik. &lt;br /&gt;2. Weakness:&lt;br /&gt;Kelemahan Indosat antara lain terdapat pada: kurangnya kebiasaan bersaing secara ketat akibat kenikmatan hak duopoli yang dimilikinya, rentannya likuiditas perusahaan akibat besarnya kewajiban yang dimilikinya, dan diversifikasi yang berlebihan seperti pada perusahaan anak dan afiliasi yang kurang menguntungkan. &lt;br /&gt;3. Oppurtunities:&lt;br /&gt;Peluang bagi Indosat antara lain: besarnya pasar domestik yang belum tergarap, perluasan usaha baru yang melingkupi bisnis inti yang cukup menguntungkan, dan bisnis telekomunikasi global yang cukup menjanjikan. &lt;br /&gt;4. Threat:&lt;br /&gt;Ancaman bagi Indosat antara lain: masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri sehubungan akan berakhirnya hak duopoli, kompetisi global yang memasuki pasar domestik, dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia. &lt;br /&gt;(Sumber : PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS SWOT SPEEDY&lt;br /&gt;SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunity and Threat. Biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk analisis kekuatan perusahaan.&lt;br /&gt;Berikut analisis produk Speedy yang menjadi anak emas PT.Telkom, Tbk&lt;br /&gt;Strength (Kekuatan)&lt;br /&gt;1. Produk Incumbent&lt;br /&gt;2. Monopoli market&lt;br /&gt;3. Market leader dapat mencapai 99%&lt;br /&gt;4. Brand oke &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weakness (Kelemahan)&lt;br /&gt;1. Pelayanan semakin berkurang seiring meningkatnya prosentase pemakaian Speedy dan sebanding dengan trafik gangguan masuk.&lt;br /&gt;2. Konsumen tidak familiar dengan produk Speedy&lt;br /&gt;3. Jarlokat (Jaringan lokal tembaga) banyak yang sudah renta, asumsi bahwa induk perusahaan sudah lama berdiri dan memakai jalur transmisi lama.&lt;br /&gt;4. Pertumbuhan Speedy di STO daerah rural relatif lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opportunity (Peluang)&lt;br /&gt;1. Margin menggiurkan&lt;br /&gt;2. Pertumbuhan lokasi bisnis dan menjamurnya sektor pendidikan yang membutuhkan akses internet mudah.&lt;br /&gt;3. Track Record oke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Threat (Ancaman)&lt;br /&gt;1. Persaiangan jangka panjang menunggu munculnya tekonologi baru seperti wimax&lt;br /&gt;2. Crack account&lt;br /&gt;http://ardiansyahputra.wordpress.com/2007/09/11/analisis-swot-speedy/, PT.TELKOM,TB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS SWOT PT SIDO MUNCUL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Strength &lt;br /&gt;1. SDM yang handal &lt;br /&gt;PT Sidomuncul di dukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan yang bervariasi dan &lt;br /&gt;ditempatkan sesuai dengan keahliannya serta Sido Muncul juga memiliki tenaga ahli juga memiliki tenaga ahli &lt;br /&gt;dari berbagai disiplin ilmu. &lt;br /&gt;2. Fasilitas pabrik yang lengkap &lt;br /&gt;Dengan standar pabrik CPOB (Standar Pabrik Farmasi) maka Sido Muncul memiliki berbagai fasilitas guna &lt;br /&gt;mendukung produksi. &lt;br /&gt;3. Merupakan perusahaan jamu terbesar di Indonesia &lt;br /&gt;Sido Muncul merupakan pabrik jamu terbesar yang ada di Indonesia dan merupakan pionir bagi pabrik jamu &lt;br /&gt;lainnya. &lt;br /&gt;4. Distribusi tersebar di seluruh wilayah Indonesia &lt;br /&gt;Sido muncul berhasil menarik pelanggan di seluruh wilayah di Indonesia, baik daerah perkotaan maupun &lt;br /&gt;pedesaan maka dari itu distribusi produk Sido Muncul juga menyeluruh hingga ke seluruh wilayah Indonesia. &lt;br /&gt;5. Produk terjangkau &lt;br /&gt;Harga dari produk PT Sido Muncul sangat terjangkau pada seluruh lapisan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Weakness &lt;br /&gt;1. Beberapa tahun lalu bintang iklan PT Sido Muncul menggunaka Sophia Latjuba yang kemudian terjadi  masalah pribadi (antara Sophia Latjuba dan kekasihnya yang berasal dari Amerika) sehingga menyebabkan iklan itu jarang muncul di TV tetapi sudah diselesaikan dengan menggunakan bintang iklan yang baru. &lt;br /&gt;2. PT Sido Muncul belum mempunyai alat untuk mengeringkan bahan baku sehingga hanya mengandalkan cara tradisional (matahari) sehingga pada musim hujan pengeringan tidak sempurna. Untuk mengatasi masalah tersebut PT Sido Muncul mengambil bahan baku dari pengumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Opportunity &lt;br /&gt;1) Teknologi &lt;br /&gt;Diera modern ini dibutuhkan peralatan/teknologi yang canggih untuk mendukung proses kerja yang dituntut  serba cepat dan higienis karena PT Sido Muncul yang merupakan pabrik berstandar pabrik farmasi memiliki fasilitas laboratorium, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah. &lt;br /&gt;2) Selera masyarakat &lt;br /&gt;Perubahan gaya hidup serba instant membuat masyarakat kembali kepada produk-produk herbal (obat- obatan tradisional), karena dirasa produk-produk herbal dapat memberikan banyak manfaat dan tidak menimbulkan efek samping. Hal ini sejalan dengan misi PT Sido Muncul &lt;br /&gt;3) Menjadi sponsor dalam berbagai promosi kesehatan &lt;br /&gt;Dengan menjadi salah sati sponsopr dalam berbagai kegiatan promosi kesehatan dapat membentuk suatu image yang bagus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Threatment &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pesaing &lt;br /&gt;(a) Karena kini selera masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional, menyebabkan permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat, sehingga PT Sido Muncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional dan tidak tanggung-tanggung mencoba untuk menjatuhkan image produk Sido Muncul dengan cara “Memlesetkan” salah satu iklan dari PT Sido Muncul. &lt;br /&gt;(b) Jamu-jamu bahan kimia obat (BKO) yang merebak di Indonesia saat ini (ex : Koperasi perusahaan jamu BKO di Cilacap) menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat di industri jamu, perusahaan-perusahaan tersebut hanya mencari keuntungan semata, dan tidak memikirkan bahayanya terhadap konsumen. &lt;br /&gt;2) Krisis ekonomi &lt;br /&gt;Ditengah krisis ekonomi saat ini menyebabkan kondisi bahan-bahan baku produk tidak stabil, pembiayaan proses produksi, distribusi dan lain-lain menjadi semakin mahal, karenanya dibutuhkan solusi yang tepat bagi PT Sido Muncul untuk menyiasati kondisi seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.bingar-strategipemasaran.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA SWOT AQUA DANONE&lt;br /&gt;Strength :&lt;br /&gt;- Brand Aqua Danone sangat kuat.&lt;br /&gt;- Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%).&lt;br /&gt;- Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weakness : &lt;br /&gt;- Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor&lt;br /&gt;- Margin tipis&lt;br /&gt;- Diperlukan Modal Kerja yang cukup signifikan&lt;br /&gt;- Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opportunity : &lt;br /&gt;- Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar&lt;br /&gt;- Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Threat : &lt;br /&gt;- Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua Danone dari wilayah lain (cross border)&lt;br /&gt;- Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila melanggar aturan keagenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strata keagenan dan Harga Jual Aqua Danone :&lt;br /&gt;(Catatan : volume minimum = volume setiap pengiriman = volume per invoice) &lt;br /&gt;1. Direct : End user, Konsumen Rumah Tangga / Perkantoran, volume minimum 1, tidak ada target, harga jual air (isi saja) Rp 9.000 s/d Rp 10.000 (diantar)&lt;br /&gt;2. Retailer : Toko Kecil / Warung, volume min 5 s/d 10, tidak ada target, harga jual Rp 8.050.&lt;br /&gt;3. Whole Seller : toko besar / grosir, volume min 50, target vol min. 2.000 / bln&lt;br /&gt;4. High Class Outlet : Hotel, Supermarket, Hypermarket, Toserba …&gt; mempunyai aturan tersendiri dan kontrak jangka panjang serta berhubungan langsung dengan principal Aqua Danone, Jakarta.&lt;br /&gt;5. Star Outlet : Sub Distributor dengan wilayah tertentu, volume min 500, target volume min 12.500 / bln&lt;br /&gt;Modal kerja yang diperlukan tergantung Strata Agen yang diinginkan, namun point yang penting :&lt;br /&gt;1. Sewa tempat usaha, syukur apabila sudah mempunyai kios / ruko sendiri.&lt;br /&gt;2. Telpon PSTN / Flexy dengan nomor cantik, agar mudah diingat pelanggan.&lt;br /&gt;3. Harga botol (galon) Rp 30.000,- / buah&lt;br /&gt;4. Sepeda motor / Mobil jenis Pick Up / Light Truck (tergantung strata keagenan), dipakai untuk distribusi produk&lt;br /&gt;5. Biaya Overhead selama 3-6 bulan&lt;br /&gt;(http://betigaklaten.wordpress.com/2007/08/08/analisa-swot-bisnis-distribusi/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS SWOT PT UNILEVER&lt;br /&gt;Kekuatan (Strengths)&lt;br /&gt;1. Strategi promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam iklan tersebut.&lt;br /&gt;2. PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey, edisi khusus 2007)&lt;br /&gt;3. Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.&lt;br /&gt;4. Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap jajaran.&lt;br /&gt;5. Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury, dan ice cream.&lt;br /&gt;6. Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.&lt;br /&gt;7. PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat terlayani.&lt;br /&gt;8. PT unilever mempunyai moto “operational excellent with no compromise on quality”. Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan (Weaknesses)&lt;br /&gt;1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang mempunyai agenda dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua, komunikasi pada karyawan yang bisa menerima pesan yang berbeda-beda. Dan ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan, dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial.&lt;br /&gt;2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.&lt;br /&gt;3. Jumlah karyawan yang tambun.&lt;br /&gt;4. Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever indonesia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu.&lt;br /&gt;5. Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;6. Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu.&lt;br /&gt;7. Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah.&lt;br /&gt;8. Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan (Opportunities)&lt;br /&gt;1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ekonomi Indonesia sebesar 6.3%.&lt;br /&gt;2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan papua.&lt;br /&gt;3. Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen.&lt;br /&gt;4. Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.&lt;br /&gt;5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553 (50,1%) perempuan.&lt;br /&gt;6. Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods.&lt;br /&gt;7. Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1.&lt;br /&gt;8. Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman (Threats)&lt;br /&gt;1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula kelapa, dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan komoditas lainnya.&lt;br /&gt;2. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.&lt;br /&gt;3. Melemahnya daya beli konsumen.&lt;br /&gt;4. Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.&lt;br /&gt;5. Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan tingginya biaya pemasaran produk.&lt;br /&gt;6. Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri.&lt;br /&gt;7. Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina.&lt;br /&gt;8. Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk-produk luar negeri.&lt;br /&gt;9. Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang membahayakan komunitas orang utan.&lt;br /&gt;10. Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever.&lt;br /&gt;11. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.&lt;br /&gt;(http://harningsih-ningsihblog.blogspot.com/2010/03/analisis-swot-pada-produk-pt-unilever.html)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-766821545360344187?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/766821545360344187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/analisis-swot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/766821545360344187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/766821545360344187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/04/analisis-swot.html' title='ANALISIS SWOT PERUSAHAAN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-660026511084598563</id><published>2010-03-23T20:23:00.001-07:00</published><updated>2010-03-23T20:24:31.055-07:00</updated><title type='text'>TUGAS 3 RISET AKUNTANSI</title><content type='html'>TUGAS 3 RISET AKUNTANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah Resume Jurnal atau Tulisan (2 Jurnal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENTS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Riyatno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resume: &lt;br /&gt;Skandal akuntansi yang terjadi pada perusahaan-perusahaan besar di AS seperti Enron, WorldCom, Xerox, dan terakhir perusahaan farmasi Merck pada awal bulan Juli 2002 telah mengakibatkan turunnya kepercayaan publik terutama investor di pasar modal terhadap pelaporan keuangan yang dilakukan perusahaan. Kesalahan juga dialamatkan kepada profesi akuntan terutama akuntan publik yang seharusnya berperan sebagai “public watchdog” terhadap informasi keuangan yang disusun oleh perusahaan. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia dengan adanya kasus Telkom dan Indofarma, yang mengharuskan penilaian kembali (restatement) laba yang dilaporkan perusahaan pada periode-periode yang lalu karena kesalahan manajemen yang tidak ditemukan oleh KAP yang mengaudit periode terdahulu. Akuntan publik yang mengaudit perusahaan yang terkena skandal akuntansi tersebut juga tergolong kantor akuntan publik (KAP) yang berukuran besar dan mempunyai reputasi di bidang keuangan, namun hal itu ternyata tidak menjamin bahwa laporan keuangan perusahaan mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya. Padahal di sisi lain informasi keuangan yang akurat merupakan pertimbangan utama untuk menilai harga wajar suatu sekuritas, misalnya saham atau obligasi di pasar modal. Kegagalan dalam pelaporan keuangan dalam bentuk kecurangan atau kesalahan yang tidak dapat diungkapkan oleh KAP saat melakukan audit mengakibatkan kerugian yang besar bagi investor dan kreditor. Laba (earnings) merupakan informasi keuangan yang selalu dinantikan oleh para pemakai laporan keuangan. Laba merupakan ukuran kinerja atau keberhasilan suatu perusahaan yang dapat diperbandingkan dengan perusahaan lain. Kinerja yang dilihat apakah perusahaan membukukan laba lebih tinggi atau lebih rendah dari periode sebelumnya. Laba yang berhasil dicapai oleh suatu perusahaan merupakan salah satu ukuran kinerja dan menjadi pertimbangan oleh para investor atau kreditur dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi atau untuk memberikan tambahan kredit. Perusahaan yang melaporkan laba yang tinggi tentu akan menggembirakan investor yang menanamkan modalnya karena ia akan mendapatkan dividen atas tiap kepemilikan saham yang dimilikinya. Demikian pula halnya dengan kreditur, ia akan merasa yakin bahwa ia akan menerima pendapatan bunga dan pengembalian pokok pinjaman yang telah diberikan kepada perusahaan. Satu hal yang terkait dengan informasi laba khususnya dan laporan keuangan pada umumnya yang dilaporkan oleh perusahaan adalah adanya peran Kantor Akuntan Publik (KAP) / Auditor eksternal untuk memberikan jasa atestasi atas laporan keuangan perusahaan. Auditor memberikan opini atas laporan keuangan perusahaan meliputi kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Namun dengan terjadinya skandal-skandal akuntansi, yang terutama dilakukan dengan motif mempercantik tampilan kinerja atau laba yang dilaporkan sehingga saham perusahaan terlihat menarik dan menguntungkan bila dibeli oleh investor di pasar modal mengakibatkan publik terutama investor mempertanyakan kembali kualitas audit yang telah dilakukan oleh suatu KAP, terutama KAP besar yang telah memiliki nama dan reputasi baik. Sehingga saat ini terdapat penilaian skeptis dari publik bahwa KAP besar tidak menjamin laporan keuangan yang diaudit tidak mengandung kesalahan yang material. Karena auditor memberikan opini terhadap laporan keuangan khususnya informasi laba sehingga memberikan kredibilitas atas informasi laba tersebut, dan KAP besar dianggap memiliki kualitas audit yang lebih tinggi daripada KAP kecil sehingga informasi laba yang dilaporkan perusahaan menjadi lebih kredibel, maka terdapat hubungan antara kualitas audit, yang diproksikan dengan ukuran KAP dengan informasi laba yang dapat dilihat dari reaksi atau respons pasar terhadap pengumuman informasi laba tersebut yaitu besaran Earnings Response Coefficient (ERC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPM (Capital Aset Pricing Model) memberikan kemudahan bagi para analis dan investor untuk memprediksi harga wajar suatu sekuritas. Model CAPM dengan versi pasar mengasumsikan keterkaitan antara return pasar dengan return suatu saham, artinya pergerakan return pasar akan mempengaruhi rerurn saham tersebut. Return saham suatu perusahaan adalah total perubahan harga saham ditambah dengan dividen yang diterima dibagi dengan harga saham awal. Seorang investor dikatakan mendapatkan abnormal return (disebut juga unexpected return atau excess return) apabila ia mendapatkan return aktual yang lebih besar dari return yang diekspetasi dengan menggunakan model CAPM. Dengan melihat penjelasan diatas bahwa informasi laba akan mempengaruhi penilaian analis atau investor terhadap harga saham, yang lebih lanjut akan mempengaruhi return yang diterima oleh investor selaku pemegang saham, maka informasi laba tersebut merupakan salah satu informasi yang dipergunakan dalam strategi jual, beli atau menahan saham yang dilakukan oleh investor di pasar modal. Untuk mengukur seberapa besar reaksi pasar terhadap informasi mengenai perusahaan yang tercermin dengan dikeluarkannya laporan keuangan, terutama informasi laba dikenal istilah Earnings Response Coefficients (ERC) dalam penelitian-penelitian di pasar modal. ERC adalah ukuran besaran abnormal return suatu sekuritas sebagai respon terhadap komponen laba kejutan (unexpected earnings) yang dilaporkan oleh perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut (Scott, 2001:152). mempengaruhi ERC suatu sekuritas. Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan ERC suatu perusahaan yaitu risiko (beta) saham, struktur modal, persistence, kualitas laba, kemungkinan tumbuh dan tingkat keterinformasian laba (Scott, 2001:153-157). Kualitas audit merupakan sesuatu yang abstrak sehingga sulit diukur dan hanya dapat dirasakan oleh para pengguna jasa audit, sehingga sampai saat ini tidak ada definisi yang seragam mengenai kualitas audit tersebut. DeAngelo (1991) dalam Ebrahim (2001) mendefinisikan kualitas audit sebagai probabilitas untuk mendeteksi dan melaporkan kesalahan yang material dalam laporan keuangan. Carcello, et. al. (1992) meringkas atribut kualitas audit menjadi 12 (dua belas) yaitu: 1) berpengalaman; 2) memahami keahlian dalam industri klien; 3) responsif terhadap kebutuhan klien; 4) memiliki kompetensi secara teknis dalam mengaplikasikan standar audit; 5) Independen; 6) bersikap hati-hati (exercised due care); 7) mempunyai komitmen yang kuat terhadap kualitas; 8) melibatkan rekan/manajer KAP dalam penugasan audit; 9) melaksanakan pekerjaan lapangan audit dengan layak; 10) berinteraksi dengan komite audit klien; 11) mempunyai standar etika yang tinggi dan mempunyai pengetahuan dalam bidang akuntansi dan auditing; dan 12) bersikap skeptis dalam penugasan audit. Beberapa penelitian yang menggunakan ukuran KAP sebagai proksi kualitas audit berhasil membuktikan secara empiris bahwa terdapat perbedaan kualitas antara KAP berukuran besar (Big four accounting firms) dengan KAP berukuran kecil (non big four accounting firms).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini mencoba memberikan bukti empiris mengenai pengaruh ukuran KAP sebagai proksi kualitas audit terhadap Earnings Response Coefficients (ERC) dengan mempergunakan sampel penelitian sebanyak 64 perusahaan dari perusahaan yang terdaftar di BEJ pada tahun 1999 dan 2000. Dengan menggunakan metode event study, dihitung nilai ERC perusahaan disekitar tanggal pengumuman informasi laba, dengan pemisahan berdasarkan KAP yang mengaudit perusahaan tersebut. Analisa dilakukan dengan menggunakan model regresi dan uji beda rata-rata (Mann-Whitney Test) sehingga dapat ditarik kesimpulan: 1) Bahwa ukuran KAP berpengaruh terhadap ERC perusahaan. KAP yang berukuran besar dipersepsikan sebagai KAP yang berkualitas sehingga menambah kredibilitas informasi laba yang disampaikan oleh perusahaan. Hal itu akan menjadikan investor akan menjadi lebih percaya dan yakin akan informasi laba yang dilaporkan oleh perusahaan. 2) Tidak terdapat perbedaan ERC perusahaan yang diaudit KAP besar dengan yang diaudit KAP kecil secara signifikan. Tidak signifikannya perbedaan ERC perusahaan yang diaudit KAP berukuran besar dengan perusahaan yang diaudit KAP berukuran kecil mungkin disebabkan investor tidak memperhatikan informasi laba dari perusahaan, termasuk KAP yang melakukan audit atas laporan keuangan yang nota bene seharusnya menambah nilai informasi keuangan perusahaan, karena banyaknya faktor lain seperti peristiwa politik, sosial, atau keamanan yang turut mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan investasi. Sedangkan beberapa keterbatasan dalam penelitian adalah: 1. Beberapa variabel kontrol yang mungkin juga mempengaruhi ERC, selain ukuran KAP tidak dimasukkan kedalam model regresi sehingga mengurangi daya prediksi model penelitian yang digunakan. 2. Penghitungan laba kejutan berdasarkan perbedaan laba per lembar saham pada dua laporan keuangan tahunan mungkin kurang mewakili karena jarak beda waktu yang terlalu lama. 3. Sampel penelitian yang meliputi seluruh industri di BEJ mungkin tidak tepat digunakan, karena terdapat beberapa industri yang sangat teregulasi melalui peraturan pemerintah, sehingga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ERC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR PADA DEBITUR PT. WOM FINANCE SURAKARTA&lt;br /&gt;Penulis : FARID TRIBUNE UNIQEU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resume :&lt;br /&gt;Kepemilikan kendaraan bermotor saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk membuat efisiensi dalam  aktivitas mereka. Kenaikan BBM membuat biaya transportasi juga semakin meningkat. Semakin meningkatnya biaya transportasi menyebabkan harga-harga kebutuhan lainnya juga meningkat. Salah satu cara untuk dapat menekan biaya transportasi adalah dengan memilik kendaraan sendiri terutama kendaraan bermotor. Namun kepemilikan kendaraan bermotor tidaklah mudah, mengingkat harga kendaraan yang tinggi. Oleh karena itu kehadiran lembaga keuangan bank maupun non bank dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan kredit kendaraan bermotor membuat konsumen menjadi sulit untuk menentukan pilihan. Karena persaingan diantara lembaga keuangan tersebut semakin ketat. Yang tentu saja juga semakin memanjakan konsumen dengan fasilitas yang diberikan oleh lembaga tersebut. Adapun prinsip yang diterapkan dalam pemberian kredit adalah prinsip5”C” yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition of economic(Munawir, 1997: 235). Dari kelima prinsip tersebut collateral (jaminan) merupakan hal yang penting dalam kebijakan pemberian kredit karena permasalahan yang sering dihadapi oleh lembaga keuangan adalah kredit macet (resiko tidak tertagihnya kredit) dengan adanya jaminan yang tinggi berarti resiko adanya kredit yang macet akan menjadi lebih rendah.  Secara umum jaminan kredit dapat dibagi menjadi dua, yaitu jaminan fisik dan jaminan non fisik. Jaminan fisik dapat berbentuk barang seperti  tanah, rumah, surat-surat berharga, dan lain-lain. Sedangkan jaminan non fisik dapat berbentuk jaminan keyakinan tentang prospek usaha debitur di masa yang akan datang dan kekuatan keuangan perusahaan yang dapat dilihat dalam laporan keuangan perusahaan.  Selain jaminan faktor character juga penting. Character berkaitan dengan watak calon debitur. Selanjutnya adalah faktor capital. Faktor capital menunjukkan posisi finansial debitur secara keseluruhan. Bank atau lembaga keuangan harus mengetahui bagaimana perimbangan antara hutang dan jumlah modal sendiri calon debitur. Dalam penulisan skripsi ini penulis tertarik untuk mengungkapkan permasalahan mengenai pengaruh capital (pendapatan), character (watak) dan collateral (jaminan) dalam pemberian kredit kendaraan bermotor oleh  PT. Wom Finance Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dana F Kellerman (1971; 237), kata “kredit“ berasal dari bahasa Yunani “Credere“ yang berarti kepercayaan atau dalam bahasa latin “Creditum“ yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Kredit didasarkan pada suatu perjanjian yang telah disepakati bersama antara kedua belah pihak (Bank dan Peminjam), dalam hal ini Bank hanya akan memberikan kredit bila Bank memiliki “kepercayaan“ bahwa peminjam akan dapat melunasi kewajibannya dikemudian hari. Dalam pengertian kredit terdapat unsur-unsur kredit itu sendiri, yaitu unsur (Tj’e Aman, 1989: 2): &lt;br /&gt;a. Waktu&lt;br /&gt;b. Kepercayaan&lt;br /&gt;c. Penyerahan &lt;br /&gt;d. Resiko&lt;br /&gt;e. Persetujuan atau perjanjian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkreditan melibatkan beberapa pihak: kreditur (bank), debitur (penerima kredit), otorita moneter, dan bahkan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, tujuan perkreditan berbeda-beda dan tergantung pada pihak-pihak tersebut (Tj’e Aman, 1989:3). &lt;br /&gt;a. Bagi kreditur (bank) :&lt;br /&gt;    1).  Perkreditan merupakan sumber utama pendapatannya. &lt;br /&gt;    2). Pemberian kredit merupakan perangsang pemasaran produk-produk lainnya dalam  persaingan. &lt;br /&gt;    3). Perkreditan merupakan instrumen penjaga likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas bank.  &lt;br /&gt;b. Bagi Debitur : &lt;br /&gt;    1). Kredit berfungsi sebagai sarana untuk membuat kegiatan usaha makin lancar dan performance (kinerja)  usaha semakin baik daripada sebelumnya. &lt;br /&gt;    2). Kredit meningkatkan minat berusaha dan keuntungan sebagai jaminan kelanjutan                            kehidupan perusahaan.&lt;br /&gt;    3). Kredit memperluas kesempatan berusaha dan bekerja dalam perusahaan.&lt;br /&gt;c. Bagi otorita :&lt;br /&gt;    1). Kredit berfungsi sebagai instrumen moneter.&lt;br /&gt;    2). Kredit berfungsi untuk menciptakan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja yang memperluas sumber pendapatan dan kemungkinan membuka sumber-sumber pendapatan negara. &lt;br /&gt;    3). Kredit berfungsi sebagai instrumen untuk ikut serta meningkatkan mutu manajemen dunia usaha,  sehingga terjadi efisiensi dan mengurangi pemborosan di semua lini. &lt;br /&gt;d. Bagi Masyarakat : &lt;br /&gt;    1). Kredit dapat menimbulkan backward dan foreward linkage dalam kehidupan perekonomian. &lt;br /&gt;    2). Kredit mengurangi pengangguran, karena membuka peluang berusaha, bekerja dan pemerataan  pendapatan. &lt;br /&gt;    3). Kredit meningkatkan fungsi pasar, karena ada peningkatan daya beli (social buying power). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya kredit dapat diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt; a. Menurut Jangka Waktunya :&lt;br /&gt;     1) Kredit Jangka Pendek &lt;br /&gt;     2) Kredit Jangka Menengah  &lt;br /&gt;     3) Kredit Jangka Panjang &lt;br /&gt; b. Menurut Tujuan Penggunaannya :&lt;br /&gt;     1) Kredit Modal Kerja &lt;br /&gt;     2) Kredit Investasi  untuk keperluan : &lt;br /&gt;        a) Rehabilitasi&lt;br /&gt;        b) Modernisasi&lt;br /&gt;        c) Perluasan&lt;br /&gt;        d) Pembangunan proyek dengan mesin-mesin baru dalam rangka usaha yang baru. &lt;br /&gt;        e) Relokasi Pabrik, yaitu pemindahan lokasi pabrik secara keseluruhan &lt;br /&gt; c. Menurut Sifat Penarikan Dananya : &lt;br /&gt;     1) Kredit Langsung &lt;br /&gt;     2) Kredit Tak Langsung &lt;br /&gt; d. Menurut Sifat Pelunasannya : &lt;br /&gt;     1) Kredit Dengan Angsuran. &lt;br /&gt;     2) Kredit Bukan Dengan Angsuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penelitian ini populasi mencakup seluruh konsumen PT. Wom Finance Surakarta Purwodadi sedangkan responden yang dijadikan sampel sebanyak 31 orang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan, responden digolongkan kedalam beberapa kelompok yang berdasarkan atas jenis usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama pengambilan kredit. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh pendapatan, karakter dan jaminan terhadap pemberian kredit maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Berdasarkan hasil uji t variabel pendapatan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,010 (p &lt; 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti. &lt;br /&gt;2. Berdasarkan hasil uji t variabel karakter, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,039 (p &lt; 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor karakter berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta.” terbukti.&lt;br /&gt;3. Berdasarkan hasil uji t variabel jaminan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,015 (p &lt; 0,05). Maka hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga faktor jaminan berpengaruh signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti. &lt;br /&gt;4. Variabel pendapatan memiliki nilai koefisien regresi dan t hitung yang lebih tinggi dibandingkan dengan variabel karakter dan jaminan yaitu sebesar 2,764, sedangkan karakter sebesar 2,164 dan jaminan sebesar 2,612, hal ini berarti pendapatan merupakan variabel yang dominan pengaruhnya terhadap pemberian kredit, jadi hipotesis keempat yang menyatakan bahwa “Diduga variabel pendapatan berpengaruh dominan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta” terbukti kebenarannya.&lt;br /&gt;5. Berdasarkan hasil uji F, variabel pendapatan, karakter dan jaminan secara bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit, dengan koefisien determinasi sebesar 60,8%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa keterbatasan yang teridentifikasikan dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Dalam penelitian ini, penulis belum memasukkan semua unsur variabel yang mungkin berhubungan dengan pengambilan keputusan pemberian kredit.&lt;br /&gt;2. Tidak seluruh sampel diambil dalam penelitian ini, tetapi hanya mengambil 31 responden atau sampel. Sehingga hasil yang dilaporkan kurang dapat digeneralisasikan, dalam arti apa yang telah ditemukan dalam penelitian ini mungkin berbeda dengan penelitian sejenis dengan sampel yang berbeda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-660026511084598563?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/660026511084598563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-3-riset-akuntansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/660026511084598563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/660026511084598563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-3-riset-akuntansi.html' title='TUGAS 3 RISET AKUNTANSI'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-2989512861229277752</id><published>2010-03-23T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T20:19:12.704-07:00</updated><title type='text'>TUGAS 2 RISET AKUNTANSI</title><content type='html'>TUGAS 2 RISET AKUNTANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah abstraksi dari jurnal atau penelitian (dengan bahasa atau gaya sendiri)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN PERBANKAN  YANG LISTING DI BEI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstraksi :&lt;br /&gt;Kebutuhan akan laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh seorang auditor dewasa ini semakin meningkat. Dengan semakin berkembangnya pasar modal di Indonesia pada saat ini yang ditandai dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan yang go public. Yang diwajibkan oleh Bapepam-LK, dimana setiap perusahaan go public harus menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit selambat-lambatnya 90 hari setelah tanggal diterbitkannya laporan keuangan tahunan. Peraturan ini tertuang dalam surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor : Kep-36/PM/2003. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan disebut audit delay. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan perbankan yang listing di BEI tahun 2006 sampai tahun 2008. Yaitu ingin mengetahui rata-rata lamanya audit delay dan apakah faktor-faktor ukuran perusahaan, laba atau rugi usaha, ukuran KAP dan jenis opini auditor mempengaruhi audit delay. Rata-rata audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2006 sampai tahun 2008 yaitu 65,5 hari. Secara parsial ukuran perusahaan dan jenis opini auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay. Sedangkan laba atau rugi usaha dan ukuran KAP secara parsial mempunyai pengaruh terhadap audit delay. Penelitian lanjutan memuat atau menambahkan variabel selain variabel yang sudah penulis masukan, periode penelitian, dan variasi maupun ragam sektor perusahaan yang diteliti (unit penelitian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR PADA DEBITUR  PT. WOM FINANCE SURAKARTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstraksi:&lt;br /&gt;Jaminan (Collateral) merupakan hal yang penting dalam kebijakan pemberian kredit karena permasalahan yang selalu dihadapi oleh lembaga keuangan adalah kredit macet yaitu resiko tidak tertagihnya kredit, dengan adanya jaminan yang tinggi berarti resiko adanya kredit yang macet akan menjadi lebih rendah. Selain jaminan faktor character juga sama pentingnya. Character berkaitan dengan watak calon debitur. Lembaga keuangan mencari data tentang sifat-sifat pribadi, watak, dan kejujuran dari pimpinan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya. Dan selanjutnya adalah faktor capital. Faktor capital yaitu  untuk menunjukkan posisi finansial debitur secara keseluruhan. Bank atau lembaga keuangan harus dapat mengetahui bagaimana perimbangan antara hutang dan jumlah modal sendiri calon debitur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor capital (pendapatan), character (watak) dan collateral (jaminan) dalam pemberian kredit kendaraan bermotor oleh PT. Wom Finance Surakarta. Populasi atau ruang lingkup dalam penelitian ini adalah semua debitur yang menerima kredit bermotor selama bulan September-November 2006 pada PT. Wom Finance Surakarta, yaitu sebesar 126 debitur. Sedangkan jumlah sampel yang digunakan untuk penelitian berjumlah 31 orang. Kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan interval 1-5. Alat uji yang dipergunakan yaitu  uji validitas dengan menggunakan korelasi product moment pearson dan uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach yang merupakan uji instrumen penelitian. Sedangkan analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda. Data diolah dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa hasil uji t variabel pendapatan, karakter dan jaminan, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi yakni sebesar 0,010 (pendapatan), 0,039 (karakter) dan 0,015 (jaminan) dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Dari hasil uji tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap pemberian kredit. Hasil uji F, variabel pendapatan, karakter dan jaminan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian kredit kendaraan bermotor, dengan koefisien determinasi sebesar 60,8%.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-2989512861229277752?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/2989512861229277752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-2-riset-akuntansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2989512861229277752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2989512861229277752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-2-riset-akuntansi.html' title='TUGAS 2 RISET AKUNTANSI'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4146120149962297124</id><published>2010-03-23T20:09:00.001-07:00</published><updated>2010-03-23T20:14:49.633-07:00</updated><title type='text'>TUGAS 1 RISET AKUNTANSI</title><content type='html'>TUGAS 1 RISET AKUNTANSI &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Cari  hasil penelitian akuntansi yang paling anda sukai dari majalah ilmiah atau bacaan lain dan tuliskan secara urut mulai dari judul, penulis, waktu penerbitan, nama majalah, lembaga penerbit, volume dan nomor majalah?&lt;br /&gt;Jawab : &lt;br /&gt;• Judul : PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENTS&lt;br /&gt;• Penulis :  Riyatno&lt;br /&gt;• Waktu Penerbitan : Oktober 2007&lt;br /&gt;• Nama Majalah : Jurnal Keuangan dan Bisnis&lt;br /&gt;• Lembaga Penerbit : Jurnal Keuangan dan Bisnis&lt;br /&gt;• Volume : 5&lt;br /&gt;• Nomor Majalah : 148-162&lt;br /&gt;2. Tuliskan Komponen – komponen (urutan) dalam artikel tersebut menurut pengetahuan anda?&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;a. Abstrak &lt;br /&gt;b. Pendahuluan&lt;br /&gt;c. Telaah Teoritis dan Pengembangan Hipotesis&lt;br /&gt;d. Metode Penelitian&lt;br /&gt;e. Hasil dan PembahasaPenelitian&lt;br /&gt;f. Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;g. Daftar Pustaka&lt;br /&gt;3. Identifikasikan artikel penelitian apakah merupakan basic research atau applied research?&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;• Basic Research&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4146120149962297124?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4146120149962297124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-1-riset-akuntansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4146120149962297124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4146120149962297124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-1-riset-akuntansi.html' title='TUGAS 1 RISET AKUNTANSI'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-2269652238536182862</id><published>2010-03-15T10:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T11:59:19.549-07:00</updated><title type='text'>Tugas 2. Buatlah 2 Abstrak dari Jurnal (dgn bhs sendiri)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1)abstraks:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mengapa terjadi penyimpangan pada biaya produksi dan apakah anggaran biaya produksi tersebut pada PT Coca Cola sebagai alat pengawasan telah berfungsi dengan baik dan semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu dengan menggunakan Jenis data primer dan data sekunder. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kuesioner. Metode penganalisaan data yang dipergunakan adalah metode deskriptif yaitu merupakan metode yang mengumpulkan, menyusun, menginterprestasikan dan menganalisis data untuk pemecahan masalah yang dihadapi. Hasil analisis data tersebut ini kemudian dibandingkan dengan dasar teori yang terkait dengan masalah yang dibahas atau diteliti.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan apakah perusahaan menggunakan metode top down dalam penyusunan anggaran setiap tahunnya. Tidak ada batas yang dianggap material atau signifikan dalam menilai setiap penyimpangan yang terjadi, akan tetapi tergantung kepada kondisi perekonomian pada saat itu, apakah penyimpangan tersebut wajar atau tidak. Dari penelitian  data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggaran biaya produksi sebagai alat pengawasan telah berfungsi dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2)abstraks: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian laba yang maksimal adalah tujuan dari setiap perusahaan oleh karena itu dalam prosesnya perlu perencanaan yang matang. Untuk itulah diperlukan analisis laporan keuangan sebagai dasar bagi perencanaan laba bagi perusahaan. Hasil analisis dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak manajemen perusahaan dalam kebijakan perencanaan laba.&lt;br /&gt;Hal menarik inilah yang menjadi salah satu alasan penulis untuk memilih judul “Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada P.D. XXX“. Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan dan pengaruh dari analisis laporan keuangan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan terhadap perencanaan laba periode yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-2269652238536182862?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/2269652238536182862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-2-buatlah-2-abstrak-dari-jurnal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2269652238536182862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2269652238536182862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/tugas-2-buatlah-2-abstrak-dari-jurnal.html' title='Tugas 2. Buatlah 2 Abstrak dari Jurnal (dgn bhs sendiri)'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5120011967354706750</id><published>2010-03-15T10:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T10:28:29.296-07:00</updated><title type='text'>STRATIFIKASI SOSIAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Definisi sistematik dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. &lt;br /&gt;P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ukuran kekayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ukuran kekuasaan dan wewenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ukuran kehormatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ukuran ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.&lt;br /&gt;(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Macam-Macam / Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Stratifikasi Sosial Tertutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stratifikasi tertutup&lt;/span&gt; adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Stratifikasi Sosial Terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stratifikasi sosial terbuka&lt;/span&gt; adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.&lt;br /&gt;(Sumber : http://organisasi.org/jenis-jenis-macam-macam-status-sosial-stratifikasi-sosial-dalam-masyarakat-sosiologi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5120011967354706750?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5120011967354706750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/stratifikasi-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5120011967354706750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5120011967354706750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/stratifikasi-sosial.html' title='STRATIFIKASI SOSIAL'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5840827901134564376</id><published>2010-03-11T19:23:00.000-08:00</published><updated>2010-03-19T01:10:49.932-07:00</updated><title type='text'>VISI, MISI DAN STRATEGIK PERUSAHAAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERUSAHAAN BERGERAK DIBIDANG TRANSPORTASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) PT. KENCANA MEGAH LOGISTIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai perusahaan jasa angkutan peti kemas dan ekspedisi     menetapkan visi dan misi perusahaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi &lt;br /&gt;PT. Kencana Megah Logistik memposisikan diri sebagai sebuah perusahaan jasa angkutan yang terintegrasi dan professional, dengan selalu memperkuat struktur organisasi baik internal maupun eksternal, serta memperluas cakupan pelayanan bersama dengan perencanaan yang baik dalam bidang strategi penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi &lt;br /&gt;1.Pelayanan yang professional untuk menjamin kepuasan para pelanggan.&lt;br /&gt;2.Mengembangkan kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;3.Pelayanan berkualitas melalui hubungan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategik&lt;br /&gt;Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat, memerlukan dukungan sarana dan prasarana guna mendukung keberhasilan perusahaan.Kecepatan dan ketepatan dalam pendistribusian barang menjadi salah satu  tolok ukur perusahaan agar dapat memenangkan persaingan dalam kompetisi di era globalisasi ini.&lt;br /&gt;Kami berusaha memberikan dukungan penuh bagi bisnis anda, dengan memberikan layanan pengiriman barang-barang keseluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Dengan dukungan tim yang solid dari 2 provider yang unggul dibidangnya, yaitu Silver Line dan Kencana Megah Logistik, kami dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi kepentingan Bisnis Anda.&lt;br /&gt;(Sumber : www.PTKENCANAMEGAHLOGISTIK.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) PT.  AURA MANDIRI PRATAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;Menjadi Perusahaan Terbesar, Terdepan dalam dalam bidang jasa pelayanan transportasi,  akomodasi,  Jasa Tour &amp; Travel dan Jasa Pengiriman dengan kualitas pelayanan terbaik yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, lingkungan, Bangsa dan Negara Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;• Menjadi perusahaan penyedia layanan  transportasi dengan kualitas layanan prima&lt;br /&gt;• Menjadi perusahaan yang respek terhadap karyawan, lingkungan dan masyarakat Bangsa dan Negara Indonesia&lt;br /&gt;• Menjadi perusahaan yang selalu “up to date” dalam memberikan kenyamanan dan keamanan penumpang dengan senantiasa menggunakan armada bus dan teknologi terbaru&lt;br /&gt;• Menyediakan bus yang nyaman, mewah, aman dan harga yang kompetitif  efesien dan menguntungkan, yang dijalankan oleh profesional yang kompeten dan bermotivasi tinggi.&lt;br /&gt;• Memberikan Solusi kepada pelanggan dalam menggunakan Transportasi di IndonesiaMemenuhi Kebutuhan pelanggan dengan pengirimanantar jemput alamat Door to Door Cepat, tepat, aman dan terpercaya.&lt;br /&gt;• Mengedepankan kepuasan serta menggaransi uang kiriman kembali,apabila kiriman barang konsumen tidak tepat waktu dengan komitmen itulah kami selalu melakukan perbaikan terus menerus.&lt;br /&gt;• Menjadi perusahaan layanan jasa “ one stop service for tour and travel “ yang tangguh dan unggul dengan jaringan mitra kerja yang luas&lt;br /&gt;Strategik&lt;br /&gt;• Memegang teguh visi dan misi perusahaan.&lt;br /&gt;• Memberikan pelayanan secara maksimal kepada para pelanggan. &lt;br /&gt;• Menjaga reputasi dengan berpegang teguh pada prinsip penyediaan kualitas pelayanan yang terbaik. &lt;br /&gt;• Ramah, Profesionalisme, dan Etika dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan. &lt;br /&gt;• Persatuan dalam system kerja sama yang baik&lt;br /&gt;(Sumber : PT.  AURA MANDIRI PRATAMA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERUSAHAAN BERGERAK DIBIDANG MAKANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Hoka Hoka Bento &lt;br /&gt;pertama kali didirikan dibawah naungan PT Eka Bogainti. Dengan restoran pertama berlokasi di Kebun Kacang, Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;Menjadi restoran fast food dengan ciri khas Jepang yang mengutamakan kualitas produk dan kualitas pelayanan yang terbaik, sehingga hoka hoka bento menjadi pilihan utama dan terkemuka dalam bisnis restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;Kami memberikan solusi bagi pelanggan untuk mendapatkan makanan yang berkualitas dan variatif dengan mengutamakan pelayanan demi kepuasan pelanggan. Kami berkeyakinan bahwa hanya dengan memaksimalkan pelayanan dan produktifitas kerja, kami bisa memaksimalkan ekuitas karyawan, kemampuan memperoleh keuntungan dan mencapai pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategik&lt;br /&gt;Menyajikan makanan Jepang yang sehat, variatif, higienis, cepat saji dengan harga terjangkau serta suasana yang nyaman.&lt;br /&gt;(Sumber : Hoka Hoka Bento )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) PT. Sekar Laut, Tbk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berawal dari sebuah usaha di bidang perdagangan produk kelautan di kota Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 1966. Kemudian berkembang menjadi usaha krupuk udang tradisional. Dengan kegigihan usaha yang dirintis berkembang pesat dari industri rumah tangga menjadi perusahaan penghasil krupuk. &lt;br /&gt;PT. Sekar Laut, Tbk. didirikan pada 19 Juli 1976 dalam bentuk perseroan terbatas dan kemudian terdaftar resmi sebagai badan perusahaan di departemen kehakiman pada 1 Maret 1978. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi :&lt;br /&gt;•Membuat komunitas dunia lebih tahu akan produk-produk makanan dengan kualitas pruduk bagus, sehat dan bergizi. &lt;br /&gt;•Mempertahankan posisi sebagai perusahaan nomor satu dalam bidang industri krupuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi :&lt;br /&gt;•Membantu mengolah sumber daya alam Indonesia yang berlimpah dengan tujuan untuk menyediakan makanan sehat yang bergizi dan berkualitas. &lt;br /&gt;•Membantu memberi pangan masyarakat seluruh dunia. &lt;br /&gt;•Membantu membangun dan meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategik&lt;br /&gt;inovasi dan pengawasan kualitas berkelanjutan yang selama bertahun-tahun dilakukan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;(Sumber : PT. Sekar Laut, Tbk. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERUSAHAAN BERGERAK DIBIDANG franchise (waralaba)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) ALFAMART&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;visi:&lt;br /&gt;"Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi:&lt;br /&gt;* Memberikan kepuasan kepada pelanggan / konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan  yang berkualitas unggul.&lt;br /&gt;* Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku  etika bisnis yang tertinggi.&lt;br /&gt;* Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh-kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha.&lt;br /&gt;* Membangun organisasi global yang terpercaya, tersehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan , pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi:&lt;br /&gt;•Integritas yang tinggi.&lt;br /&gt;•Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik.&lt;br /&gt;•Kualitas &amp; Produktivitas yang tertinggi.&lt;br /&gt;•Kerjasama Team.&lt;br /&gt;•Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik.&lt;br /&gt;(Sumber : ALFAMARTku.com)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2) Mr. B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI &amp; MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era persaingan yang sangat kompetitif, bisnis makanan mempunyai perkembangan yang cukup signifikan. PT. Gempita Muda melalui Mr. B lebih responsive, peka serta memanfaatkan momen of time secara jeli dan tepat. Bekerja secara smart, tanggap, speedy, serta excellent untuk memberikan tingkat kepuasan serta pelayanan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. B sebagai prinsip akan siap memberikan pelayanan kepada para mitra seperti sebuah ikatan “simbiose mutualisme” kerja bersama yang saling menguntungkan dengan falsafah keterkaitan hati serta kebersamaan dalam menjalin hubungan bisnis, kami akan selalu melakukan inovasi kedepan untuk mendapatkan value dalam pasar yang sangat kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami percaya sebagai mitra usaha, para calon mitra telah mengantisipasi terhadap berkembangnya wawasan usaha. Yang akan berhasil adalah mereka yang commited, fokus, luas pengetahuannya, professional komitmennya, serta tinggi cooperativeness-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tumbuh bersama, jangan hanya perusahan asing saja yang mendominasi dinamika ekonomi kita, kita harapkan mungkin saja nanti perusahan asing bisa menjadi frenchise perusahaan franchise local Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akhir wacana, kami mendoakan mudah-mudahan terciptalah wirausahawan-wirausahawan yang berdaya saing dan bermental pejuang hingga bangsa ini menjadi bangsa yang kokoh dan kuat seiring dengan pertumbuhan pengusaha-pengusaha mandiri yang hebat dalam era persaingan global.&lt;br /&gt;(sumber : MR. Burger)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERUSAHAAN BERGERAK DIBIDANG telekomunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)Telkom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To become a leading InfoCom player in the region&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telkom mempunyai misi memberikan layanan " One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation " dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.&lt;br /&gt;(Sumber : Telkomku.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) PT. Jaring Lawah Cyber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perusahaan teknologi informasi ang mampu mendorong kemajuan industri telekomunikasi dan pengembangan sumber daya manusia indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JL Cyber merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi yang berskala Nasional. Untuk menggapai visi perusahaan JL Cyber mengembangkan divisi divisi bisnis.&lt;br /&gt;JL Cyber dalam mengembangkan divisi Internet Service Provider yang menyediakan jasa backbone internet dengan teknologi WiFi( Wireless) , yang kemudian dikenal dengan nama DR-NET berupaya menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan berbasis teknologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JL Cyber berupaya mengembangkan seluruh divisi yang dimilikinya untuk bisa menjadi perusahaan dibidang teknologi informasi yang handal, terpercaya dan memiliki integritas tinggi dalam pelayanan.&lt;br /&gt;(Sumber : JL Cyber.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERUSAHAAN BERGERAK DIBIDANG KOMUNIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT.RAJAWALI CITRA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Utama Hiburan dan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan “utama” mengandung makna lebih dari yang “pertama” karena kata “pertama” hanya mencerminkan hierarki pada dimensi tertentu. Sedangkan kata “utama” mengandung unsur kemuliaan karena melibatkan aspek kualitas, integritas dan dedikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media utama hiburan dan informasi memiliki makna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.RCTI unggul dalam hal kualitas materi dan penyajian program hiburan dan informasi.&lt;br /&gt;2.RCTI memperhatikan keseimbangan faktor bisnis dan tanggung jawab sosial atas sajian program-programnya.&lt;br /&gt;3.RCTI menjadi pilihan yang utama dari para “stakeholder” (karyawan,pemirsa,pengiklan,pemegang saham,pemasok,pesaing,perusahaan afiliasi,mitra strategis,masyarakat, dan penyelenggara Negara)&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Menyediakan Layanan Prima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi kerja di perusahaan lebih mengutamakan semangat kebersamaan sebagai sebuah tim kerja yang kuat. Hal ini memungkinkan seluruh komponen perusahaan mulai dari level teratas sampai dengan level terbawah mampu bersama-sama terstimulasi,terkoordinasi dan tersistemasi memberikan karya terbaiknya demi mewujudkan pelayanan terbaik dan utama kepada “stakeholder&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5840827901134564376?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5840827901134564376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/visi-misi-dan-strategik-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5840827901134564376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5840827901134564376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/03/visi-misi-dan-strategik-perusahaan.html' title='VISI, MISI DAN STRATEGIK PERUSAHAAN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-6457056651954178051</id><published>2010-02-15T05:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T22:53:18.841-08:00</updated><title type='text'>Tugas 1. Pengertian Manajemen, strategik, Manajemen strategik &amp; Hard Skill , Soft Skill Manajer</title><content type='html'>Pengertian Manajemen &lt;br /&gt;Istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu: 1. Manajemen sebagai suatu proses, 2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen, 3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science).&lt;br /&gt;1. Manajemen sebagai suatu proses Berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan diawasi.Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. &lt;br /&gt;2. Manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. &lt;br /&gt;Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.&lt;br /&gt;3. Manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. &lt;br /&gt;Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi adalah ilmu dan seni menggunakan kemampuan bersama sumber daya dan lingkungan secara efektif yang terbaik. &lt;br /&gt;Terdapat empat unsur penting dalam pengertian strategi,yaitu: &lt;br /&gt;• Kemampuan&lt;br /&gt;• Sumber daya&lt;br /&gt;• Lingkungan, &lt;br /&gt;• dan Tujuan. &lt;br /&gt;Empat unsur tersebut, sedemikian rupa disatukan secara rasional dan indah sehingga muncul beberapa alternatif pilihan yang kemudian dievaluasi dan diambil yang terbaik. Singkatnya strategi yang ditetapkan tidak boleh mengabaikan tujuan, kemampuan, sumber daya, dan lingkungan. Keberadaan strategi mempunyai jangka waktu relatif panjang. Hal tersebut, menyiratkan prediksi perubahan lingkungan penting memperoleh perhatian.&lt;br /&gt;Dari berbagai pengertian dan definisi mengenai strategi, secara umum dapat didefinisikan bahwa strategi adalah rencana tentang serangkaian manuver, yang mencakup seluruh elemen yang kasat mata maupun yang tak-kasat mata, untuk menjamin keberhasilan mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Manajemen strategi&lt;br /&gt;1. Manajemen strategi menurut Michael A. Hitt &amp;  R. Duane Ireland &amp; Robert E. Hoslisson (1997,XV)Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai.&lt;br /&gt;2. Manajemen strategi menurut Fred R. David, Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.&lt;br /&gt;3. Manajemen strategi menurut H. Igor Ansoff Manajemen  strategi adalah analisis yang  logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manajemen strategi menurut Michael Polter, Manajemen  strategi adalah sesuatu yang  membuat perusahaan secara keseluruhan berjumlah lebih dari bagian-bagian dengan demikian ada unsur sinergi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manajemen strategi&lt;/span&gt; adalah serangkaian keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen  strategis adalah seni dan ilmu  penyusunan,  penerapan,  dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang  dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut,  serta mengalokasikan sumber daya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Manajemen strategi  merupakan serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang yang mana ruang lingkupnya terdiri atas pengamatan lingkungan,  perumusan strategi (perencanaan strategis atau perencanaan jangka panjang), implementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hard Skill adalah skill yang berdasarkan bidang yang betul-betul dia menjadi pakar di dalamnya. contohnya jika dia adalah seorang ekonom, maka dia seharusnya menguasai konsep-konsep atau teori-toeri tentang ilmu ekonomi serta dapat melakukan analisa terhadap persoalan-persoalan yang menjadi kepakaran dia.&lt;br /&gt;Soft Skill artinya kemampuan untuk berinteraksi dengan manusia lain. Ya sesama mahasiswa, kolega dll.&lt;br /&gt;Baik hard skill maupun soft skill dua-duanya sangatlah penting, karena manusia pasti berinteraksi dengan manusia lain, baik di pekerjaan, di sekolah atau kuliah, di toko maupun pasar.&lt;br /&gt;Dalam bahasa sehari-hari dikenal istilah hard skills dan soft skills. Hard skills adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kompetensi-kompetensi yang terkait langsung dengan pekerjaan kita. Misalnya keahlian dalam membuat program bagi programmer. Sedangkan soft skills adalah keahlian yang menunjang hard skills tersebut. Soft skills ibaratnya adalah kompetensi yang membukus kompetensi inti yang dimiliki, misalnya interpersonal skills, communication skills, presentation skills, negotiation skills, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hard Skill yang dibutuhkan oleh seorang manajer, yakni: Berwawasan tinggi dan Berpendidikan, &lt;br /&gt;Sedangkan Soft Skill yang dibutuhkan yakni :Tegas, Berwibawa, Komunikatif, Pantang Menyerah, Mempunyai jiwa pemimpin.&lt;br /&gt;Alangkah idealnya jika seiring dengan pengembangan hard skills  juga dilakukan pengembangan soft skills.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-6457056651954178051?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/6457056651954178051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/02/tugas-1-pengertian-manajemen-strategik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6457056651954178051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6457056651954178051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2010/02/tugas-1-pengertian-manajemen-strategik.html' title='Tugas 1. Pengertian Manajemen, strategik, Manajemen strategik &amp; Hard Skill , Soft Skill Manajer'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-5051826482705284531</id><published>2009-11-10T04:12:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T04:12:46.100-08:00</updated><title type='text'>Resume Bab VI  Pola Manajemen Koperasi</title><content type='html'>Bab VI &lt;br /&gt;Pola Manajemen Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Manajemen dan Perangkat  Organisasi &lt;br /&gt;2. Rapat Anggota &lt;br /&gt;3. Pengurus &lt;br /&gt;4. Pengawas &lt;br /&gt;5. Manajer &lt;br /&gt;6. Pendekatan Sistem pada Koperasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an economic system with social content”. &lt;br /&gt;Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.&lt;br /&gt;Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam:&lt;br /&gt;• Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.&lt;br /&gt;• Kesukarelaan dalam keanggotaan &lt;br /&gt;• Menolong diri sendiri (self help)&lt;br /&gt;• Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity) &lt;br /&gt;• Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.&lt;br /&gt;• Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:&lt;br /&gt;a. Anggota &lt;br /&gt;b. Pengurus &lt;br /&gt;c.  Manajer &lt;br /&gt;d. Karyawan merupakan penghubung   &lt;br /&gt;antara manajemen dan anggota  &lt;br /&gt;pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sedangkan menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah:&lt;br /&gt;    a). Rapat anggota&lt;br /&gt;    b). Pengurus&lt;br /&gt;    c). Pengawas&lt;br /&gt;2) Rapat Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rapat anggota adalah tempat di mana suara-suara anggota berkumpul dan hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;- Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.&lt;br /&gt;- Koperasi dimiliki oleh anggota, dijalankan oleh anggota dan bekerja untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan:&lt;br /&gt;a) Anggaran dasar &lt;br /&gt;b) Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi&lt;br /&gt;c) Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas &lt;br /&gt;d) Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya &lt;br /&gt;e) Pembagian SHU&lt;br /&gt;f) Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pengurus Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan orang-orang yang bekerja di garis depan, mereka adalah otak dari gerakan koperasi dan merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu koperasi.&lt;br /&gt;Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah memimpin organisasi dan usaha koperasi serta mewakilinya di muka dan di luar pengadilan sesuai dengan keputusan-keputusan rapat anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:&lt;br /&gt;- Pusat pengambil keputusan tertinggi &lt;br /&gt;- Pemberi nasihat &lt;br /&gt;- Pengawas atau orang yang dapat dipercaya &lt;br /&gt;- Penjaga berkesinambungannya organisasi &lt;br /&gt;- Simbol &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pengawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas bertindak sebagai orang-orang kepercayaan anggota dalam menjaga harta kekayaan anggota dalam koperasi.&lt;br /&gt;Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.&lt;br /&gt;Syarat-syarat menjadi pengawas yaitu:&lt;br /&gt;• mempunyai kemampuan berusaha &lt;br /&gt;• mempunyai sifat sebagai pemimpin, yang    &lt;br /&gt;     disegani anggota koperasi dan masyarakat     &lt;br /&gt;     sekelilingnya. Dihargai pendapatnya,   &lt;br /&gt;     diperhatikan saran-sarannya dan iindahkan  &lt;br /&gt;     nasihat-nasihatnya.&lt;br /&gt;• Seorang anggota pengawas harus berani mengemukakan pendapatnya.&lt;br /&gt;• Rajin bekerja, semangat dan lincah.&lt;br /&gt;• pengurus sulit diharapkan untuk bekerja full time.&lt;br /&gt;• Pengurus mempunyai tugas penting yaitu memimpin organisasi sebagai keseluruhan.&lt;br /&gt;• Tugas manajer tidak dapat dilaksanakan sebagai tugas sambilan tapi harus dilaksanakan dengan penuh ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Manajer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pendekatan Sistem pada Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:&lt;br /&gt;organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi).&lt;br /&gt;perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem&lt;br /&gt;Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cooperative Combine&lt;br /&gt;Adalah sistem sosio teknis pada substansinya, sistem terbuka pada lingkungannya, sistem dasar target pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.&lt;br /&gt;Semua pelaksanaan dalam keseluruhan kompleks dan pengaruh eksternal, dipengaruhi oleh hubungan sistem, demikian juga dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak cukup hanya melaksanakan koperasi secara ekonomis saja, tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota &lt;br /&gt; tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota dengan manajemen perusahaan koperasi dalam lapangan lain.&lt;br /&gt;Contoh Cooperative Interprise Combine :&lt;br /&gt;Koperasi penyediaan alat pertanian, serba usaha, kerajinan, dan industri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-5051826482705284531?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/5051826482705284531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/11/resume-bab-vi-pola-manajemen-koperasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5051826482705284531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/5051826482705284531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/11/resume-bab-vi-pola-manajemen-koperasi.html' title='Resume Bab VI  Pola Manajemen Koperasi'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-550649788289208974</id><published>2009-11-06T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T05:36:50.481-08:00</updated><title type='text'>Resume Bab. V  SHU</title><content type='html'>BAB V&lt;br /&gt;SISA HASIL USAHA (SHU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN SHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut UU No. 25/1992 pasal 45 ayat (1), adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt; Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.&lt;br /&gt; Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.&lt;br /&gt; Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.&lt;br /&gt; Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.&lt;br /&gt; Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.&lt;br /&gt; SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFORMASI DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut.&lt;br /&gt;1.  SHU Total Koperasi pada satu tahun buku &lt;br /&gt;2. Bagian (persentase) SHU anggota &lt;br /&gt;3. Total simpanan seluruh anggota &lt;br /&gt;4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota &lt;br /&gt;5. Jumlah simpanan per anggota &lt;br /&gt;6. Omzet atau volume usaha per anggota &lt;br /&gt;7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota &lt;br /&gt;8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah Informasi Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SHU Total adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (profit after tax)&lt;br /&gt; Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya.&lt;br /&gt; Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.&lt;br /&gt; Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota.&lt;br /&gt; Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa modal anggota &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus Pembagian SHU&lt;br /&gt;• Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”. &lt;br /&gt;• Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.&lt;br /&gt;• Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHU per anggota&lt;br /&gt;• SHUA = JUA + JMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana :&lt;br /&gt;SHUA  = Sisa Hasil Usaha Anggota &lt;br /&gt;JUA = Jasa Usaha Anggota &lt;br /&gt;JMA    = Jasa Modal Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHU per anggota dengan model matematika&lt;br /&gt;• SHU Pa =   Va    x JUA +     S a  x  JMA&lt;br /&gt;                         -----             -----&lt;br /&gt;                          VUK              TMS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota &lt;br /&gt;JUA : Jasa Usaha Anggota &lt;br /&gt;JMA : Jasa Modal Anggota &lt;br /&gt;VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)&lt;br /&gt;UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)&lt;br /&gt;Sa        : Jumlah simpanan anggota &lt;br /&gt;TMS    : Modal sendiri total (simpanan anggota total) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI&lt;br /&gt;- SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.&lt;br /&gt;- SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.&lt;br /&gt;- Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.&lt;br /&gt;- SHU anggota dibayar secara tunai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-550649788289208974?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/550649788289208974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/11/resume-bab-v-shu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/550649788289208974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/550649788289208974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/11/resume-bab-v-shu.html' title='Resume Bab. V  SHU'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7296224705937281396</id><published>2009-10-30T06:24:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T06:28:51.335-07:00</updated><title type='text'>Resume Bab IV. TUJUAN &amp; FUNGSI</title><content type='html'>BAB IV&lt;br /&gt;TUJUAN &amp; FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Badan Usaha Koperasi &lt;br /&gt;B. Tujuan &amp; Nilai Koperasi &lt;br /&gt;C. Kegiatan Usaha Koperasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Badan Usaha&lt;br /&gt;     Koperasi adalah badan usaha atau perusahaan yang tetap tunduk pada kaidah &amp; aturan prinsip ekonomi yang berlaku (UU No. 25, 1992)&lt;br /&gt;     Mampu untuk menghasilkan keuntungan dan mengembangkan organisasi &amp; usahanya Ciri utama koperasi adalah pada sifat keanggotaan; sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa &lt;br /&gt;     Pengelolaan koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi rakyat memerlukan sistem manajemen usaha (keuangan, tehnik, organisasi &amp; informasi) dan sistem keanggotaan (membership system) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Tujuan &amp; Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Bisnis &lt;br /&gt;       Theory of the firm; perusahaan perlu  menetapkan tujuan &lt;br /&gt; Mendefinisikan organisasi &lt;br /&gt; Mengkoordinasi keputusan &lt;br /&gt; Menyediakan norma &lt;br /&gt; Sasaran yang lebih nyata &lt;br /&gt; Tujuan perusahaan :&lt;br /&gt; Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi &lt;br /&gt; Berorientasi pada profit oriented &amp; benefit oriented&lt;br /&gt; Landasan operasional didasarkan pada pelayanan (service at a cost)&lt;br /&gt; Memajukan kesejahteraan anggota merupakan prioritas utama (UU No. 25, 1992)&lt;br /&gt; Kesulitan utama pada pengukuran nilai benefit dan nilai perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi Teori Bisnis pada Success Koperasi&lt;br /&gt; Maximization of sales (William Banmoldb); usaha untuk memaksimumkan penjualan setelah keuntungan yang diperoleh telah memuaskan para pemegang saham (stake holders)&lt;br /&gt; Maximization of management utility (Oliver Williamson); penerapan pemisahan pemilik dan manajemen (separation of management from ownership) dan maksimalisasi penggunaan manajemen &lt;br /&gt; Satisfying Behaviour (Herbert Simon); diperlukan adanya perjuangan dan usaha keras dari pihak manajemen untuk memuaskan beberapa tujuan yang telah ditentukan, seperti sales, growth, market share, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi Teori Laba pada Success Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Konsep laba dalam koperasi adalah SHU; semakin tinggi partisipasi anggota, maka semakin tinggi manfaat yang diterima.&lt;br /&gt; Innovation theory of profit; perolehan laba yang maksimal karena adanya keberhasilan organisasi dalam melakukan inovasi terhadap produknya.&lt;br /&gt; Managerial Efficiency Theory of profit; organisasi  yang dikelola dengan efisien akan meraih laba di atas rata-rata laba normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Kegiatan Usaha&lt;br /&gt; Key success factors kegiatan usaha koperasi :&lt;br /&gt; Status dan motif anggota koperasi &lt;br /&gt; Bidang usaha (bisnis)&lt;br /&gt; Permodalan Koperasi &lt;br /&gt; Manajemen Koperasi &lt;br /&gt; Organisasi Koperasi &lt;br /&gt; Sistem Pembagian Keuntungan (Sisa Hasil Usaha) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status &amp; Motif Anggota&lt;br /&gt; Anggota sebagai pemilik (owners) dan sekaligus pengguna (users/customers)&lt;br /&gt; Owners : menanamkan modal investasi &lt;br /&gt; Customers : memanfaatkan pelayanan usaha koperasi dengan maksimal &lt;br /&gt; Kriteria minimal anggota koperasi &lt;br /&gt; Tidak berada di bawah garis kemiskinan &amp; memiliki potensi ekonomi &lt;br /&gt; Memiliki pola income reguler yang pasti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Koperasi&lt;br /&gt; Usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.&lt;br /&gt; Dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat (bila terdapat kelebihan kapasitas; dalam rangka optimalisasi economies of scale).&lt;br /&gt; Usaha dan peran utama dalam bidang sendi kehidupan ekonomi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permodalan Koperasi&lt;br /&gt; UU 25/992 pasal. 41; Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman (luar).&lt;br /&gt; Modal Sendiri ; simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, donasi atau dana hibah.&lt;br /&gt; Modal Pinjaman; bersumber dari anggota, koperasi lain dan atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dan sumber lainnya yang sah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alternatif Pemenuhan Modal&lt;br /&gt; Prinsip alokasi flow permodalan :&lt;br /&gt; Dana jangka pendek digunakan untuk pembiayaan modal kerja &lt;br /&gt; Dana jangka panjang digunakan untuk modal investasi &lt;br /&gt; Melakukan pendekatan model badan usaha non koperasi (swasta / persero), dengan berdasarkan atas saham kepemilikan.&lt;br /&gt; Akses permodalan pinjaman dan bantuan program dari luar negeri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7296224705937281396?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7296224705937281396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-bab-iv-tujuan-fungsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7296224705937281396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7296224705937281396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-bab-iv-tujuan-fungsi.html' title='Resume Bab IV. TUJUAN &amp; FUNGSI'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4457289299227852492</id><published>2009-10-25T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T20:39:36.972-07:00</updated><title type='text'>RESUME BAB III ORGANISASI &amp; MANAJEMEN</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccom14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccom14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccom14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:531890335; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1401966788 1433568130 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:89.45pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l1 	{mso-list-id:594558643; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1184559024 1433568130 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:89.45pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l2 	{mso-list-id:743332877; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1878140696 1433568130 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:89.45pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l3 	{mso-list-id:786124971; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1562679652 781619168 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:57.3pt; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l4 	{mso-list-id:1026324625; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-676404100 69271573 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l5 	{mso-list-id:1159804310; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:493622304 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l5:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l6 	{mso-list-id:1297293660; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-185667550 654730562 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l6:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:53.45pt; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l7 	{mso-list-id:1344361569; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1133858048 69271561 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l7:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l8 	{mso-list-id:1528833050; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1281173940 69271563 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l8:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l9 	{mso-list-id:1919247183; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2075950290 -233685010 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l9:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	mso-ansi-font-weight:normal;} @list l10 	{mso-list-id:2028942550; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2011197316 1433568130 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l10:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:89.45pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l11 	{mso-list-id:2089686045; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1507716214 69271563 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l11:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;B III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;ORG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;NIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;SI &amp;amp; M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;JEMEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bentuk Org&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nis&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hir&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;rki T&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggung j&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;b&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pol&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; M&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;jemen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;Bentuk Org&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;nis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut &lt;/span&gt;A&lt;span style="" lang="IN"&gt;hli:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ROPKE&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Identifik&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si ciri khusus koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kumpul&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n sejuml&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h individu deng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n tuju&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng s&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelompok us&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; untuk perb&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ik&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n kondisi ekonomi(sw&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; kelompok koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pem&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nf&lt;/span&gt;aa&lt;span style="" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si sec&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; bers&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; oleh &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;(perus&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;aa&lt;span style="" lang="IN"&gt;n koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si bertug&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s untuk menunj&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng kebutuh&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;a&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ny&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sub sistem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;A&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; Koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;B&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n Us&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; Koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Org&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nis&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si Koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;Hir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;rki T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;nggung j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;b&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;DI INDONESI&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;Bentuk : R&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Pengurus, Pengelol&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;, d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n Peng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;R&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t &lt;/span&gt;A&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;, h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;rus tersedi&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;kni :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;W&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; untuk meng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;mbil keputus&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemeg&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng keku&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;aa&lt;span style="" lang="IN"&gt;n tertinggi, deng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n tug&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penet&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ngg&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kebij&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;k&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n umum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemilih&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n, peng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ngk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemberhenti&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n pengurus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Renc&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; kerj&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;, renc&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; bydget, d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n pend&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n sert&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; penges&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n l&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;por&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n keu&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penges&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n pert&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggung j&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;b&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemb&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;gi&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n SHU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengg&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;bung&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n, pendiri&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n pelebur&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengurus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tug&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengelol&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h Koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n us&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ny&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;juk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n r&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nc&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n renc&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; kerj&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;, budget d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n bel&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nj&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menyelengg&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;k&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n r&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;juk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n l&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;por&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n keu&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pert&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggung j&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;b&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;M&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;inten&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nce d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ft&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n pengurus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wewen&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mew&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;kili koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si di d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;m &amp;amp; di lu&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;r peng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;dil&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meningk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;tk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n per&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n kopersi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Peng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Per&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ngk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t org&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nis&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng dipilih d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ri &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nggot&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n diberi m&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nd&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t untuk mel&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;kuk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n peng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n terh&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p j&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nny&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; org&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nis&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si &amp;amp; us&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;UU 25 th. 1992 p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;l 39 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bertug&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s mel&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;kuk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n peng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;w&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n kebij&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;k&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n pengelol&lt;/span&gt;aa&lt;span style="" lang="IN"&gt;n koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berwen&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng untuk meneliti c&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng &lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n mend&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n seg&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; keter&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng diperluk&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 89.45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;Pol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt; M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;jemen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menggun&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;k&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n g&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; m&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;jemen y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;rtisip&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;tif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terd&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;t pol&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; job description p&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt; seti&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p unsur d&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;m koper&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;si&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seti&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;p unsur memiliki ru&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng lingkup keputus&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n      y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng berbed&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seluruh unsur memiliki ru&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng lingkup keputus&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;n y&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;ng s&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4457289299227852492?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4457289299227852492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-bab-iii-organisasi-manajemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4457289299227852492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4457289299227852492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-bab-iii-organisasi-manajemen.html' title='RESUME BAB III ORGANISASI &amp; MANAJEMEN'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7182750510968349367</id><published>2009-10-25T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T20:38:26.256-07:00</updated><title type='text'>RESUME BAB II  PENGERTIAN DAN  PRINSIP-PRINSIP KOPERASI</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccom14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccom14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccom14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:441385795; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1078270710 910349680 -1341223632 -176489652 1234888834 1264737818 -2141943046 768218234 -663603764 1552580734;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l1 	{mso-list-id:847253169; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1181811558 665465328 942196802 556536380 -1015913570 1065529558 -2131449004 1731355592 2116948552 -1576349938;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l2 	{mso-list-id:990325262; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:850456476 -883394532 859634954 -238629760 -488707912 1770527806 -242315700 1856542926 -1606107020 -1720577406;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l3 	{mso-list-id:1145582430; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1566154024 -2147329240 -1582816060 -373136378 -658362458 1825861726 1205371290 1770438874 -565781270 -1489081876;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l4 	{mso-list-id:1228104511; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1169699122 -592927058 -372599840 -1669062182 430575826 -1768285256 -624677648 1514721768 1754707924 -1116723082;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l5 	{mso-list-id:1276600606; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-399344814 1433568130 2010179184 452854378 50502422 1038790492 -357956092 332965606 1694956118 1089751458;} @list l5:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l6 	{mso-list-id:1482037891; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2070170480 -1659596808 -888482248 -1328745446 507958068 -193065002 2013066 -1532231190 -292751972 -384161596;} @list l6:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l7 	{mso-list-id:1528833050; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1281173940 69271563 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l7:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l8 	{mso-list-id:1623076361; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1491308930 1943580614 -847859188 -43201696 -1614885454 -1712949176 -1012365024 -83297888 250883374 -1182098592;} @list l8:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l9 	{mso-list-id:1672676541; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-317711652 -1196278432 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l9:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l10 	{mso-list-id:1812942819; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1322788664 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l10:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l11 	{mso-list-id:2026589875; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1131540244 2009334594 1727583368 109627982 -1589607870 -1172243742 1132905968 713561266 1604461042 -2036701240;} @list l11:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l12 	{mso-list-id:2038459388; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-675243130 231212682 424313152 -361353212 -1983508106 640167114 -1720660590 230741870 1117568486 -1203456232;} @list l12:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:•; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman","serif";} @list l13 	{mso-list-id:2082366102; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:484747282 69271573 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l13:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l14 	{mso-list-id:2116896437; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1774059062 69271573 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l14:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;KOPERASI&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;GOTONG ROYONG&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DAN TOLONG MENOLONG&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;M&lt;/span&gt;engandung makna “kerja sama”, ada juga mengartikan ‘menolong satu sama lain’. Arti kerjasama bisa berbeda-beda tergantung dari cabang ilmunya.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Koperasi berkaitan dengan fungsi-fungsi :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;- Fungsi Sosial &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;- Fungsi Ekonomi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;- Fungsi Politik &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;- Fungsi Etika &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gotong Royong &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Menurut Mubyarto &lt;span style="" lang="IN"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;adalah kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tolong Menolong &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Menurut Mubyarto :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Tolong-menolong atau bantu membantu menunjukkan pada pencapaian tujuan perorangan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;PENGERTIAN KOPERASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Definisi ILO (International Labour Organization)&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;T&lt;/span&gt;erdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi, yaitu :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi adalah perkumpulan orang-orang &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Definisi Arifinal Chaniago (1984)&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 14.15pt;"&gt;Koperasi sebagai suatu perkumpulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Definisi P.J.V. Dooren&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;There is no single definition (for coopertive) which is generally accepted, but the common principle is that cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Definisi Hatta(Bapak Koperasi Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat seorang’&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Definisi Munkner&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Definisi UU No. 25/1992&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan &lt;span style="" lang="IN"&gt;sese&lt;/span&gt;orang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;Unsur Koperasi Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi adalah Badan Usaha (Business Enterprise)&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi adalah kumpulan orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan atau badan-badan hukum koperasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi Indonesia koperasi yang bekerja berdasarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“prinsip-prinsip koperasi”&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi Indonesia adalah “Gerakan Ekonomi Rakyat”&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi Indonesia “berazaskan kekeluargaan”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;TUJUAN KOPERASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;UU No. 25/1992 Pasal 4 Fungsi Koperasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memperkokoh perekonomian rakyat sbg dasar kekuatan dan ketahanan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perekonomian nasional dengan koperasi sbg sokogurunya &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;PRINSIP-PRINSIP KOPERASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP-PRINSIP MUNKNER&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keanggotaan terbuka &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengembangan anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Identitas sebagai pemilik dan pelanggan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Koperasi sbg kumpulan orang-orang &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Efisiensi ekonomi dari perusahaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;koperasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perkumpulan dengan sukarela &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pendidikan anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;K&lt;/span&gt;eanggotaan bersifat sukarela&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -28.35pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP ROCHDALE&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengawasan secara demokratis &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keanggotaan yang terbuka &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bunga atas modal dibatasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penjualan sepenuhnya dengan tunai &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Netral terhadap politik dan agama&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP RAIFFEISEN&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Swadaya &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Daerah kerja terbatas &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;SHU untuk cadangan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tanggung jawab anggota tidak terbatas &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Usaha hanya kepada anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP HERMAN SCHULZE&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Swadaya &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Daerah kerja tak terbatas &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tanggung jawab anggota terbatas &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP ICA&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dibuat-buat &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP / SENDI KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;S&lt;/span&gt;ifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Adanya pembatasan bunga atas modal&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PRINSIP KOPERASI&lt;br /&gt;UU NO. 25 / 1992&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengelolaan dilakukan secara demokrasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kemandirian &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pendidikan perkoperasian &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -14.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;•&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kerjasama antar koperasi &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7182750510968349367?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7182750510968349367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-bab-ii-pengertian-dan-prinsip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7182750510968349367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7182750510968349367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-bab-ii-pengertian-dan-prinsip.html' title='RESUME BAB II  PENGERTIAN DAN  PRINSIP-PRINSIP KOPERASI'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-6587360946410426846</id><published>2009-10-18T06:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T00:06:30.602-07:00</updated><title type='text'>Peranan Auditor Dalam Menemukan Masalah</title><content type='html'>&lt;p class="small"&gt;&lt;strong&gt;1. PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Dalam prinsip-prinsip keuangan, sebenarnya tidak ada sistem keuangan yang eksklusif. Hanya saja, munculnya istilah sistem keuangan BUMN lebih dikarenakan model pelaporannya yang di -&lt;i&gt;create&lt;/i&gt; sedemikian rupa sesuai kebutuhan perusahaan negara.&lt;/b&gt;Direktur Utama PKF Paul Hadiwinata mencoba mengurai berbagai kondisi keuangan BUMN. Semisal, laporan kinerja BUMN yang mungkin tidak untuk laporan keuangan perusahaan-perusahaan biasa. Contohnya laporan PKBL yang tidak ada di perusahaan swasta. Masih ada beberapa uraian lain mengenai peran pemerintah terhadap BUMN atau juga seluk beluk anggaran. Berikut beberapa pemikirannya yang coba dirangkai Yohanes Sigit dari BUMN Track.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;2. PERMASALAHAN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PERAN AKUNTAN PUBLIK TERHADAP SISTEM KEUANGAN DI BUMN SUPAYA LEBIH TRANSPARAN DAN AKUNTABEL?&lt;/b&gt;Mengenai peran akuntan publik terhadap sistem keuangan di BUMN, kami hanya melakukan pemeriksaan laporan keuangan perusahaan. Termasuk sistem dan &lt;i&gt;internal control&lt;/i&gt;-nya. Jadi kalau memeriksa keuangan tidak hanya neraca rugi labanya saja yang diperiksa. Sistemnya juga harus di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt;. Bagaimana sistem pembeliannya, mulai dari pembuatan order, penerimaan barang, pembayaran dan lain-lain. Pada dasarnya BUMN sudah mempunyai sistem yang cukup baik. Mereka tidak merasa sebagai stakeholder atau pemilik. Mereka menjadi bagian dari suatu sistem dan harus mampu mempertanggungjawabkan. Masalah akan timbul jika ada intervensi dari atas dengan adanya &lt;i&gt;policy-policy&lt;/i&gt; titipan yang tidak menyangkut sistem. Artinya ada peran yang besar sekali dari regulator terhadap sistem yang dijalankan BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA ANDA MELIHAT PERAN REGULATOR SELAMA INI?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peran regulator sangat besar. Regulator merupakan kepanjangan tangan dari kementerian. Pengangkatan direksi dan komisaris ditentukan oleh Kementerian Negara BUMN. Ada juga kepentingan dari menteri keuangan. Kenyataannya, karena ada yang mengatur, bawahnya harus mengikuti. Benturan ini tentu akan terjadi jika ada titipan-titipan dari atasan. Maka, dibutuhkan profesionalisme BUMN itu sendiri menghadapi titipan tersebut. Konsekwensinya kehilangan pekerjaan atau mereka harus berjuang. Itu tentu akan mengganggu kinerja. Kalau dampaknya kecil, mungkin tidak ada masalah. Tapi, yang namanya intervensi, dampaknya pasti besar sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;LANTAS?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengatasi masalah ini kadang-kadang sulit. Saya lihat pemerintah punya kepentingan sendiri. Sedangkan BUMN punya misi juga yang kadang-kadang tidak sejalan dengan pemerintah. Untuk menghilangkan intervensi sepertinya tidak mungkin. Namun untuk meminimalisasi hal tersebut, imbauan menteri keuangan untuk tidak rangkap jabatan antara orang pemerintah dengan BUMN sudah tepat sekali. Mereka sebagai profesional tidak mungkin menjalankan fungsinya sebagai operator dan regulator sekaligus. Jika ada sesuatu terjadi, mereka tidak bisa mengatakan 'saya tidak bertanggung jawab' walaupun dalam posisi sebagai komisaris yang tidak aktif dalam perusahaan. Mereka tetap mempunyai tanggun jawab, karena komisaris juga merupakan bagian dari perusahaan. Tapi, di lain pihak, mereka merupakan bagian dari regulator yang dititipkan di BUMN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;MENURUT MENTERI NEGARA BUMN, RANGKAP JABATAN ADA YANG DIPERLUKAN UNTUK EKSPANSI DAN PENGEMBANGAN PERUSAHAAN?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Pemegang saham memang harus mewakili untuk menertibkan orang-orang yang duduk sebagai komisaris. Tapi, apakah BUMN kekurangan orang, sehingga harus saling rangkap? Apakah sebagai regulator masih punya waktu untuk mengerjakan hal-hal di luar tugas utamanya? Padahal, pekerjaannya membutuhkan konsentrasi yang besar. Kalau tidak bisa membagi waktu, tentu harus ada yang dikorbankan. Saya rasa rangkap jabatan terlalu berat, karena yang rangkap jabatan adalah orang-orang yang punya kemampuan. Secara pekerjaan, dengan adanya rangkap jabatan, konsentrasi akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;APAKAH SELAMA INI ANDA SERING MELIHAT ADANYA DUPLIKASI ANGGARAN DI BUMN?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Saya tidak melihat adanya duplikasi anggaran. Yang saya tahu BUMN untuk pengembangan usaha dan ekspansi tidak meminta aggaran dari negara, karena merupakan suatu entiti terpisah dari negara. Kalau negara terlibat, keterwakilannya dimasukkan dalam kepentingan pemegang saham. Kecuali ada bidang-bidang yang dibutuhkan intervensi pemerintah. Karena mekanisme bisnis yang normal tidak jalan. Misalnya harga pupuk Rp1.000, tapi pemerintah menetapkan harga Rp200. Selisih harga tersebut ditanggulangi pemerintah dalam bentuk subsidi. Dana subsidi itu sudah disertakan pemerintah melalui BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA MENYUSUN ANGGARAN YANG BAIK?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Anggaran yang baik harus melihat program kerja perusahaan. Apa target yang akan dicapai perusahaan tersebut dalam tahun ini atau lima tahun ke depan. Bahkan, kalau mungkin target dalam sepuluh tahun mendatang. Program kerja menjadi &lt;i&gt;master plan&lt;/i&gt; yang diterjemahkan dalam &lt;i&gt;detail plan&lt;/i&gt; tahunan termasuk anggarannya. Beberapa BUMN belum mempunyai rencana anggaran jangka panjang yang jelas karena adanya instruksi-instruksi pemerintah yang perlu penjabaran. Sedang untuk menjabarkan hal tersebut juga membutuhkan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;BISA DICONTOHKAN?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya untuk perusahaan semen, mereka harus ada studi kelayakan untuk mengetahui kebutuhan dan ketersediaan semen, pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia tiap tahunnya. Dari situ bisa ditetapkan berapa besaran jumlah peningkatan produksi yang dapat dilakukan. Untuk meningkatkan produksi juga harus diperhitungkan sumber dananya. Apakah akan memakai dana internal ataukah menggunakan dana eksternal perusahaan yang bisa diperoleh dari pinjaman maupun investor. Secara makro, ekonomi dunia dan peran pemerintah mempengaruhi keputusan perusahaan dalam membuat &lt;i&gt;master plan&lt;/i&gt;. Kita juga harus melihat perkembangan yang ada. Orang tidak memperkirakan adanya krisis global ini yang mengakibatkan penurunan jumlah permintaan produk. Ini hal yang normal dalam menjalankan perusahaan. Jadi, saat krisis global seperti ini, perusahaan melakukan perampingan adalah hal yang sah dilakukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Dalam membuat &lt;i&gt;master plan&lt;/i&gt; harus melihat faktor yang makro antara lain pemerintah dan internasional. Jika terjadi kesalahan prediksi pemerintah bisa mengakibatkan perusahaan terpengaruh. Tapi jika regulator menganggap BUMN harus menjadi alat dari regulator, maka kesalahan tidak bisa diserahkan sepenuhnya terhadap BUMN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA ANDA MELIHAT PEMBERIAN BONUS TERHADAP KARYAWAN?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Pemberian bonus atas prestasi kerja merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja, tergantung pelaksanaannya. Jika dilakukan secara wajar, tidak ada masalah, selama pekerja itu memang mempunyai prestasi. Pemberian bonus merupakan penghargaan terhadap kinerja karyawan yang bisa memacu peningkatan kinerja perusahaan. Besaran bonus yang diberikan tergantung pada sistem pengawasan dan keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut. Tidak mungkin perusahaan yang rugi akan memberikan bonus terhadap karyawan. Negara ini sebenarnya salah kaprah. Di luar negeri tidak mengenal tunjangan hari raya. Jika ingin berlibur, mereka harus menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;DALAM PROSES AUDITING BUMN, KESALAHAN APA YANG SERING TERJADI?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai auditor, kami tidak bertugas mencari kesalahan. Tujuan pemeriksaan adalah mencari kewajaran laporan keuangan. Yang biasa terjadi dalam laporan adalah salah catat, baik yang disengaja ataupun tidak. Kami juga bertugas mencari adanya manipulasi dalam sebuah perusahaan, baik di level atas atau bawah. Jika manipulasi di tingkat bawah biasanya dalam jumlah kecil dan mudah terdeteksi. Jika di level atas jumlahnya biasanya besar dan merugikan perusahaan. BUMN sudah mempunyai mekanisme untuk pencegahan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANKSI TERHADAP SETIAP KESALAHAN?&lt;/b&gt;Kita harus melihat keputusan diputuskan oleh siapa? Direksi tidak bisa mengambil keputusan sendiri, masih ada komisaris yang memberikan pertimbangan. Setiap keputusan tentunya sudah disetujui oleh pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;SARAN TERHADAP BUMN?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Sebagai akuntan publik tidak punya hak memberi usulan mengenai efisiensi yang harus dilakukan terhadap BUMN. Tugas kami memeriksa dan melakukan &lt;i&gt;general audit&lt;/i&gt; lalu memberikan opini mengenai kewajaran terhadap laporan keuangan. Kalau konsultan bisa memberikan saran. Itu pun tergantung pada industrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;SARAN TERKAIT KRISIS EKONOMI?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menghadapi krisis, perusahaan harus realistis. Kalau memilih mundur itu bukan berarti mati. Kalau memang perlu mengecilkan tingkat produksi dan mengurangi jumlah karyawan, juga harus bisa diterima. Jangan ada asumsi bahwa buruh tidak boleh diberhentikan atau dikurangi dan THR harus dikeluarkan. Siapa yang akan membayar? Jadi sah-sah saja kalau ada PHK, karena perusahaan bukan lembaga sosial. Kalau BUMN mau kompetitif, mereka harus profesional. Pengurangan karyawan merupakan bagian dari memperkuat diri. Kalau perusahaan kuat, tentunya akan maju lagi dan akan merekrut orang lagi. Dari pada harus mati dan tidak bisa maju lagi. Kalau dilihat, perusahaan-perusahaan besar juga selalu &lt;i&gt;outsourcing&lt;/i&gt; untuk menekan biaya. Seperti perusahaan-perusahaan di Amerika, mereka &lt;i&gt;outsourcing&lt;/i&gt; ke India yang harganya lebih murah. Sekarang dunia tidak bundar lagi, sudah &lt;i&gt;flat&lt;/i&gt;. Salesnya di Amerika, administrasi di India, pabriknya di Cina. Itu semua interkoneksi yang bisa dicek setiap saat. Kalau pabriknya di Amerika, administrasinya di Amerika mereka tidak bisa jual barangnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SAMA HALNYA DALAM PERLUASAN INVESTASI JUGA?&lt;/b&gt;Sama saja. Jangan kita berpikir curiga. Kita harus lihat latar belakangnya. Kalau BUMN mau investasi harus dilihat latar belakangnya juga. BUMN bisa dilihat dari misinya. Jadi jangan BUMN yang bergerak di perminyakan membangun hotel. Karena tidak ada hubungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;FAKTOR APA YANG HARUS DILIHAT OLEH BUMN DALAM BERINVESTASI?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis moneter di Amerika dan Eropa, yang merupakan konsumen terbesar dunia, sangat berpengaruh pada produsen. Antara lain Indonesia yang &lt;i&gt;export oriented&lt;/i&gt;. Dengan krisis ini permintaan pasti akan berkurang. Berbeda dengan kebijakan Cina yang menyediakan dana besar untuk menyediakan pembangunan di negaranya yand dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakatnya. Artinya mereka memindahkan permintaan pasar luar ke dalam negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;ARTINYA KEPUTUSAN PEMERINTAH MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM NEGERI MERUPAKAN HAL REALISTIS?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Membangun infrastruktur adalah keharusan. Tanpa infrastruktur swasta juga tidak mau masuk, sehingga perkembangan tidak ada. Tapi di lain pihak, pembangunan infrastruktur itu menciptakan lapangan kerja. Masalahnya apakah negara ini mempunyai cukup dana untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan saat ini adalah pengairan. Dalam proses pembuatannya dibutuhkan besi dan semen. Dengan adanya permintaan tersebut, pabriknya akan berproduksi dan membutuhkan karyawan lagi. Itu akan menciptakan lapangan kerja. Karyawan tersebut tentunya akan mempunyai pendapatan yang dapat digunakan untuk belanja. Sedangkan saluran air yang dibuat tersebut dapat digunakan petani untuk mengairi sawahnya. Produksi sawah meningkat, &lt;i&gt;income&lt;/i&gt; petani akan meningkat. Proyek-proyek seperti itu yang mesti dibuat oleh pemerintah. Jangan membuat proyek-proyek mercusuar.&lt;/p&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA DENGAN PROYEK JALAN TOL?&lt;/b&gt;Proyek jalan tol sebetulnya dibuat untuk kelancaran lalu lintas dan diperuntukkan bagi orang yang mampu membayar. Bagi yang tidak mampu bayar pemerintah atau &lt;i&gt;developer&lt;/i&gt; harus menyediakan suatu jalan yang mungkin tidak selancar jalan tol. Yang ideal seperti di Cina. Jalan lebarnya 60 meter yang dibangun pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;PROYEK APALAGI YANG BISA MEMINDAHKAN &lt;i&gt;DEMAND&lt;/i&gt; KE DALAM NEGERI?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau saya melihat adalah pengairan karena negara kita adalah negara pertanian. Sekitar 80% rakyat Indonesia hidup dari pertanian. Berapa besar saluran pengairan dan bendungan-bendungan yang dibangun pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Yang ada saat ini adalah bendungan-bendungan lama semua. Jadi uang pemerintah digunakan untuk menciptakan prasarana. Dari prasarana tersebut tercipta lapangan kerja dan rakyat mendapat uang. Setelah mendapat uang tentunya &lt;i&gt;income&lt;/i&gt; akan meningkat. Dengan peningkatan daya beli tersebut pabrik-pabrik akan terus berproduksi dan tetap bisa membayar pekerjanya. Dengan tetap berproduksinya pabrik-pabrik tersebut pemerintah bisa memperoleh pendapatan dari pajak yang disetor. Sebetulnya tidak terlalu rumit kalau tidak dipolitisasi. Dengan bagi-bagi uang akan menciptakan suatu bangsa yang tergantung terus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;APALAGI YANG HARUS DILAKUKAN AGAR INVESTASI BERKEMBANG?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Kita harus meningkatkan daya beli. Caranya pemerintah harus menciptakan lapangan kerja yang bisa menghasilkan juga infrastruktur. Jadi jangan bagi-bagi duit seperti BLT. Bisa saja mereka diajak kerja bakti membuat jalan. Yang ikut kerja bakti diberi upah. Setelah pekerjaan selesai, selain mendapatkan uang mereka juga mempunyai jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;(Sumber: www.pkfhadiwinata.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-6587360946410426846?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/6587360946410426846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/peranan-auditor-dalam-menemukan-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6587360946410426846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6587360946410426846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/peranan-auditor-dalam-menemukan-masalah.html' title='Peranan Auditor Dalam Menemukan Masalah'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-7249482906910383626</id><published>2009-10-16T07:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T07:29:21.312-07:00</updated><title type='text'>RESUME EKONOMI KOPERASI 1</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CJAVANE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:272446088; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1911352598 67698689 67698697 67698699 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:1.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l1 	{mso-list-id:558518655; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2135217730 67698693 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l2 	{mso-list-id:722405693; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:803903634 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l3 	{mso-list-id:1391539416; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-570938462 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;BAB 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;A. KONSEP KOPERASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konsep Koperasi Barat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konsep Koperasi Sosialis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konsep Koperasi Negara Berkembang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;a. Konsep Koperasi Barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Merupakan Organisasi swasta yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai kepentingan, untuk mengurus kepentingan anggotanya dan mencipatakan keuntungan timbale balik bagi anggota dan koperasinya. Terdapat Unsur – Unsur Positif yakni:&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keinginan individu dapat dipuaskan dengan saling bekerjasama      antar anggota.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setiap individu dgn tujuan yang sama dapat      berpartisipasi baik dalam keuntungan maupun risiko&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan      sebagai kas atau cadangan koperasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;b. Konsep Koperasi Sosialis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang nasional, Merupakan Sub system sosialisme-komunis(kepemilikan factor produksi adalah kolektif).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;c. Konsep Koperasi Negara Berkembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Koperasi didominasi campur tangan pemerintahan dalam pembinaan dan pengembangannya dan Meningkatkan kesejahteraan anggotanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;B . ALIRAN KOPERASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aliran Yardstick&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aliran Sosialis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aliran Persemakmuran / Commonwealth&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;a. Aliran Yardstick&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pada Negara kapitalis atau ekonomi liberal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemerintah tidak campur tangan di dalam koperasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Maju tidaknya koperasi tergantung pasa anggota&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aliran ini sangat kuat di Negara yang industrinya berkembang seperti Amerika serikat, Prancis, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Swedia&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Denmark&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, Jerman dan Belanda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;b. Aliran Sosialis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merupakan alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lebih mudah menyatukan rakyat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Banyak terdapat di Negara eropa timur dan Rusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;c. Aliran Persemakmuran / Commonwealth&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Alat yang efisien dan efektif dalam meningakatkan      kualitas ekonomi masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah dan gerakan koperasi mereka merupakan      kemitraan atau partnership dimana pemerintahan bertanggung jawab terhadap      iklim koperasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Lahirnya Koperasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Koperasi Modern, di Rochdale Inggris tahun 1844. pada tahun 1852 bekembang menjadi 100 unit. Pada tahun 1818 – 1888 di german dipelori oleh Ferdinand Lasalle dan Fredrich W raiffesen. Lalu pada tahun 1808 – 1883 di Dermank oleh Herman Schulze Dan pada tahun 1896 di &lt;st1:city w:st="on"&gt;London&lt;/st1:city&gt; terbentuk &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;ICA&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;(International Cooperative Alliance)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Tahun 1895 di Leuwiliang Koperasi pertama di Indonesia oleh Raden Ngabei Ariawiriaatmadja-Patih Purwokerto berdiri sebagai lembaga simpan pinjam karena banyak masyarakat yang terjerat Rentenir dan tahun 1920 Cooperative Commissie ketua: Dr JH Boeke untuk mengevaluasi manfaat koperasi di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-7249482906910383626?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/7249482906910383626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-ekonomi-koperasi-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7249482906910383626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/7249482906910383626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/resume-ekonomi-koperasi-1.html' title='RESUME EKONOMI KOPERASI 1'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-4549486791534397571</id><published>2009-10-09T06:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T21:02:07.053-07:00</updated><title type='text'>Profile Mahasiswa yakni Saya Sendiri(Muhammad Yasin)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nama saya Muhammad Yasin anak kedua dari tiga bersaudara, saya lahir di jakarta 20 November 1986. status saya saat ini alhamdulillah adalah Single(jadi kalo ada yang mo daftar.....segera dapatkan fomulirnya(gratis). note: only female). Saya tinggal bersama kedua orang tua saya di kawasan padat penduduk di daerah jakarta selatan yakni Kuningan. Dan aktivitas saya saat ini menjadi seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta terbesar didepok.disana(Univ.gunadarma) saya mengambil S1 Akuntansi dan sekarang saya sudah tingkat 4. Saat kecil saya mempunyai cita - cita ingin jadi pilot tapi ntah mengapa sekarang saya ingin sekali menjadi seorang pengusaha.&lt;br /&gt;Saya berwatak Keras kepala tapi berhati lembut seperti salju(hiiiii...dingin), saya suka sekali dengan yang namanya olahraga seperti badminton, berenang, jogging, nge-gym.disamping tuh saya suka sekali berpetualang alam (ya pokoknya yang menantang dech),membaca artikel2 mengenai kehidupan. Waktu SMP - SMA saya mengikuti lomba badminton ganda antar Rw dan saya selalu juara 2 dan saya mengikuti bela diri(Pesilatan) yang bernama Panca Sukma.&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;(kalo ingin lebih jelas n lengkap mengenai diriku silakan lihat diprofile)&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-4549486791534397571?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/4549486791534397571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/profile-mahasiswa-yakni-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4549486791534397571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/4549486791534397571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/profile-mahasiswa-yakni-saya.html' title='Profile Mahasiswa yakni Saya Sendiri(Muhammad Yasin)'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-1037606378206474194</id><published>2009-10-09T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T07:02:29.942-07:00</updated><title type='text'>Delapan (8) KAP yang dibekukan oleh Pemerintah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Menteri Keuangan menetapkan sanksi pembekuan atas izin usaha atas 8 Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP). Atas dasar peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008. &lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Sebagian dari mereka terkena sanksi karena belum mematuhi Standar Auditing (SA) - Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Inilah&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;8 KAP yang dibekukan tersebut, yakni AP Drs. Basyiruddin Nur dinyatakan belum memenuhi standar atas laporan keuangan konsolidasi PT Datascrip dan anak perusahaannya di tahun buku 2007. AP Drs. Hans Burhanuddin Makarao dibekukan selama 3 bulan lantaran yang dibekukan belum memenuhi Standar Auditing (SA), Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) atas laporan keuangan klien mereka. Ia yang menangani laporan keuangan PT Samcon di tahun buku 2008. Laporan kedua AP ini dinilai Depkau berpotensi mempengaruhi laporan auditor independen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;AP Drs. Dadi Muchidin, KAP Drs. Dadi Muchidin, KAP Matias Zakaria, KAP Drs.Soejono, KAP Drs. Abdul Azis B, dan KAP Drs. M. Isjwara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Sebab lain yang menjadikan beberapa AP dan KAP dicabut izinnya oleh Menkeu adalah tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin. Ini terjadi pada KAP Drs. Dadi Muchidin, yang tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2008.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Alasan serupa juga terjadi pada KAP Matias Zakaria yang tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2007 dan 2008. Tidak melapornya KAP atas tahun takwin, dengan jangka waktu yang lebih lama, terjadi pada KAP Drs. Soejono, yaitu sejak 2005-2008.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;KAP lain yang terkena saksi karena tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin adalah KAP Drs. Abdul Azis B., KAP Drs. M. Isjwara, dan KAP Drs. M. Isjwara. Para KAP ini dicabut izin pembekuan selama 3 bulan, setelah sebelumnya dikenakan peringatan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 48 bulan terakhir dan sampai saat ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;font lang="IN"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;font style="font-style: italic;"&gt;Analisis:&lt;/font&gt; Menurut Penilaian saya Pembekuan izin usaha atas 8 Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik atas dasar peraturan Menteri Keuangan No.17/PMK.01/2008. mereka terkena sanksi karena belum mematuhi standar Auditing(SA) - Standar Profesional Akuntan Publik(SPAP). hal ini terjadi karena pemerintah beserta jajarannya kurang berperan aktif dalam mengawasi izin usaha KAP sehingga terjadi kurang kedisiplinan dalam mematuhi standar Auditing maupun Standar Profesional Akuntan Publik sebagai buku pedoman mereka sebagai seorang yang Profesional.Diharapkan masalah hal ini tidak terulang kembali di masa depan, maka dari itu pemerintah beserta jajarannya lebih berperan aktif dalam mengawasi KAP dari awal berdirinya hingga tutupnya kantor baik dari praktik - praktik korupsi maupun hal - hal lainnya yang berhubungan dengan pedoman standar profesi akuntan. Agar kedepan lebih BAIK lagi tentunya.&lt;font lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-1037606378206474194?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/1037606378206474194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/delapan-8-kap-yang-dibekukan-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1037606378206474194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/1037606378206474194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/delapan-8-kap-yang-dibekukan-oleh.html' title='Delapan (8) KAP yang dibekukan oleh Pemerintah'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-2870676286348879065</id><published>2009-10-09T06:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T21:02:07.058-07:00</updated><title type='text'>Etika Auditor dalam menerima Bingkisan / Hadiah (Gratifikasi)</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Praktik korupsi pada masa sekarang mengalami perkembangan dengan munculnya&lt;br /&gt;praktik-praktik baru yang berusaha memanfaatkan celah atau kelemahan berbagai&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan yang ada. Pemberian hadiah seringkali kita anggap&lt;br /&gt;hanyalah sebagai suatu ucapan terima kasih atau ucapan selamat kepada seorang&lt;br /&gt;pejabat. Tapi bagaimana jika pemberian itu berasal dari seseorang yang memiliki&lt;br /&gt;kepentingan terhadap keputusan atau kebijakan pejabat tersebut? Dan bagaimana&lt;br /&gt;jika nilai dari pemberian hadiah tersebut diatas nilai kewajaran? Apakah&lt;br /&gt;pemberian hadiah tersebut tidak akan mempengaruhi integritas, independensi dan&lt;br /&gt;objektivitas dalam pengambilan keputusan atau kebijakan, sehingga dapat&lt;br /&gt;menguntungkan pihak lain atau diri sendiri?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemberian hadiah sebagai suatu perbuatan atau tindakan seseorang yang&lt;br /&gt;memberikan sesuatu (uang atau benda) kepada orang lain tentu saja hal tersebut&lt;br /&gt;diperbolehkan. Namun jika pemberian tersebut dengan harapan untuk dapat&lt;br /&gt;mempengaruhi keputusan atau kebijakan dari pejabat yang diberi hadiah, maka&lt;br /&gt;pemberian itu tidak hanya sekedar ucapan selamat atau tanda terima kasih,&lt;br /&gt;akan tetapi sebagai suatu usaha untuk memperoleh keuntungan dari pejabat atau&lt;br /&gt;pemeriksa yang akan mempengaruhi integritas, independensi dan objektivitasnya,&lt;br /&gt;adalah sebagai suatu tindakan yang tidak dibenarkan dan hal ini termasuk dalam&lt;br /&gt;pengertian gratifikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berkaitan dengan gratifikasi sebagai pertanyaan mengenai pemberian hadiah atau&lt;br /&gt;tanda terima kasih atau cendera mata yang diterima oleh seorang pejabat atau&lt;br /&gt;pegawai negeri sipil, misalnya seorang auditor/pemeriksa menerima hadiah&lt;br /&gt;sebagai tanda terima kasih ataupun pemberian fasilitas lainnya dari auditee,&lt;br /&gt;apakah hal itu dapat dibenarkan? Untuk menjaga kredibilitas seorang&lt;br /&gt;auditor/pemeriksa, perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan gratifikasi? Dan&lt;br /&gt;apa yang menjadi dasar dari penggolongan suatu pemberian dikategorikan sebagai&lt;br /&gt;gratifikasi atau tidak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Black’s Law Dictionary memberikan pengertian Gratifikasi atau Gratification&lt;br /&gt;adalah sebagai “a voluntarily given reward or recompense for a service or&lt;br /&gt;benefit” yang dapat diartikan gratifikasi adalah “sebuah pemberian yang&lt;br /&gt;diberikan atas diperolehnya suatu bantuan atau keuntungan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gratifikasi dapat diartikan positif atau negatif. Gratifikasi positif adalah&lt;br /&gt;pemberian hadiah dilakukan dengan niat yang tulus dari seseorang kepada orang&lt;br /&gt;lain tanpa pamrih artinya pemberian dalam bentuk “tanda kasih” tanpa&lt;br /&gt;mengharapkan balasan apapun. Gratifikasi negatif adalah pemberian hadiah&lt;br /&gt;dilakukan dengan tujuan pamrih, pemberian jenis ini yang telah membudaya&lt;br /&gt;dikalangan&lt;br /&gt;birokrat maupun pengusaha karena adanya interaksi kepentingan. Dengan demikian&lt;br /&gt;secara perspektif gratifikasi tidak selalu mempunyai arti jelek, namun harus&lt;br /&gt;dilihat dari kepentingan gratifikasi. Akan tetapi dalam praktik seseorang&lt;br /&gt;memberikan sesuatu tidak mungkin dapat dihindari tanpa adanya pamrih. Di&lt;br /&gt;negara-negara maju, gratifikasi kepada kalangan birokrat dilarang keras dan&lt;br /&gt;kepada pelaku diberikan sanksi cukup berat, karena akan mempengaruhi pejabat&lt;br /&gt;birokrat dalam menjalankan tugas dan pengambilan keputusan yang dapat&lt;br /&gt;menimbulkan ketidakseimbangan dalam pelayanan publik, bahkan di kalangan privat&lt;br /&gt;pun larangan juga diberikan, contoh pimpinan stasiun televisi swasta&lt;br /&gt;melarang dengan tegas reporter atau wartawannya menerima uang atau barang dalam&lt;br /&gt;bentuk apa pun dari siapapun dalam menjalankan tugas pemberitaan. Oleh karena&lt;br /&gt;itu gratifikasi harus dilarang bagi birokrat dengan disertai sanksi yang berat&lt;br /&gt;(denda uang atau pidana kurungan atau penjara) bagi yang melanggar dan harus&lt;br /&gt;dikenakan kepada kedua pihak (pemberi dan penerima).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gratifikasi dalam sistem hukum di Indonesia dapat dilihat dalam UU No. 20 Tahun&lt;br /&gt;2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak&lt;br /&gt;Pidana Korupsi dan penjelasannya mendefinisikan gratifikasi sebagai pemberian&lt;br /&gt;dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat atau diskon,&lt;br /&gt;komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan,&lt;br /&gt;perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam Pasal 12 B UU No 20 Tahun 2001 menyatakan bahwa “Setiap gratifikasi&lt;br /&gt;kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap,&lt;br /&gt;apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau&lt;br /&gt;tugasnya”. Apabila seorang pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima&lt;br /&gt;suatu pemberian, maka ia mempunyai kewajiban untuk melaporkan kepada KPK&lt;br /&gt;sebagaimana diatur menurut Pasal 12 C UU No 20 Tahun 2001, yaitu :&lt;br /&gt;1. Ketentuan pada Pasal 12 B ayat (1) mengenai gratifikasi dianggap sebagai&lt;br /&gt;pemberian suap dan tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang&lt;br /&gt;diterimanya kepada KPK;&lt;br /&gt;2. Laporan penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja&lt;br /&gt;terhitung sejak tanggal gratifikasi diterima;&lt;br /&gt;3. Dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal&lt;br /&gt;penerimaan laporan, KPK wajib menetapkan gratifikasi dapat menjadi milik&lt;br /&gt;penerima atau milik negara;&lt;br /&gt;4. Tata cara penyampaian laporan dan penentuan status gratifikasi diatur&lt;br /&gt;menurut Undang-undangtentang KPK.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Contoh pemberian yang dapat digolongkan sebagai gratifikasi,antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;. Pemberian hadiah atau uang sebagai ucapan terima kasih karena telah dibantu;&lt;br /&gt;. Hadiah atau sumbangan dari rekanan yang diterima pejabat pada saat perkawinan&lt;br /&gt;anaknya;&lt;br /&gt;. Pemberian tiket perjalanan kepada pejabat/pegawai negeri atau keluarganya&lt;br /&gt;untuk keperluan pribadi secara cuma-cuma;&lt;br /&gt;. Pemberian potongan harga khusus bagi pejabat/pegawai negeri untuk pembelian&lt;br /&gt;barang atau jasa dari rekanan;&lt;br /&gt;. Pemberian biaya atau ongkos naik haji dari rekanan kepada pejabat/pegawai&lt;br /&gt;negeri;&lt;br /&gt;. Pemberian hadiah ulang tahun atau pada acara-acara pribadi lainnya dari&lt;br /&gt;rekanan;&lt;br /&gt;. Pemberian hadiah atau souvenir kepada pejabat/pegawai negeri pada saat&lt;br /&gt;kunjungan kerja;&lt;br /&gt;. Pemberian hadiah atau parsel kepada pejabat/pegawai negeri pada saat hari&lt;br /&gt;raya keagamaan, oleh rekanan atau bawahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berdasarkan contoh diatas, maka pemberian yang dapat dikategorikan sebagai&lt;br /&gt;gratifikasi adalah pemberian atau janji yang mempunyai kaitan dengan hubungan&lt;br /&gt;kerja atau kedinasan dan/atau semata-mata karena keterkaitan dengan jabatan&lt;br /&gt;atau kedudukan pejabat/pegawai negeri dengan sipemberi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sanksi pidana yang menerima gratifikasi dapat dijatuhkan bagi pegawai negeri&lt;br /&gt;atau penyelenggara negara yang :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;1. menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah&lt;br /&gt;atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan&lt;br /&gt;dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberi hadiah atau&lt;br /&gt;janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya;&lt;br /&gt;2. menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah&lt;br /&gt;atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak&lt;br /&gt;melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya;&lt;br /&gt;3. menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut&lt;br /&gt;diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak&lt;br /&gt;melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya;&lt;br /&gt;4. dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan&lt;br /&gt;hukum, atau dengan&lt;br /&gt;menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar,&lt;br /&gt;atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi&lt;br /&gt;dirinya sendiri;&lt;br /&gt;5. pada waktu menjalankan tugas, meminta, menerima, atau memotong pembayaran&lt;br /&gt;kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kepada kas umum,&lt;br /&gt;seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum&lt;br /&gt;tersebut mempunyai utang kepadanya, padahal diketahui bahwa hal tersebut bukan&lt;br /&gt;merupakan utang;&lt;br /&gt;6. pada waktu menjalankan tugas, meminta atau menerima pekerjaan, atau&lt;br /&gt;penyerahan barang, seolah-olah merupakan utang kepada dirinya, padahal&lt;br /&gt;diketahui bahwa hal tersebut bukan merupakan utang;&lt;br /&gt;7. pada waktu menjalankan tugas, telah menggunakan tanah negara yang di atasnya&lt;br /&gt;terdapat hak pakai, seolah-olah sesuai dengan peraturan perundangundangan,&lt;br /&gt;telah merugikan orang yang berhak, padahal diketahuinya bahwa perbuatan&lt;br /&gt;tersebut bertentangan dengan peraturan perundangundangan; atau&lt;br /&gt;8. baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam&lt;br /&gt;pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat dilakukan perbuatan,&lt;br /&gt;untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berdasarkan penjelasan diatas, maka auditor/pemeriksa pada Pelaksana BPK&lt;br /&gt;sebagai Pegawai Negeri Sipil, secara tegas dan jelas tidak dibenarkan menerima&lt;br /&gt;pemberian dari auditee dalam bentuk apapun termasuk tiket perjalanan, fasilitas&lt;br /&gt;penginapan, dan fasilitas lainnya karena hal tersebut termasuk sebagai&lt;br /&gt;pemberian suap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B UU No. 20 Tahun 2001.&lt;br /&gt;Selain itu, secara internal dengan diundangkannya Peraturan BPK No. 2 Tahun&lt;br /&gt;2007 pada tanggal 22 Agustus 2007 tentang Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan&lt;br /&gt;Republik Indonesia, untuk menjamin integritas dalam menjalankan tugas dan&lt;br /&gt;wewenangnya, Anggota BPK dan seluruh auditor/pemeriksa BPK dilarang menerima&lt;br /&gt;pemberian dalam bentuk apapun baik langsung maupun tidak langsung yang diduga&lt;br /&gt;atau patut diduga dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas dan wewenangnya (Pasal 4&lt;br /&gt;ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) huruf a Peraturan BPK No. 2 Tahun 2007).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Black Law Dictionary;&lt;br /&gt;2. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang&lt;br /&gt;Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;&lt;br /&gt;3. Peraturan BPK No. 2 Tahun 2007 tentang Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan&lt;br /&gt;Republik Indonesia&lt;br /&gt;4. Wikipedia Indonesia&lt;br /&gt;5. mediacare.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari Penjelasan di atas menurut hemat saya sebagai mahasiswa sebenarnya pemberian bingkisan parcel / Hadiah atau apapun bentuk dan namanya yg berarti memberikan nilai tambah berupa sesuatu kepada orang lain yg dianggap telah berjasa sebenarnya sah – sah saja atau wajar asalkan jelas maksud dan tujuannya yg berorientasi ke arah positif bisa saja hanya sekedar untuk ucapan terima kasih. Namun pada zaman sekarang “ucapan terimakasih” ini lebih bermakna khusus lagi, apalagi menyangkut orang – orang birokrat atau orang – orang istimewa yg memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar didalam lingkungan orang tesebut berinteraksi, sering kali hal seperti ini lebih menjerumus pada gratifikasi atau penyuapan secara halus atas kinerja seseorang yg tidak tepat guna dan notabennya justru merugikan orang lain, hal seperti inilah yg kini harus dibenahi oleh sejajaran pihak berwenang untuk dapat menghilangkan tradisi gratifikasi ini tapi bagaimanapun juga &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ini sudah menjadi suatu tradisi di dalam masyarakat indonesia yang tidak mungkin bisa di hilangkan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. Namun tentunya ini kembali ke diri kita masing – masing selayaknya mahkluk sosial yang mempunyai akal, pikiran dan tradisi yang berbeda dalam penilaian baik buruknya.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-2870676286348879065?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/2870676286348879065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/etika-auditor-dalam-menerima-bingkisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2870676286348879065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/2870676286348879065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/etika-auditor-dalam-menerima-bingkisan.html' title='Etika Auditor dalam menerima Bingkisan / Hadiah (Gratifikasi)'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7140512161955617024.post-6767943156868793190</id><published>2009-10-07T00:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T00:46:50.965-07:00</updated><title type='text'>ERA DEREGULASI PERBANKAN DI INDONESIA DEKADE 80 - 90an</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1983&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah mengeluarkan kebijakan deregulasi di sektor moneter, khususnya perbangkan, lewat kebijakan 1 Juni 1983. Deregulasi ini menyangkut tiga segi: peningkatan daya saing bank pemerintah, penghapusan pagu kredit, dan pengaturan deposito berjangka. Dalam ketentuan itu, bank pemerintah bebas menentukan suku bunga deposito serta suku bunga kredit. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat yang memiliki dana nganggur tertarik untuk menyimpan di bank pemeintah. Sebab pada saat itu, suku bunga yang ditawarkan oleh bank swasta lebih tinggi ketimbang bank pemerintah. Yaitu 18 persen, sementara bank pemerintah hanya 14-15 persen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1985&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah memberlakukan Inpres Nomor 4 Tahun 1985 yang mengalihkan tugas dan wewenang Ditjen Bea dan Cukai (BC) dalam pemeriksaan barang kepada surveyor asing SGS. Ini sama saja dengan pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada pihak asing (SGS) dalam memeriksa barang. Keluarnya Inpres Nomor 4, tak lain sebagai reaksi pemerintah atas penyalahgunaan wewenang oleh BC yang banyak diributkan oleh dunia usaha. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1986&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lewat paket kebijakan 6 Mei (Pakem), pemerintah menghapus sertifikat ekspor (SE). SE merupakan fasilitas empuk yang banyak digunakan eksportir untuk memperoleh pengembalian bea masuk dan unsur subsidi, ini diberikan bersamaan dengan kredit ekspor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1987&lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah mengeluarkan deregulasi 15 Januari 1987, tentang industri kendaraan bermotor, mesin industri, mesin listrik, dan tarif bea masuk. Untuk bea masuk, pemerintah memberikan keringanan bea terhadap barang-barang tertentu, seperti Tekstil, kapas, dan besi baja. Sedangkan untuk industri mesin pemerintah memberikan perlakuan kemudahan ijin usaha. Dan untuk industri kendaraan bermotor, pemerintah memberikan kemudahan perakitan kendaraan dan pembuatan dan perakitan bagian kendaraan bermotor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Juni 1987&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah mengeluarkan paket deregulasi, lewat PP Nomor 13 Tahun 1987 dan Keppres Nomor 16. Kali ini pemerintah menyederhanakan perijinan investasi bidang pertambangan, pertanian, kesehatan dan perindustrian. Yang semula ada empat ijin investasi, setelah kebijakan itu hanya tinggal dua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;24 Desember 1987&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah kembali membuat kejutan dengan memberikan kemudahan dan kelonggaran berusaha. Dalam bidang penamanan modal, PMA diperlakukan sama dengan PMDN dalam hal kepemilikan saham. Untuk fasilitas keringanan bea masuk, semula hanya diberikan kepada barang tertentu, kini diberikan keringanan bea masuk untuk semua bidang usaha yang diijinkan. Untuk ekspor, pemerintah menghapus semua perijinan ekspor dan menggantinya dengan ijin usaha. Sementara perusahaan asing yang sudah berproduksi dan bisa ekspor, diijinkan untuk membeli hasil produksi perusahaan lain untuk di ekspor. Sedangkan bidang ekspor, PT Kratau Steel yang selama itu ditunjuk sebagai pelaksana 92 komoditi produk industri logam, dengan kebijakan baru hak impornya hanya tinggal 50 komoditi. Dan untuk bidang pariwisata yang semula ada 33 jenis ijin, dengan kebijakan Desember itu, dipotong tinggal dua ijin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1988&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Inilah tahun&lt;i&gt; booming&lt;/i&gt; dunia perbankan Indonesia. Bayangkan, hanya dengan modal Rp 10 milyar, seorang pengusaha punya pengalaman atau tidak sebagai bankir, sudah bisa mendirikan bank baru. Maka, tak pelak lagi berbagai macam bentuk dan nama bank baru bermunculan bagai jamur di musim hujan. Itulah salah satu bentuk kebijakan deregulasi 27 Oktober 1988, atau yang dikenal dengan sebutan Pakto 88. Tak hanya itu, bank asing yang semula hanya beroperasi di Jakarta, kini bisa merentangkan sayapnya ke daerah lain di luar Jakarta. Sementara untuk mendirikan bank perkreditan, modal yang disetor menurut Pakto 88, hanya Rp 50 juta seseorang sudah bisa punya bank BPR. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;21 November 1988&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah kembali mengeluarkan paket deregulasi, yang berisi pengikisan berbagai rintangan yang selama ini malang-melintang di sekitar arus distribusi barang dan angkutan laut, pemudahan distribusi arus barang produk pabrik-pabrik modal asing, penurunan bea masuk bahan baku plastik dari 30-60 persen menjadi lima persen. Lalu, terhadap kritikan monopoli PT Krakatau Steel, lewat paket November ini, pemerintah membabat 26 jenis tarif pos. Dengan penghapusan itu, pabrik-pabrik boleh impor besi baja untuk pengecoran, yang selama ini dikuasai oleh buatan pabrik baja di Cilegon itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1990&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah membuat gebrakan di sektor moneter, khususnya perbankan, lewat Paket Januari 1990 (Pakjan 90), bank-bank umum wajib mengalokasikan 20 persen dari total kreditnya, kepada pengusaha lemah. Atau maksimal kredit yang diberikan kepada pengusaha lemah Rp 200 juta. Namun, dalam Pakjan 90 ini yang masuk kategori usaha lemah adalah usaha yang beraset maksimal Rp 600 juta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Mei 1990&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah kembali mengeluarkan paket deregulasi yang menyangkut empat sektor pembangunan: industri, perdagangan, kesehatan, dan pertanian. Dari empat sektor yang disentuh deregulasi itu, sektor otomotif, impor gandum, kelapa sawit, dan bahan baku plastik belum masuk dalam cacatan deregulasi yang dinamai Pakmei 90 itu. Untuk bidang pertanian dibebaskan dari tata niaga atas komoditas pala, sayur-sayuran dari Sumetera Utara, tengkawang, kayu manis, serta kopi. Lalu untuk bidang perijinan, satu ijin peternakan berlaku untuk semua jenis ternak, beternak, pemotongan hewan, dan produksi hewan. Bidang kesehatan, terjadi penyerdehanaan ijin usaha untuk industri farmasi, perdagangan besar farmasi, apotek, industri obat, pendaftaran obat, tata niaga impor, dan bahan baku obat. Sementara untuk perdagangan terjadi pengurangan dan penambahan pos baru. Pengurangan terjadi dari 9.549 menjadi 9.250 pos tarif dan terdapat penambahan 387 pos baru. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1991&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tampaknya bulan Juni, dijadikan bulan yang tepat untuk mengumumkan kebijakan-kebijakan pemerintah. Tak heran bila pada Juni 1991, pemerintah kembali "meluncurkan" serangkaian paket deregulasi bidang: investasi, industri, pertanian, perdagangan, dan keuangan. Inti dari deregulasi kali ini adalah pembabatan hak monopoli enam persero pemerintah (Pantja Niaga, Kertas Niaga, Dharma Niaga, Mega Eltra, Sarinah, dan Krakatau Steel. Khusus untuk baja, KS harus rela melepaskan 60 hak impornya kepada importir produsen. Sementara untuk makanan, buah-buahan, dan daging, pengencer di dalam negeri bebas mengimpor dari luar negeri. Namun, importir terkena bea masuk 20 persen. Untuk otomotif, pemerintah membuka keran impor kendaran niaga kategori I sampai V dan termasuk kendaraan serba guna (jip). Namun, yang boleh mengimpor hanyalah para agen tunggal dan importir yang ditunjuk (enam persero pemerintah). Bukti paling dramatis akibat deregulasi ini, adalah dibukanya keran impor kendaraan truk, harga truk anjlok. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1992&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tanggal 6 Juli 1992, Pemerintah kembali mengeluarkan paket deregulasi di bidang investasi, perdagangan, keuangan, tenaga kerja, pertanahan, IMB dan UUG/HO. Berisi antara lain, mengijinkan HGU dan HGB oleh usaha patungan dalam rangka penanaman modal asing dalam jangka waktu 30 tahun. Keputusan lainnya dari deregulasi yang dinamakan Pakjul itu, pembebasan tata niaga terhadap 241 pos tarif. Terdiri atas 226 pos tarif mengenai batik, 12 pos tarif pertanian, 1 pos tarif air mineral, 1 pos tarif produk logam, dan 1 pos tarif transformator listrik. Untuk bea masuk hanya diberikan kepada 36 pos tarif besi baja. Sementara untuk impor mesin bukan baru hanya dapat diimpor oleh perusahaan sendiri atau industri rekondisi. Mengenai tenaga kerja asing, dengan deregulasi itu, untuk memperoleh ijin tidak perlu ada rekomendasi dari departemen teknis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1993&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sektor moneter kembali disentuh melalui deregulasi Mei 1993 (Pakmei 93). Lewat Pakmei, &lt;i&gt;capital adequency ratio&lt;/i&gt; (CAR) atau rasio kecukupan modal diperlonggar. Dengan peningkatan CAR, bank dipastikan akan lebih leluasa memberikan kredit. Pemerintah juga menyederhanakan ketentuan&lt;i&gt; loan deposit ratio&lt;/i&gt; (LDR) atau pemberian kredit kepada pihak ketiga. Dengan ketentuan ini bank hanya diberikan 20 persen untuk menyalaurkan kredit kepada grupnya sendiri.Yang menarik dari kebijakan ini, KUK dibawah Rp 25 juta dapat digunakan untuk kegiatan tidak produktif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;10 Juni 1993&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah kembali "menggebrak" lewat paket deregulasi di bidang otomotif. Sejumlah bea masuk yang dianggap menghambat pengembangan industri otomotif, dipangkas. Untuk kategori sedan, jika kandungan lokal telah mencapai 60 persen maka akan dikenakan bea masuk nol persen. Pick-up, minibus, dengan kandungan lokal 40 persen akan dikenakan bea masuk nol persen. Sedangkan untuk truk, bus, dan sepeda motor, masing-masing akan dikenakan nol persen jika mencapai kandungan lokal lebih dari 30 dan 40 persen. Pemerintah juga membuka keran impor kendaraan bermotor dalam bentuk utuh (build-up) dari negara lain. Jika kendaraan impor sudah dirakit di dalam negeri maka pemerintah akan mengenakan bea masuk 200 persen. Sedangankan yang belum pernah dirakit di dalam negeri pemerintah mengenakan 300 persen bea masuk. Selain otomotif pemerintah juga membuat kejutan dengan menarik tepung terigu dari daftar negatif investasi (DNI). Dengan begini, investor yang berminat di tepung terigu punya peluang untuk membangun pabriknya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1994&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lewat PP Nomor 20 Tahun 1994, pemerintah membuka pintu lebar-lebar kepada PMA untuk "menabur" duitnya disegala bidang dan sektor ekonomi. Bahkan sektor yang yang banyak berhubungan dengan hajat hidup orang banyak terbuka 95 persen bagi PMA. Dalam patungan membangun perusahaan dengan mitra lokal, sebelum PMA hanya diberikan 45 persen saham, dengan PP itu, PMA bisa menguasai 95 persen saham. Mungkin inilah satu-satunya deregulasi yang membuat Menteri Penerangan Harmoko, marah. Pasalnya, ia merasa tidak diajak konsultasi guna penyusunan PP tersebut. Maklum saja, PP Nomor 20 dinilai banyak bertentangan dengan UU Pokok Pers Tahun 1982. Belakangan beleid mengenai PMA ini dikoreksi, sehingga ada beberap sektor yang "haram" dimasuki oleh PMA. Ya, bidang pers salah satunya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1995&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan kebijakan yang dinamaan Paket Mei 1995 (Pakmei 95), pemerintah mengeluarkan paket deregulasi atas lima bagian : tarif bea masuk dan masuk tambahan, tata niaga impor, penaman modal, perijinan, restrukturisasi usaha, dan entrepot produsen tujuan ekspor serta kawasan berikat. Dalam tarif, terjadi penurunan 6.030 dari 9.408 pos tarif. Pemerintah juga menghapus bea masuk tambahan terhadap 95 produk, merubah tata niaga dan kontrol terhadap 81 produk. Dalam Pakmei ini, penurunan tarif bea masuk akan diturunkan secara bertahap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1996&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;26 Januari 1996, Pemerintah mengeluarkan paket deregulasi, untuk bidang industri, perdagangan, dan keuangan. Makna deregulasi kali ini masih tidak bergeser dari deregulasi sebelumnya, yaitu penurunan bea masuk. Selain itu diberikannya fasilitas perpajakan guna meningkatkan ekspor non migas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;4 Juni 1996&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah kembali mengeluarkan 11 langkah kebijakan deregulasi. Meliputi : (1) penjadwalan penurunan tarif bea masuk, (2) perubahan tarif bea masuk barang modal, (3) penghapausan bea masuk tambahan, (4) penyederhaan tata niaga impor, (5) ketentuan anti-dumping, (6) kemudahan ekspor, (7) kemudahan layanan eksportir tertentu untuk bidang tertentu, (8) penyederhanan perijinan industri di kawasan industri, (9) peneyelenggaran temapt penimbunan, (10) kelonggaran kegiatan ekspor-impor bagi perusahaan PMA manufaktur, (11) penyerdahanaan prosedur impor limbah untuk bahan baku industri. Untuk penurunan tarif bea masuk, telah ditrunkan sebanyak 1.497 pos tarif dari 7.288 pos tarif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam rangka menghadapi praktek anti-dumping dan melindungi industri dalam negeri, pemerintah memberlakukan PP tentang bea masuk anti dumping dan bea masuk imbalan. Untuk itu pemerintah membentuk Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Sementara untuk mendorong ekspor, pemerintah menghapus kewajiban penggunaan PEB dari Rp 10 juta menjadi Rp 100 juta. Pemerintah juga menyederhanakan perijinan kawasan berikat. Bagi perusahaan yang telah bermukim di kawasan industri tidak diwajibkan memiliki perijinan selama memperoleh persetujuan PMA dari presiden , atau dari BKPM untuk PMDN. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Tahun 1997&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Inilah deregulasi yang oleh banyak kalangan dinilai sudah kehilangan momentumnya. Karena, deregulasi kali ini adalah deregulasi tertunda yang seharusnya bulan lalu diumumkan. Isi paket deregulasi: pemangkasan 1.600 pos tarif bea masuk untuk berbagai produk sektor pertanian, perdagangan dan kesehatan. Deregulasi yang dikeluarkan 7 Juli 1997 itu, diikuti juga dengan peraturan pemerintah (PP) mengenai penerimaan pajak dan retribusi daerah, dan pembatasan pemberian kredit oleh bank untuk pengadaan dan pengolahan tanah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Penurunan tarif terbesar terjadi pada produk industri sebanyak 1.461 pos tarif, pertanian 136 pos tarif, dan kesehatan tiga pos tarif. Jumlah pos tarif sebanyak 7.261 sebelum tahun 1997, dan setelah deregulasi jumlah pos tarif masih sama. Perubahannya, hanya pada pos tarif rendah jumlahnya bertambah, terutama untuk pos tarif 20 persen hingga nol persen. Sementara sebelum deregulasi, jumlah pos tarif tinggi masih banyak. Dengan pertambahan bea masuk rendah dan berkurangnya pos tarif tinggi, maka pos tarif rata-rata tidak tertimbang mengalami penurunan dari 13,0 persen menjadi 11,9 persen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam paket Juli ini, untuk bidang impor, pemerintah memberlakukan ketentuan impor gula kasar, yang sebelumnya dikuasai oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), kini dapat dilakukan oleh importir produsen. Importir dalam hal ini, adalah pabrik gula yang menggunakan bahan baku gula kasar untuk produksinya. Selain itu, pemerintah juga membuka impor kapal bekas tanpa ada batasan kuoto. dengan ketentuan selama kapal bekas masih layak pakai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk bidang ekspor, pemerintah menaikkan nilai pemberitahuan ekspor barang (PEB) yang sebelumnya Rp 100 juta naik menjadi Rp 300 juta. Dalam ketentuan baru ini, para pengusaha kecil dan menengah yang sebelum harus melapor jika akan mengekspor barang dengan nilai di atas Rp 100 juta, kini, mengekspor barang hingga Rp 300 juta tanpa PEB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Sumber:  Google ( http://www.tempo.co.id/ang/min/02/19/utama5.htm)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Analisis:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa paket deregulasi perbankan yang dilakukan oleh pemerintah(BI) pada awalnya bertujuan baik atau bersifat positif untuk kemajuan sektor ekonomi khususnya perbankan. hal ini dapat dilihat khususnya pada pakto 88 dimana bank bermunculan bak jamur karena pengusaha atau seseorang dengan mudah mendirikan bank dengan syarat yang tidak terlalu rumit atau susah. karena banyak bank - bank swasta yang bermunculan, Sehingga terjadi persaingan antarbank yang semakin tidak sehat tentunya yaitu dengan cara berlomba-lomba menaikkan suku bunga bank untuk menarik nasabah yang uangnya menganggur agar dapat diinvestasikan. Karena setiap bank menaikan suku bunga yang tinggi untuk menarik nasabah Dan pada akhirnya menyebabkan peningkatan kredit macet. Keadaan ini merupakan salah satu faktor penyebab krisis ekonomi seperti mata uang rupiah anjlok terhadap mata asing sehingga terjadi beberapa dampak yang negatif sehingga merambat ke sektor lainnya.&lt;br /&gt;Semenjak terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997 paket deregulasi bank diganti dengan kebijakan pemerintah yang baru untuk memperbaiki keadaan perekonomian agar lebih baik dari sebelumnya. kebijakan pemerintah tentu tidak luput dari hal - hal sebelumnya(aturan2) agar ke depannya lebih baik lagi khususnya dalam sektor perbankan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7140512161955617024-6767943156868793190?l=idyasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idyasin.blogspot.com/feeds/6767943156868793190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/era-deregulasi-perbankan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6767943156868793190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7140512161955617024/posts/default/6767943156868793190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idyasin.blogspot.com/2009/10/era-deregulasi-perbankan-di-indonesia.html' title='ERA DEREGULASI PERBANKAN DI INDONESIA DEKADE 80 - 90an'/><author><name>MuhammadYasin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11417761689183280063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnvGR9zSY2M/S3lVAA-NOeI/AAAAAAAAAAM/US98R0MbX6A/S220/Foto+0353.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
